English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified twitterfacebookgoogle plusrss feedemail

Korupsi jangan dijadikan budaya! Pilih pemimpin yang cinta rakyat, bukan cinta kekuasaan! Bagian Iklan Hubungi (021)27101381 - 081385386583


Dariyanto, S.Kom. Anggota DPRD Kota Bekasi 2014-2019

Informasi tentang kandidat caleg, pemilukada & pilpres Indonesia

Kamis, 26 November 2009

Bekasi Buat Perda Kawasan Bebas Rokok

Bekasi, 26 November 2009 10:54
Pemkot Bekasi akan membuat peraturan daerah (perda) untuk menetapkan kawasan-kawasan tertentu sebagai daerah bebas asap rokok, sebagai tindak lanjut pemberlakuan Peraturan Wali Kota Bekasi Nomor 89 tahun 2008.

Kepala Badan Pengedalian Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bekasi Dudy Setyabudhi, di Bekasi, Kamis (26/11), mengatakan, pemberlakuan kawasan bebas asap rokok baru terwujud di kantor pemerintahan setempat, meski belum semua kantor menyediakan ruangan untuk merokok.

"Hingga kini kita melihat masih terus menggugah PNS dan pejabat untuk tidak merokok di ruang kerja dan sekitar lingkungan kantor pemerintah," katanya.

Untuk ruangan dengan pendingin serta yang ada pegawai wanita, menurut dia, biasanya sudah bebas asap rokok. "Kita maunya tidak ada lagi asap rokok di ruang publik, termasuk kantor pemerintahan," ujarnya.

Ia juga menyatakan, ratusan PNS akan menjalani pemeriksaan paru-paru, terutama bagi perokok berat.

Menurut Dudy, Pada 2010 akan diupayakan Rancangan Peraturan Daerah yang memuat ketentuan larangan merokok di tempat umum, seperti puskesmas, ruang kerja, dan sekolah. Rancangan yang akan diajukan ke dewan itu juga akan menyebut nilai nominal denda.

Bila Perda itu sudah diberlakukan, kata dia, nantinya tempat umum seperti mal, kantor perusahaan swasta, dan fasilitas umum harus menyediakan ruang khusus merokok.

Di kota Bekasi, ruang khusus merokok baru ada 24, tersebar di Kantor Wali Kota, Kantor Kecamatan serta Kelurahan.

Seorang wanita pegiat organisasi Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT), Mira (34), menyambut baik keinginan Pemda membuat perda larangan merokok di tempat umum.

Ia menyatakan, wanita menjadi orang yang paling dirugikan dengan kebiasan orang merokok sembarangan, seperti dalam angkutan kota atau dalam ruangan.

"Wanita akhirnya jadi perokok pasif dan dampak asap rokok terhadap kesehatan mereka tidak kalah beratnya dengan perokok itu sendiri, padahal yang menikmati rokok adalah kaum pria," ujarnya.

Menurut dia, wanita harus dilindungi hak-haknya untuk tidak tercemar dari asap rokok, termasuk di tempat terbuka. [TMA, Ant]

Rabu, 25 November 2009

Pemda Kembangkan Wisata Bekasi

Gatra - Bekasi, 25 November 2009 13:22
Pemerintah Kota Bekasi terus mengembangkan budaya setempat, sebagai upaya untuk menarik wisatawan, dalam rangka memajukan industri pariwisata di daerah itu.

"Antara budaya dan pariwisata saling berhubungan. Apabila potensi budaya kita kembangkan maka akan berdampak signifikan terhadap kunjungan wisatawan," kata kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Bekasi, Alexander Zulkarnain, di Bekasi, Rabu (25/11).

Budaya yang hidup di tengah masyarakat Kota Bekasi, kata dia, sangat heterogen. Ada budaya Bekasi asli ditambah dengan akulturasi antara budaya asli dengan budaya daerah lain, serta budaya daerah asal yang tetap dipertahankan.

"Semua budaya berkembang di Kota Bekasi dan mendapatkan porsi seimbang dalam setiap kegiatan. Keanekaragaman produk budaya itu sangat menunjang pengembangan pariwisata," ujarnya.

Ia mengatakan, penggalian potensi budaya penting dilakukan dalam rangka meningkatkan sektor pariwisata. Ke depan, pariwisata akan didukung pengembangan budaya yang kuat dengan menampilkan aneka budaya setempat dalam setiap kegiatan pariwisata.

Ia menambahkan, beberapa contoh budaya Bekasi yang mempunyai nilai jual adalah Topeng Bekasi dan tari Blantek.

"Bila di Jakarta ada lenong Betawi, kita memiliki topeng Bekasi, belum lagi asimilasi antara budaya Bekasi dengan Sunda," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga tengah menginventarisasi kuliner khas daerah itu. Orang yang datang ke Bekasi harus memiliki banyak alternatif makanan agar tamu jadi terkesan dan berkeinginan kembali ke daerah itu untuk mencicipi makanannya.

"Kita masih punya makanan khas seperti tape uli, pucung gabus, nasi uduk, dodol Bekasi dan akar kelapa, namun tentunya perlu lagi penggalian agar keragaman kuliner daerah bisa ditampilkan secara utuh kepada wisatawan," ujarnya.

Ia mengakui alternatif makanan khas Kota Bekasi masih minim dan yang ada sekarang juga belum terlalu dikenal seperti makanan khas daerah lain.

Meski begitu, lanjut dia, dengan inventarisasi serta diikuti sosialisasi dan penyediaan sarana untuk penjualan makanan khas secara bertahap orang akan makin akrab dengan makanan khas daerah itu.

Sebagai kota transit dan kurang memiliki objek-objek wisata alam yang bisa dijual ke wisatawan, daerah itu lebih mengandalkan kuliner bagi tamu yang berkunjung.

"Ada banyak makanan yang bisa dihasilkan dari paduan berbagai bahan makanan. Dengan keterampilan yang dimiliki dengan mengkombinasikan resep masakan nenek moyang akan bisa dihasilkan kuliner yang enak di lidah," ujarnya. [TMA, Ant]

Jumat, 20 November 2009

Sate asli Babakan Mustikasari

Menariknya, dalam pengolahan nya, bu Ida menggunakan arang yang dibuat sendiri. Dari 6 karung batok kelapa, hanya dihasilkan 1 karung arang kelapa saja. Mungkin rahasia pengolahan sate Bu Ida, salah satunya ada pada arang yang digunakan. Sate yang dihasilkan juga memeiliki tingkat kematanagn yang pas, tidak terlalu matang, tidak pula terlalu mentah. Disamping itu, kita juga dapat meminta bumbu kecap maupun kacang, tinggal pilih mana suka untuk dihidangkan. Hmmm, hayo, siapa mau mencoba?
Menemukan sate di berbagai tempat, tapi pernahkah anda merasakan sate asli daerah tersebut. Di kawasan babakan Mustikasari, anda seyogyanya tidak melewatkan kesempatan menikmati lezatnya bakar sate ayam maupun kambing, asli bikinan orang setempat ini. Bu Ida, sudah hampir enam tahun menjajakan sate di pertigaan menuju bojongmenteng ini.

Rabu, 18 November 2009

Rumah Makan Rasa Jogja nan Kental

Menemukan makanan ala Jawa Tengah, di Bekasi, rasanya sangat cocok bila menjajal tempat yang satu ini. Letaknya agak masuk sedikit dari Jalan Raya Rawapanjang menuju Bantargebang. Setelah menemukan Kantor Cabang BRI Caringin, maka anda akan menemukan sebuah gang yang cukup lebar berlapis beton. Masuk saja 10 meter, dan anda akan disambut dengan ucapan selamat dating di Rumah Makan ini.


Namanya sih rumah makan Mak Nyuss, cocok dan sangat mewakili sajian yang ada, setelah menjajal rasa masakan nya di lidah. Menu yang sempat dijajal penulis adalah pecel. Walaupun sangat biasa, namun menemukan pecel dengan citarasa yang mewakili daerah asal pecel ini, juga cukup sulit di seputaran Bekasi. Apalagi, ini adalah pecel Jogja, yang cenderung sedikit sentuhan rasa manis. Kekentalan sambelnya juga terasa membuat kacang panjang (yang sudah dipotong-potong pendek), dengan kecambah nya terasa menyatu di lidah dalam satu rasa, pecel Jogja! Belum lagi ditambah kenikmatan bacemnya. Nasinya yang pulen, membuat paduan rasa kenikmatan ini semakin lengkap.

Bunga-bunga rasa ini juga masih dikejutkan dengan bandrol yang tidak terlalu mencekik dompet. Singkatnya, coba saja dulu, baru komentar.

Senin, 16 November 2009

Kajari Cikarang Adakan Sosialisasi Hukum

Bekasi,(APIndonesia.Com). Sekitar 150 orang peserta yang terdiri dari para Kepala Sekolah dari tingkat SD sampai SMA/SMK, para Kades dan Staf sekecamatan  Cikarang Barat mengikuti Sosialisasi Hukum yang diadakan oleh Kejari Cikarang  pada Jumat (13/11) di gedung Sucopindo di Jalan Arteri Tol Cibitung  Cikarang Barat.
  Krisis multidemensi yang  terjadi di segala bidang belakangan ini, ternyata mengusik Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Cikarang Undang Mugopal,SH,MH untuk mensosialisasikan hukum terutama tindak pidana khusus seperti tindak pidana  korupsi di kalangan pejabat dan petugas pelayanan publik di wilayah Kabupaten  Bekasi.
  Menurut Undang Magopal, sering terjadi masyarakat tidak dijadikan subjek tapi menjadi objek sehingga ketika sedang mengurus administrasi di kantor kecamatan atau kantor desa dan instansi lainnya yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat mereka dimintai biaya berupa uang yang menjurus ke praktik korupsi.
  Hal seperti itu, kata Undang, menjadi sorotan masyarakat. Sehingga harus dikikis  habis. Namun tanpa kemauan para pejabat dan pelayan publik serta peran pengawasan dari masyarakat hal itu sulit untuk diwujudkan. “Saya berharap, masing-masing kita menyadari kalau kita ini adalah  pelayan publik yang menjunjung tinggi hukum,” katanya.
  Menurut Kajari, krisis multidimensi yang terjadi saat ini, di bidang hukum sangat berdampak pada kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap penanganan hukum, baik penegakan hukum di tingkat kepolisian dan kejaksaan. “Kalau ini dibiarkan, akan berbahaya dan mengancam penegakan supremasi hukum,” ujarnya.
  Sedangkan kegiatan sosialisasi dan pemahaman dibidang hukum ini akan dilakukan secara continew terutama dikalangan pejabat pembuat kometmen (PPK) pembanguan se Kab Bekasi, tetapi kegiatan ini juga terbuka untuk masyarakat umum, maka tegas dia, kalau ada pelanggaran hukum  yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi sekecil apapaun akan ditindak lanjuti dan diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku,katanya dengan santun.
  Iapun berjanji akan menjadikan hukum sebagai panglima. Penanganan perkara yang menyangkut korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) serta pelanggaran hukum tindak pidana lainnya, akan ditangani secara serius tanpa pandang bulu. Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tidak ragu dalam memberikan keterangan jika mengetahui telah terjadi suatu tindak pidana, baik itu KKN maupun tindak pidana lainnya. “Masyarakat tidak perlu takut untuk memberi keterangan,” imbuhnya.
  Sementara itu Camat Cikarang Barat, Drs H Abdullah Karim, MSi mengatakan, pihaknya sengaja meminta sosialisasi  dan pemahaman hukum ini diawali di Kecamatan Cikarang Barat. “Amhadulillah, itu terkabul,” katanya.
  Camat Cikarang Barat meminta agar kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara periodik sehingga betul-betul dapat dipahami tidak hanya oleh pejabat dan pelayan publik, tapi, juga kalangan masyarakat luas.
  Sementara itu Jonli Nahampun Ketua LSM LP3D memandang bahwa kegiatan sosial yang dilakukan Kejari Cikarang sangat positif karena dalam hal itu untuk mengupayakan agar pencegahan Korupsi lebih penting dilakukan untuk memasimalkan agar keuangan tidak sempat dikorupsi, “Karena mereka sudah paham tentang Hukum,” ujar Jonli.(Nano)

Jumat, 13 November 2009

Pemilihan Dirut PDAM Bernuansa Politis

Jika pertimbangannya profesionalitas, sejumlah elemen masyarakat Bekasi meminta agar Drs H Dhana Satria W dipertahan sebagai Dirut PDAM Bekasi.

Trans, Bekasi
Jangan sewenag-wenang! Sebuah kalimat yang masih sering terdengar. Bahkan, terdengar semakin nyaring tatkala pemilihan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bekasi dilaksanakan. Sejumlah elemen masyarakat bekasi meminta agar pemilihan itu dilakukan secara transparan dan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Dengan demikian, PDAM dapat menjadi lembaga profesional yang selalu meningkatkan kualitas pelayanan bagi warga Bekasi.

Rabu, 11 November 2009

Yusril Ihza Mahendra Disidik Empat Jam di Kejagung


Kapanlagi.com - Mantan Menteri Kehakiman dan HAM (Menkeh HAM), Yusril Ihza Mahendra, Rabu diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait kasus dugaan korupsi pada pelaksanaan Sistim Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum) di Depkumham.

Yusril dimintai keterangan oleh penyidik selama empat jam. Pemeriksaan berlangsung dari pukul 10.00 WIB sampai 13.30 WIB.

[Info untuk Anda: "Semua berita KapanLagi.com bisa dibuka di ponsel. Pastikan layanan GPRS atau 3G Anda sudah aktif, lalu buka mobile internet browser Anda, masukkan alamat: m.kapanlagi.com"]

Seusai pemeriksaan Yusril menyatakan dirinya diminta keterangan untuk kasus dengan tersangka Ali Amran Jannah (mantan Ketua Koperasi Pegawai Pengayoman Depkeh).

"Pemeriksaan untuk keterangan tambahan dari kasus yang terdahulu, hanya melengkapi keterangan yang lalu saja," katanya.

Sementara itu, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Marwan Effendy, menyatakan Yusril Ihza Mahendra belum ditetapkan sebagai tersangka.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, memvonis mantan Dirjen Administrasi Hukum Umum (AHU), Romli Atmasasmita dengan dua tahun penjara.

Dirjen AHU nonaktif, Syamsuddin Manan Sinaga divonis 1,5 tahun penjara, dan Direktur PT Sarana Rekatama Dinamika (SRD) Yohanes Woworuntu divonis empat tahun penjara.

Program sisminbakum ini untuk melayani jasa pembuatan akta perusahaan berbadan hukum. Dalam layanan online tersebut, bekerja sama dengan rekanan, yakni, PT. SRD sebagai pengelola sisminbakum.

Namun dalam perjalanannya, keuntungan dari proyek tersebut tidak seluruhnya masuk ke dalam kas negara, merujuk kerjasama antara PT SRD dengan KPPDK. PT. SRD mendapatkan keuntungan 90% dan KPPDK mendapatkan 10% dari keuntungan program tersebut.

Kasus tersebut disidangkan di PN Jakarta Selatan dan beberapa mantan pejabat di Depkumham telah dijatuhi hukuman.

Kerugian negara sejak 2000 sampai 2008 akibat penyelewengan itu, diduga mencapai Rp420 miliar.

PENGAKUAN WILLIARDI WILLARD MULAI BUKA MISTERI KONSPIRASI


Melihat Antasari mengeluarkan air mata haru setelah mendengar pengakuan Williardi Wizard membuat saya sedikit bergidik dengan membayangkan bahwa diri saya berdiri pada posisinya Antasari Azhar. Apalagi tampaknya baru kali ini dia tersadar bahwa selama ini dia memang dizhalimi untuk sengaja "dijadikan" sasaran utama pihak pejabat kepolisian untuk disingkirkan. Jelas sekali dalam pengakuannya Williaedi Wizard tanpa takut menyatakan dengan lantang bahwa dirinya tidak terlibat dengan pembunuhan direktur PT. Putra Rajawali Banjaran Nusantara, Nasrudin Zukjarnaen, Seperti petikan berita dari Kompas online berikut ini



JAKARTA, KOMPAS.com — Saksi mantan Kapolres Jakarta Selatan Williardi Wizard membuat heboh dalam sidang kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen di PN Jaksel, Selasa (10/11). Ia mengaku BAP pengakuan yang dia buat di BAP telah direncanakan oleh penyidik kepolisian dengan sasaran Antasari Azhar yang dalam sidang itu duduk sebagai terdakwa.
"Bahwa dalam berita acara itu. Pada pukul 12.00 malam lewat kami diperiksa dan didatangi Direktur Reserse Polda, Wadir, Kasat ada tiga orang. Ini demi Allah saya bersumpah bahwa perintah atasan, ini demi Allah saya bersumpah sasaran kami cuma Antasari," kata Williardi.
Kemudian ia melanjutkan. "Matinya lampu ini matinya saya. Waktu itu dikondisikan sasaran kita cuman Antasari. Disamakan dengan BAP Sigid, dibacakan kepada saya," ujar Williarda tanpa wajah takut.
Wiliiardi mengaku kaget ketika keesokan harinya ia dinyatakan terlibat dalam rencana pembunuhan Nasrudin dalam berita televisi. "Kalau bapak bisa buka SMS terakhir saya ke Direktur, minta klarifikasi soal itu. Saya tidak pernah melakukan ini," tutur Williardi kepada majelis hakim yang diketuai Herri Swantoro.
Mendengar kesaksian itu, Antasari tampak terharu. Matanya merah berkaca-kaca, kemudian ia mengelap dahinya dengan tisu dan minum air mineral.

Mempelajari setiap kasus yang berkaitan dengan KPK maka semakin teranglah bahwa pihak kepolisian RI memang sedang kebakaran jenggot, istilah kata kalau selama ini dalam tataran perangkat penegak hukum Aparta Kepolisian masuk sebagai salah satu superbody, semenjak adanya lembaga baru seperti KPK maka tugas kepolisian yang berhubungan dengan kasus basah jadi pekerjaan utama KPK. Tidak perlu orang pandai untuk dapat menebak apa alasan utama pihak kepolisian bisa bersitegang dengan KPK dimana kebanyakan personilnya datang justru dari pensiunan polisi. Seolah dengan gamblang semua orang menangkap, bahwa bila seorang polisi bila hendak menyelesaikan tugasnya maka mereka setelah pensiun harus berbakti di lembaga KPK agar lebih paripurna pengadian mereka. Saya pun berpendapat serupa.

Agaknya pihak kepolisian terutama mereka yang menjabat di polda metrojaya dan mabes polri berusaha untuk membuktikan diri tidak sedang berusaha mematikan langkah sesama mitra kerja peegak hukum. Hanya saja memang pamor KPK jauh lebih cemerlang dan berkilau terlalu indah di mata polisi dan termasuk aparat penegak hukum lainnya seperti pihak kejaksaaan. Nah yang sekarang jadi masalah adalah begitu kuatnya pencitraan buruk yang melekat di atas kinerja mereka yang selama ini memang dinilai buruk oleh publik terlebih ketika kasus Markus (Makelar Kasus) mencuat dan melesat ke langit media massa nusantara, Bisa Anda bayangkan kan, hampir setiap media menuliskan kasus-kasus yang berkaitan dengan perseteruan KPK, Kepolisian dan tentunya juga percakapan telepon Anggodo dengan beberapa tersangka kasus mega. Ini saja sebenarnya sudah cukup membuktikan bahwa aparat kepolisian kini sedang dalam masa kritis pencitraan dirinya. Akankah citra polsisi sebobrok seperti yang tampak di permukaan sekarang ini?

Pihak kepolisian pun segera membantah ucapan dan pengungkapan Williardi Wizard yang langsung dipublikasikan secara nasional melalui beberpa media televisi.

Mabes Polri membantah menekan Komisaris Besar Polisi Williardi Wizard dalam pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen dengan tersangka mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar. Bantahan itu disampaikan Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Nanan Soekarna dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (11/11). Berikut bantahan selengkapnya.



Mabes Polri membantah menekan Komisaris Besar Polisi Williardi Wizard dalam pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen dengan tersangka...

Dari semua itu dapatlah diambil kesimpulan sementara bahwa memang ada konspirasi untuk rekayasa menjatuhkan Antasari Azhar dan juga pelemahan instansi KPK. Berikut petikan berita yang menggambarkan semua itu.


JAKARTA, KOMPAS.com — Dengan terkuaknya fakta hukum dari kesaksian Wiliardi Wizar di PN Jaksel bahwa pihak kepolisian merekayasa kasus mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar, hal ini justru makin membuat masalah hukum Indonesia makin runyam.
Buyung merasa perihatin dengan fakta yang terungkap dalam persidangan kasus Antasari dan fakta yang terungkap dari pengusutan Tim Delapan soal kasus Bibit dan Chandra selama ini. Kedua kasus tersebut terbukti tidak didukung bukti yang kuat. "Jadi ini makin runyam. Makin kentara bahwa ada sesuatu yang enggak beres di negara ini," kata Ketua Tim Delapan Adnan Buyung Nasution di Gedung Wantimpres, Jakarta, Rabu (11/11).
Sekarang sudah terkuak bahwa Berita Acara Pemeriksaan (BAP) untuk kasus Antasari telah direkayasa. Fakta tersebut juga menjadi keprihatinan bangsa Indonesia. "Jika pemeriksaan sudah bisa direkayasa, mau dibawa ke mana bangsa dan negara ini. Itu pertanyaan menggoda, yang membuat saya tidak bisa tidur. Mau dibawa ke mana ini semua," ungkapnya.
Adanya kesaksian Wiliardi Wizar yang sangat mencengangkan publik bisa memperkuat dugaan masyarakat selama ini bahwa ada pihak yang merekayasa untuk menghancurkan institusi KPK melalui kasus Bibit-Chandra dan kasus Antasari. "Nah tiga-tiganya kan tokoh KPK, jadi kalau kita lihat skenario ini, kalau ini benar, kalau benar ya, mudah-mudahan tidak benar, ada skenario rekayasa untuk menghancurkan atau mengkerdilkan atau meruntuhkan KPK," ujar Buyung.
Dari rangkaian ini, Antasari dijadikan target pertama rekayasa tersebut melalui kasus yang dituduhkan kepadanya, yakni otak intelektual pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen dan target selanjutnya yakni Bibit dan Chandra.
Meski ada korban yang bernama Nasrudin, Buyung masih bertanya-tanya, "Apa benar ada pembunuhan, apa benar Antasari yang membunuh, ataukah ini adalah sebuah jebakan dan skenario pihak tertentu."
 
Lalu bila ini memang benar adanya, maka sayapun menduga bahwa ada hal yang lebih besar lagi dari terungkapnya pernyataan heboh Williardi Wizard di pengadilan itu. Setidaknya pasti ini baru sebagian kecil dari banyak kasus pengkerdilan lembaga KPK yang memang semakin "beringas" dan "tegas" menghantam siapa saja tanpa kecuali (termasuk keluarga pejabat negara sekalipun). Kutipan berita berikut memperkuat pernyataan saya di atas.

JAKARTA, KOMPAS.com — Apollo Djara Bonga, kuasa hukum terdakwa mantan Kapolres Jakarta Selatan Kombes Wiliardi Wizar, mengatakan, apa yang diungkapkan kliennya hanya sebagian kecil fakta mengenai penanganan kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen. Kliennya akan membuka fakta-fakta lain dalam sidang selanjutnya.
"Itu bagian kecil yang diungkapkan Wiliardi. Masih ada hal-hal lain yang belum diungkap seperti soal intimidasi. Itu akan diungkap di persidangan berikutnya," ucap dia di Mabes Polri, Rabu (11/11).
Apollo mengatakan, pihaknya akan meminta pengadilan menghadirkan nama-nama anggota Polri yang disebutkan oleh kliennya saat persidangan kemarin untuk dimintai keterangan. Mereka yang disebutkan yaitu Staf Ahli Kapolri Irjen Hadiatmoko dan Wakil Direktur Keamanan dan Kejahatan Transnasional Bareskrim Kombes Mohammad Iriawan.
"Jadi, kalau mau melakukan penegakan hukum dan menginformasikan tidak ada tekanan, harus ada kesediaan dan kesiapan moral saudara-saudara yang disebutkan untuk jadi saksi," jelas dia.
Seperti diberitakan, Wiliardi memberikan pernyataan menghebohkan saat persidangan kemarin. Dalam sidang, Williardi mengaku berita acara pemeriksaan (BAP) dirinya dikondisikan. Keterangan dalam BAP-nya disamakan dengan keterangan dalam BAP tersangka Sigid Haryo Wibisono untuk menjerat Antasari. Dia juga mengaku perubahan BAP itu atas perintah atasannya, yaitu Kapolri.

Senin, 09 November 2009

Teh Botol Sosro, Raja Teh SMDK


Teh merupakan minuman yang sudah dikenal sangat luas di Indonesia dan di dunia. Minuman berwarna cokelat ini umum menjadi minuman penjamu tamu. Aromanya yang harum serta rasanya yang khas membuat teh banyak dikonsumsi. Selain kelebihan tadi, ada banyak zat yang memiliki banyak manfaat yang sangat berguna bagi kesehatan tubuh.


Zat-zat bermanfaat yang terkandung dalam teh antara lain polifenol, yaitu senyawa yang berfungsi sebagai antioksidan untuk menangkal radikal bebas dalam tubuh juga ampuh mencegah berkembangnya sel kanker dalam tubuh. Lalu vitamin E berfungsi menjaga kesehatan jantung dan membuat kulit menjadi halus; vitamin C berfungsi sebagai imunitas atau daya tahan bagi tubuh manusia; serta vitamin A.

Ada banyak jenis teh. Pengelompokan dan penamaannya dilakukan berdasarkan cara pemrosesannya sebelum dan setelah daun teh dipetik dari pohon. Nama-nama itu antara lain, Teh Hitam (black tea), yakni teh yang dalam pengolahannya melalui proses fermentasi penuh. Sering juga dikenal dengan nama teh merah. Kemudian, Teh Oolong (oolong tea). Teh ini dalam pengolahannya melalui setengah proses fermentasi, dan merupakan minuman favorit di China dan India.

Lalu, Teh Hijau (green tea), yaitu dalam pengolahannya tidak melalui proses fermentasi. Setelah daun teh dipetik langsung diolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teh hijau mampu menurunkan risiko terkena kanker. Dan berikutnya Teh Putih. Teh ini dalam pengolahannya tidak melalui proses oksidasi. Saat di pohon, daun teh juga terlindung dari sinar matahari agar tidak menghasilkan klorofil atau zat hijau daun.

Lantaran kaya manfaat bagi kesehatan tubuh, teh oleh para pelaku usaha yang jeli membaca peluang pasar akhirnya dipasarkan dalam bentuk kemasan yang siap minum. Teh dalam bentuk kemasan tersebut pertama kali diproduksi di Slawi, Jawa Tengah pada tahun 1940-an. Dan sekarang sudah banyak merek teh siap minum dalam kemasan (SMDK) yang beredar di pasaran. Cuma, dari sejumlah merek teh tersebut mana sesungguhnya yang mendapat respons positif dari konsumen?

Kalau mengacu pada hasil survei pasar yang dilakukan MARS Indonesia di 7 kota (Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Denpasar) maka merek teh siap minum dalam kemasan yang paling tinggi dikonsumsi adalah Teh Botol Sosro. Market share yang diraih sangat besar, yaitu 81,5% pada 2006 dan 79,2% pada 2007. Meski terjadi penurunan sedikit tapi marginnya masih sangat lebar dengan peringkat kedua (runner up) yaitu Frestea, yang hanya meraih market share 5,3% (2006) dan 6,2% (2007). Lalu peringkat ketiga tetap diraih Fruit Tea, dengan market share 5,3% (2006) dan 3,9% (2007).
Sementara untuk peringkat keempat dan seterusnya terjadi pergeseran. Jika pada 2006 posisi tersebut diduduki Tekita maka pada 2007 direbut oleh Teh Kotak, sedang Tekita melorot ke posisi kelima. Selanjutnya, Arinda yang pada 2006 menduduki posisi kelima kini terjun ke posisi ketujuh. Mount Tea juga terjun bebas, dari posisi ketujuh ke posisi kesepuluh pada 2007.

Sukses besar diraih S-Tee, dari sebelumnya peringkat kedelapan pada 2006 kini naik ke posisi keenam. Begitu pula Nu Green Tea, berhasil loncat tinggi, dari sebelumnya berada di bawah peringkat 12 besar kini bercokol di peringkat delapan besar, menggantikan posisi S-Tee. Juga Zestea naik satu tingkat, dari posisi kesepuluh ke posisi kesembilan.
tabel-sosro
Keberhasilan Teh Botol Sosro merajai pasar teh siap minum di Indonesia sebetulnya sangat wajar, mengingat dialah pelopor minuman teh siap minum dalam kemasan pertama di Indonesia dan terbesar di dunia.
Memang, tak banyak merek-merek lokal di luar merek-merek rokok yang dapat berkibar dan melegenda seperti Teh Botol Sosro yang dirintis Sosrodjojo sejak 1940-an di Slawi Jateng itu. Kuncinya, ternyata ada pada penerapan prinsip-prinsip branding. Prinsip utama adalah nama merek mudah diucapkan dan diingat, juga dari sisi grafisnya mudah dikenali serta diingat.

Selanjutnya, dalam upaya menerobos pasar nasional keluarga Sosro masuk pasar Jakarta pada 1974. Alasannya potensi pasarnya yang besar, sebagai sentra perdagangan yang memudahkan pemasaran di daerah lain, serta posisi Jakarta sebagai trend setter bagi masyarakat daerah lain. Menguasai Jakarta akan memudahkan ekspansi ke daerah lain. Dan itu terbukti, sehingga kini Teh Botol Sosro terus menjadi market leader. ***

Possibly related posts: (automatically generated)

Sabtu, 07 November 2009

Ketua DPRD tak mau hadir dalam lepas sambut Kejari

Kejari Mengaku Hanya Sebatas Undangan Saja,
Kusnadi Bantah Terlibat Acara Lepas Sambut di Rumdin Walikota

Bekasi, dobeldobel.com
Acara lepas sambut Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi dari Sucipto kepada Kusnadi Halim banyak menimbulkan kontroversi karena diselenggarakan di rumah dinas Walikota Bekasi, Mochtar Mohamad dan meninggalkan pembicaraan miring di kalangan aktivis, anggota dewan bahkan internal pemkot Bekasi dan Kejari Bekasi. Seperti yang diketahui, banyak pihak mempertanyakan dana yang berasal dari APBD dan bahkan ada juga yang mengatakan anggaran itu bersumber dari kalangan pengusaha yang diminta untuk menyumbangkan (biaya siluman).

Dari polemik dan pembicaraan sumbang itu, Ketua DPRD Kota Bekasi, Azhar Laena menyatakan dengan tegas, itulah alasan atas ketidakhadiran dirinya atas undangan dari walikota. Azhar menduga bahwa ada kemungkinan yang tidak etis dengan penyelenggaraan lepas sambut jabatan Kejari di rumah dinas Walikota. "Kena[pa harus diadakan di rumah dinasnya, kan bsia saja di gedung walikota dan lebih bersifat resmi. Justru hal ini lah yang menimbulkan banyaknya dugaan tak sedap bagi walikota sendiri," ujarnya kepada dobeldobel.com pada Jum'at pekan lalu di kantornya sore hari.

Masalah dugaan kuat bahwa walikota Bekasi, Mochtar Mohamad sengaja melakukan acara lepas sambut jabatan Kejari di kediaman dinasnya itu pada malam Sabtu pekann lalu itu, membuat beberapa pejabat terkait, baik pemdakota yang diwakili Sekda, Tjandra Utama Effendi maupun Kejari yang ditegaskan Kasi Intel, Husein Atmaja terkesan saling melempar tangan. Sekda mengatakan bahwa acara tersebut diselenggarakan Kejari dan biayanya dari sumbangan orang lain, sementara Kasi Intel Kejari menegaskan jika acara pisah sambut di rumah dinas walikota itu adalah keinginan Pemkot Bekasi dan sepenuhnya ditanggung pihak Pemkot.

Saling lempar tangan itulah memaksa Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi Kusnadi Halim angkat bicara dan membantah keras pihaknya terlibat penyelenggaraan acara lepas sambut itu. Selain tiu dirinya juga menegaskan tidak mengeluarkan uang untuk acara tersebut. "Saya hanya undangan saja dan sebenarnya acara lepas sambut semacam itu tidak perlu. Tetapi karena bersifat undangan, ya saya menghadirinya," ujarnya.

Namun begitu undangan seremoni tersebut, kata dia, tidak akan mempengaruhi kinerja Kejari Kota Bekasi menuntaskan kasus korupsi. Konsistensi, kata dia, tetap dipegang teguh. "Jangankan Kejari, seisi negeri ini harus konsisten memberantas korupsi," ujar mantan Asisten Pengawas (Aswas) Kejati Lampung tersebut.

Pemberitaan sebelumnya, acara lepas sambut Kepala Kejaksaaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi dari Sucipto ke Kusnadi Halim, Jum'at (30/10) lalu tidak hanya disoal karena dilakukan di rumah dinas walikota Bekasi, Mochtar Mohamad. Tapi masalah pembiayaan acara tersebut yang menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) juga mencuat di kalangan LSM dan DPRD Kota Bekasi.

Memang sebelumnya, Kepala Bagian (Kabag) Umum Pemkot Bekasi Edy Dadyo kepada Radar Bekasi mengakui diperintahkan mempersiapkan makanan dan minuman untuk resepsi lepas sambut Kejari Bekasi. Sementara biaya tenda, artis, panggung dan cinderamata, kata Edy, bukan diurus pihaknya. Bahkan, katanya, dana tersebut bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Bekasi.

"Saya tidak mungkin mengeluarkan rincian biaya jika tidak ada persetujuan dari sekretaris daerah (Sekda)," tegasnya polos seperti yang dilansir Radar Bekasi beberapa waktu lalu.

Dengan pernyataan Kejari tersebut, beberapa kalangan pun semakin yakin jika pelaksanaan lepas sambut Kejari di rumdin wealikota merupakan inisiatif walikota Bekasi, Mochtar Mohamad. "Itu biasa dan selalu menjadi agenda walikota setiap pergantian aparat hukum di Kota Bekasi. Dia (walikota) berusaha merangkul dan dekat pejabat yudikatif. Silakan saja menilai, ada apa dengan sikap seperti itu," tegas Ifan, Direktur Jaringan Muda Bekasi (JMB), Jum'at lalu (5/11) kepada wartawan. (dul/nic/sidikrizal)

Jumat, 06 November 2009

PERDA KEBAKARAN TIDAK EFEKTIF

"Persediaan infrastruktur seeprti hidran, persyaratann ketat dalam pembangunan pemukiman harus diberlakukan"

Bekasi, dobeldobel.com
Kejadian kebakaran besar baru-baru ini yang terjadi pada sebuah gudang pabrik plastik di Mustikasari dekat rumah seorang anggota dewan, Tumai, Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi, yang nyaris melalap perumahan warga pada jam 03.00 wib dimana hanya satu mobil pemadam kebakaran yang bisa datang, menunjukkan bahwa peraturan daerah (perda) Kebakaran yang pada bulan Juli 2009 lalu disahkan ternyat belum efektif.

Dalam Perda tersebut antara lain mengatur tentang keberadaan hydran, akses jalan mobil pemadam kebakaran di dalam komplek perumahan, hingga ancaman denda sebesar Rp.50juta bagi masyarakat yang sengaja membakiar sampah secara sembarangan.

Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi, Sutriyono kepada Radar Bekasi mengatakan, soal kebakaran yang paling penting adalah antisipasi terjadinya kebakaran, bukan pada penangan setelah kebakaran terjadi. Mantan Ketua Komisi A periode 2004-2009 ini juga mengatakan pihak eksekutif harus bisa menegakkan perautran daerah yang ada. "Penyediaan infrastruktur seperti hydran, persyaratan ketat dalam pembangunan pemukiman mesti dilakukan, ungkap politisi asal PKS tersebut.

Sebelumnya diberitakan Dinas Penataan dan Pengawasan Bangunan (P2B) Kota Bekasi bakal mencabut Izin Mendirikan Bangunan (IMB) bagi pemilik bangunan ruko jika ketahuan tidak memiliki anak tangga darurat. Tindakan pencabutan ijin tersebut untuk menekan angka korban jiwa dalam kasus kebakaran di Kota Bekasi.

Tindakan pencabutan ini dilakukan P@B Kota Bekasi, karena hingga mendekati akhir tahun 2009 ini kasus kebakaran di Kota Bekasi mencapai 120 kasus, hingga menelan korban jiwa sebanyak 3 orang. Seblumnya, di tahun 2008 kasus kebakaran hanya mencapai 100 kasus, yang berarti angka kasus kebakaran mengalami kenaikan (haj-radar Bekasi)

Komisi A akan panggil Walikota Bekasi

Untuk Klarifikasi Perpanjangan Jabatan Sekda

Bekasi, dobeldobel.com
Perpanjangan masa kerja jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi Tjandra Utama yang ketigakalinya oleh Walikota Bekasi, Mochtar Mohamad diduga sarat dengan KKN. Hal itu dilontarkan Anggota Komisi A DPRD Kota Bekasi, Komite Daerah Anti Korupsi (Komdak) dan aktivis mahasiswa yang mengkritik keras perpanjangan jabatan sekda Kota Bekasi tersebut.

Anggota Komisi A DPRD Kotra Bekasi, Syafei mengatakan perpanjangan jabatan Sekda yang dilakukan Walikota Bekasi patut dipertanyakan. Bukan hanya menumbat regenerasi PNS di Pemerintahan Kota Bekasi, tapi juga diduga acdan unsur KKN dalam perpanjangan jabatan tersebut.

"Dalam hal ini walikota sama saja menyunat regenarasi pejabat eselon II dan perputaran regenerasi jadi mandeg dan tidak berjalan sesuai siklusnya," kata anggota Fraksi Golkar itu kepada Radar Bekasi 5 November lalu.

Bahkan, kata dia, bila perpanjangan itu tetap dilakukan walikota maka pencitraan pemkot akan runtuh dan ketidakpercayaan warga kota Bekasi akan hilang terhadap walikota. "Itu sama saja menjatuhkan citra Pemkot dan patut kita (DPRD Kota Bekasi, red) pertanyakan.

Untuk itu Syafei menegaskan akan emngusulkan ke pimpinan Komisi A DPRD Kota Bekasi untuk memanggil walikota untuk meminta keterangan dan klarifikasi terkait perpanjangan jabatan sekda hingga tiga kali. "Komisi A dalam waktu dekat ini akan memanggil walikota dan menanyakan permasalahan perpanjangan jabatan Sekda yang ketiga kalinya secara langsung," tambahnya.

Sementara itu Komite Daerah Anti Korupsi (Komdak) Bekasi, Hilaludin Yusri mengatakan perpanjangan Sekda yang dilakukan hingga ketigakalinya itu membunuh tahapan regenerasi. "Masih banyak pejabat eselon II yang layak untuk menduduki kursi ketiga pejabat Kota itu, atau adanya KKN dalam perpanjangan Sekda itu," sindirnya.

Menurutnya, puluhan pejabat yang sudah layak dalam kategori jabatan Sekda banyak ditemukan di Pemkot, tepi kenapa perpanjangan ketigakalinya dilakukannya. "Sudah cukup dua kali saja, itu sama saja membunuh karier pejabat lain," tambahnya.

Terpisah, Ketua HMI MPO Cabang Bekasi, Fathurrahman menegaskan, kalau dirunut dari kejadian dan kasus yang lalu, perpanjangan jabatan Sekda yang dilakukan walikota hanya pengamanan indikasi kasus korupsi yang dilakukan walikota dan sekda.

"Walikota hanya mengamankan kepentingan saja dan adanya indikasi balas jasa walikota kepada Tjandra Utama, dan itu hanya mengebiri dan mematikan potensi pejabat lain yang punya peluang menduduki jabtan sekda tersebut," tandasnya. (dul)

Video Mata di Langit Ada Dalam Banyak Versi Rekaman di Youtube

VIDEONYA NYATA, KOMENTAR DAN KETERANGANNYA DUSTA?

Dunia, dobeldobel.com
Ada beberapa rekaman video yang menggambarkan penampakan aneh mata di langit pada saat terjadinya fenomena di beberapa belahan dunia, termasuk di gempa Tasikmalaya, gempa Padang, sore hari di Solo dan Angin Taufan di negara jiran seperti Kualalumpur. Yang menjadi masalah manakah rekaman video yang asli?

Coba Anda simak rekaman video berikut:

INI VERSI REKAMAN VIDEO yang KATANYA SEBELUM TERJADI GEMPA DI TASIKMALAYA



SEDANGKAN YANG INI VERSI REKAMAN VIDEO yang KATANYA dari GEMPA PADANG
Perhatikan pengambilan dan sudut gambar yang ada termasuk pepohonannya yang sama persis



Dan ini versi rekaman yang sudah dimodifikasi dubbing suaranya dengan beberapa tulisan seolah terjadinya di KL (Kualalumpur)



Yang lebih lucu lagi masih ada saja komentar seseorang dengan timbulnya rekaman video mata di langit sebagai akibat dari lancangnya seorang perempuan mengumandangkan adzan maghrib, seperti rekaman video youtube berikut yang serupa namun beda pengirim.



yang lebih lain dari yang lain adalah pengirim menyatakan ini adalah mata Dewa Syiwa? Satu rekaman video mata dengan intepretasi subyektif, dan cenderung berbau SARA (pembenaran subyektif), kini tinggal bagaimana pendapat Anda?

Kamis, 05 November 2009

BKD Tidak Konsisten Dalam Penerimaan CPNS

Bekasi, dobeldobel.com
Seringnya dijumpai di tengah masyarakat Kota Bekasi yang mengeluhkan sulitnya mendaftarkan diri menjadi Calon Pegawan Negeri Sipil, karena persyaratan yang selalu tidak tetap dan baku serta banyak praktek percaloan dalam penerimaan CPNS tersebut menjadi perhatian utama Komisi A DPRD Kota Bekasi. Apalagi seringnya beredar rumor bahwa masih saja adanya istilah "uang vitamin" untuk menjadi CPNS agar dipermudah dalam proses seleksi, maka Anggota Komisi A, Ariyanto Hendrata, anggota legislatif dari Fraksi PKS menegaskan tentang rencananya sebelum hari pembukaan pendaftaran tanggal 2 November 2009.
"Kami akan melakukan pemanggilan kepada Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), dan menanyakan segala teknis dan sistem yang sudah dan sedang dijalankan nanti, demi mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal-hal seperti Anda, rekan wartawan tanyakan," ungkapnya di kantor dewan beberapa hari sebelum hari Senin pembukaan pendaftaran tersebut, dimana Komisi A akhirnya melakukan sidak (inspeksi mendadak) ke lokasi penerimaan CPNS di Aula KPUD Kota Bekasi jl. Ir. H. Djuanda, Bekasi Timur.

Pada pelaksanaan sidaknya pada proses penerimaan CPNS di Kota Bekasi, Komisi A ternyata menemukan banyak kejanggalan, seperti perbedaan dari persyaratan yang tertulis yang dibagikan kepada para peserta. Sekretaris Komisi A, Arianto Hendrata mengungkapkan kejanggalan tersebut diantaranya adalah tidak konsistennya BKD Kota Bekasi dalam merelaisasikan persyaratan bagi pelamar.

Lebih jauh lagi, Ariyanto mengatakan bahwa temuan tersebut adalah dibolehkannya tidak menuliskan isian formulir dengan hurup kapital. Pdahal dalam persayaratan tertulis pelamar harus menulis dengan menggunakan huruf kapital. "Selain itu, dibolehkannya menggunakan surat pengangkatan kerja, padahal jelas-jelas dalam persayaratan tersebut adalah hanya diperbolehkan melampirkan surat keterangan," ungkap politis muda ini.

Karena itu, Komisi A, kata Arianto melanjutkan, akan kembali memanggil BKD dengan menggunakan hak untuk bertanya. Pemanggilan tersebut terkait dengan tidak konsistensinya BKD dalam membuat persayaratan untuk CPNS. "Atas dasar apa dan siapa yang memutuskan kebijakan tersebut," tegasnya.

Secara terpisah, Aminuddin, Kabid Administrasi BKD Kota Bekasi mengatakan jumlah pendaftaran CPNS online sampai dengan hari ini (tanggal 6 November) mencapai 8000-an pendaftar. Tetapi yang sudah masuk melalui PO.BOX total 1418 untuk tenaga pendidikan 254 orang, tenaga kesehatan 326 orang, dan tenaga strategis 834 orang. Sementara hasil laporan yang masuk tentang percaloan CPNS ini sebanyak 15 orang dan semuanya guru. "Ke-15 guru tersebut mengeluhkan oknum BKD yang menelpon para guru tersebut agar mentransfer Rp. 5 juta biar lolos," ujar Iman.

Imanuddin menambahkan pendaftaran CPNS secara online akan ditutup besok (tanggal 7 November), sementara yang mendaftar secara manual baru akan ditutup pada tanggal 11 November mendatang.
SidikRizal (col - radar bekasi).

SBY Minta Lindungi Anggodo


Jakarta, POS KUPANG. com -- Kendati namanya disebut Anggodo Widjojo (adik Dirut PT Masaro Radiokom Anggoro Widjojo dala rekaman dugaan kriminalisasi Wakil Ketua KPK (nonaktif) Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendesak pihak-pihak terkait untuk melindungi keamanan Anggodo Widjojo.
"Saya minta tolong dilindungi keselamatannya. Ini penting saudara-saudara perlindungan saksi, perlindungan siapapun," kata Presiden Yudhoyono di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (5/11).

Perlindungan keamanan Anggodo, menurut Kepala Negara dilindungi dari sisi hukum agar tidak terjadi hambatan untuk memproses hukum dugaan kriminalisasi KPK.

"Negara kita negara hukum. Jangan ada nanti tangan-tangan tidak bertanggung jawab yang ingin mengeruhkan suasana dan ingin melakukan tindakan-tindakan yang tidak semestinya," paparnya.

Kepala Negara mengemukakan, perlindungan juga diberikan terhadap Wakil Ketua KPK (nonaktif) Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah. Menko Polhukam Marsekal (Purn) Djoko Suyanto pun diminta untuk melindungi Bibit dan Chandra saat meringkuk di rumah tahanan Markas Komando Brimob Kelapa Dua, Depok. "Bagaimapun keselamatan beliau berdua harus dilindungi," paparnya.

Meski memberi perlindungan, SBY berharap proses hukum terhadap perkara Bibit dan Chandra tetap berjalan."Siapapun yang disangka didakwa kalau ternyata tidak terbukti dalam pengadilan nanti ya mesti dibebaskan. Sebaliknya kalau terbukti bersalah juga mendapatkan sanksi hukum.
Itulah keadilan," urainya. (Persda Network/ade)

Rabu, 04 November 2009

Polri Bebaskan Anggodo Widjojo


Jakarta (ANTARA News) - Anggodo Widjojo, adik kandung Anggoro Widjojo, tersangka kasus korupsi yang kini buron, Rabu malam, dibebaskan setelah menjalani pemeriksaan hampir 24 jam di Bareskrim, Mabes Polri Jakarta.

Pengacara Anggodo Widjojo, Bonaran Situmeang mengatakan kliennya sudah meninggalkan gedung Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Markas Besar (Mabes) Polri setelah menjalani pemeriksaan secara maraton.

Bonaran mengatakan hal itu saat meninggalkan gedung Bareskrim Mabes Polri, di Jakarta Selatan, Rabu malam sekitar pukul 21.15 WIB.

"Klien saya (Anggodo) sudah pulang," katanya sambil meninggalkan gedung Bareskrim dengan menggunakan mobil sedan warna silver bernomor polisi B-2214-BA.

Bonaran menuturkan Anggodo menjalani pemeriksaan terkait rekaman percakapan dirinya dengan sejumlah penegak hukum yang diperdengarkan di Mahkamah Konstitusi (MK), Selasa (3/11).

Bonaran awalnya enggan memberikan informasi keberadaan Anggodo yang sudah menjalani pemeriksaan sejak Selasa (3/11) malam sekitar pukul 23.00 WIB tersebut, namun setelah didesak sejumlah wartawan, Bonaran mengaku kliennya itu sudah meninggalkan Mabes Polri.

Berdasarkan pantauan, Anggodo meninggalkan gedung Bareskrim Mabes Polri tidak melalui pintu utama, namun lewat pintu lainnya sehingga luput dari penglihatan wartawan yang menunggu sejak pagi.

Pengacara itu tidak menjawab saat wartawan bertanya mengapa Anggodo meninggalkan gedung Bareskrim tidak melewati pintu utama.

Lebih lanjut, Bonaran menyatakan Anggodo bisa meninggalkan Mabes Polri karena penyidik tidak menetapkan kliennya itu menjadi tersangka terkait rekaman percakapan Anggodo yang diduga merekayasa perkara pimpinan Korupsi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif, Bibit Samad Rianto dan Chandra M. Hamzah.

Terkait dengan materi pemeriksaan terhadap Anggodo, Bonaran mengungkapkan penyidik menanyakan seluruh isi rekaman percakapan Anggodo dengan sejumlah penegak hukum.

Pertanyaan penyidik, antara lain apakah Anggodo pernah memerintahkan pejabat penegak hukum, apakah Anggodo melakukan rekayasa dan sejumlah pertanyaan lainnya.

"Anggodo jawab semuanya tidak pernah," ujar Bonaran.

Bonaran menceritakan, Anggodo mengaku pernah bicara dengan mantan Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung, Wisnu Subroto, tapi saat itu dalam rangka konsultasi hukum karena Anggodo tidak mengerti terkait masalah yang dihadapinya.

Sebelumnya, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Irjen Pol. Nanan Soekarna mengatakan pihak penyidik belum menemukan alat bukti yang cukup untuk menetapkan adik Anggoro Widjojo tersebut, untuk menjadi tersangka.

"Hingga saat ini penyidik belum menemukan alat bukti yang cukup untuk menetapkan Anggodo menjadi tersangka," kata Nanan Soekarna.

Nanan mengatakan tim penyidik melakukan pemeriksaan terhadap Anggodo sejak Selasa (3/11) pukul 23.00 WIB, namun polisi belum menemukan formulasi hukum yang tepat untuk Anggodo.

Nanan menjelaskan polisi berusaha memformulasikan enam sangkaan terhadap Anggodo terkait dengan isi rekaman percakapannya dengan sejumlah pejabat penegak hukum itu.

Keenam tuduhan itu, antara lain pencemaran nama baik, penghinaan, upaya percobaan penyuapan, tuduhan fitnah dan ancaman terhadap seseorang.

Namun demikian, Nanan menyatakan polisi tidak akan berhenti mengungkap kasus ini meskipun batas waktu pemeriksaan (1 X 24 jam) terhadap Anggodo sudah habis, karena status Anggodo bisa berubah jika polisi menemukan alat bukti, seperti keterangan dari saksi.(*)

Selasa, 03 November 2009

Tim Independen: Anggodo Widjojo Harus Ditindak


JAKARTA, KOMPAS.com — Tim independen pencari fakta kasus Chandra Hamzah dan Bibit Samad Rianto mendesak Kapolri untuk segera menjatuhkan tindakan tegas kepada Kabareskrim Komjen Susno Duaji dan Anggodo Widjojo. Seusai menghadiri sidang pemutaran rekaman di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), tim yang diketuai Adnan Buyung Nasution langsung menggelar rapat di Gedung Dewan Pertimbangan Presiden, Jakarta, Selasa (3/11).

Dalam konferensi pers seusai rapat, Adnan Buyung mengatakan telah berkomunikasi langsung dengan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri tentang permintaan tim yang dibentuk Presiden itu agar Susno segera dinonaktifkan untuk sementara dari jabatannya.

"Perlu respons cepat kepada penegak hukum khususnya Kabareskrim yang bertanggung jawab dalam proses pemeriksaan Chandra dan Bibit. Beliau merupakan tokoh sentral meski banyak jajaran polisi turut berperan," tuturnya.

Adnan mengatakan, Kapolri dalam komunikasi dengan tim independen merespons positif permintaan tersebut. Selain minta agar Susno dinonaktifkan, tim juga meminta agar Mabes Polri segera melakukan tindakan terhadap Anggodo Widjojo.

"Kami sepakat semua terhadap Anggodo yang merupakan tokoh sentral dominan. Luas jaringannya ke penegak hukum seakan-akan semua bisa dikuasai. Harus ditindak tegas. Tidak boleh dibiarkan berkeliaran," ungkapnya.

Menurut dia, Kapolri juga merespons positif permintaan tim agar Anggodo segera ditindak tegas. Bahkan, menurut dia, saat ini kepolisian sedang mencari Anggodo untuk ditangkap.

Selain meminta agar Susno dan Anggodo diberikan tindakan tegas, tim independen juga meminta Mabes Polri segera menangguhkan penahanan terhadap Chandra Hamzah dan Bibit Samad Rianto.

Tim pembela Bibit dan Chandra pada Selasa malam segera melayangkan surat penangguhan penahanan ke Mabes Polri. Tim independen pada Selasa malam juga akan mendatangi Mabes Polri agar permohonan penangguhan penahanan tersebut segera direspons Kapolri.

Adnan yang didampingi tujuh anggota tim lain saat memberikan keterangan pers mengatakan, tim amat memahami respons masyarakat yang pasti geram setelah menyimak rekaman di sidang MK yang disiarkan secara langsung oleh stasiun TV ke seluruh Indonesia.

"Jadi, bisa kita bayangkan masyarakat jadi geram, marah, paling tidak bingung bagaimana negara hukum tapi aparatur negara bisa didikte dan ditekan oleh orang-orang yang kita dengar suaranya tadi," tutur Adnan.

Untuk itu, tim independen berharap, pasca-penayangan rekaman tersebut, kepolisian dapat segera mengusut orang-orang yang terlibat dalam percakapan tersebut dan melakukan tindakan tegas terhadap mereka yang terbukti bersalah.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

GlestRadio-Bekasi

Iklan Display Bekasi

Google+ Followers

Iklan Baris Global

Distributor Madu & Propolis Murni