English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified twitterfacebookgoogle plusrss feedemail

Korupsi jangan dijadikan budaya! Pilih pemimpin yang cinta rakyat, bukan cinta kekuasaan! Bagian Iklan Hubungi (021)27101381 - 081385386583


Dariyanto, S.Kom. Anggota DPRD Kota Bekasi 2014-2019

Informasi tentang kandidat caleg, pemilukada & pilpres Indonesia

Minggu, 20 Desember 2009

Massa Rusak Fasilitas Pembangunan Gereja

Bekasi, Sejumlah fasilitas di proyek pembangunan Gereja St Albertus, yang berlokasi di Kota Harapan Indah, Medan Satria, Kota Bekasi, dirusak massa, Kamis (17/12/2009) pukul 22.45 WIB. Perusakan berakhir sekitar 15 menit kemudian setelah polisi menghalau massa keluar kawasan proyek gereja.
Masa merusak gudang semen dan kantor kontraktor, sementara pos satuan pengaman dan kantor konsultan pembangunan gereja tersebut nyaris ludes akibat dibakar.
Massa, yang diketahui berasal dari kecamatan-kecamatan di wilayah utara Kabupaten Bekasi, juga melempari gedung dan merusak material bahan bangunan.
Ketua Umum Panitia Pembangunan Gereja St Albertus, Kristina Maria Rantetana, menyatakan, gereja itu tetap akan digunakan sebagai tempat penyelenggaraan Misa Natal 2009.
Menyusul insiden perusakan itu, digelar pertemuan antara unsur muspida Kota Bekasi dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Rumah Dinas Wali Kota Bekasi, Jumat (18/12/2009) siang. Pertemuan itu difasilitasi Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad dan dihadiri Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi, Polres Metro Bekasi Kabupaten, Kodim 0507 Bekasi, dan sejumlah ulama serta pengurus FKUB Kota Bekasi. Pihak yang hadir dalam pertemuan itu sepakat untuk bersama-sama menjaga kerukunan antarumat di wilayah Bekasi.
Wakil Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyatakan prihatin atas insiden perusakan itu. Ia meminta semua elemen masyarakat saling menghormati dan menjaga kerukunan.
Kepala Polres Metro Bekasi Ajun Komisaris Besar Iman Sugianto menyatakan, polisi sudah memeriksa 28 orang, sebagian di antaranya perempuan. Satu peleton polisi ditugaskan menjaga kompleks gereja yang berlokasi dekat sekolah BPK Penabur Harapan Indah. (Don).

Asset Pemdakot Bekasi 1,9 miliar Tak Jelas Keberadaanya


BEKASI--MI: Aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Jawa Barat, senilai Rp1,9 miliar tidak dapat ditelusuri atau tidak jelas keberadaannya.

Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi Sutriyono di Bekasi, Kamis (17/12) mengatakan, besarya nilai aset itu didasarkan hasil audit dari BPK dalam memantau nilai aset dan pemanfaatannya oleh eksekutif.

"Adanya temuan aset yang tidak jelas keberadaanya itu mengakibatkan hasil audit dari BPK untuk Pemkot Bekasi mendapat predikat wajar dengan pengecualian. Pengecualian itu terkait dengan aset yang belum terlacak," ujarnya.

Total aset Pemkot Bekasi mencapai Rp3,1 triliun. Ia menambahkan, aset yang tidak jelas keberadaanya itu ada di 14 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) baik berupa aset bergerak maupun aset tetap. Selain aset sebesar Rp1,9 miliar, aset lain senilai Rp4 miliar oleh BPK dinilai tidak menggambarkan kondisi sebenarnya.

Menurut anggota dewan dari PKS itu, ketidakjelasan serta aset yang tidak menggambarkan kondisi sebenarnya itu akan jadi tugas eksekutif untuk dibenarkan lagi hingga dalam audit BPK mendatang, persoalannya sudah bisa selesai.

Seorang pemerhati masalah perkotaan di Bekasi, Priyatna mengatakan, ada kecenderungan aset pemerintah daerah berupa tanah dan bangunan di Kota Bekasi telah dialihfungsikan tanpa izin hingga luasnya terus menyusut. Ia minta aparat terkait melakukan penertiban di lahan milik negara yang telah diserobot itu dan mengembalikannya ke fungsi semula. Untuk lahan yang sudah dijadikan bangunan agar dibongkar.

"Saya mendukung ada sanksi terhadap pengambil aset pemerintah kota. Untuk memberi efek jera tidak cukup hanya dengan pembongkaran apalagi kalau pelakunya adalah orang berdasi," ujarnya.

Untuk aset berupa barang bergerak, menurut dia, bisa ditelusuri dari arsip pinjam pakai kendaraan serta melakukan investigasi terhadap aparat terkait penggunaan kendaraan tersebut.

Ia menyatakan, aset yang tidak jelas keberadaanya itu bila dilihat dari prosentase amat kecil namun perlu tetap diupayakan agar bisa ditemukan dan aset yang ada harus tetap dijaga hingga tidak terjadi pengambilalihan secara tidak benar. (Ant/OL-06)

Jumat, 18 Desember 2009

Panti Pijat tidak Berizin Menjamur di Bekasi

BEKASI--Panti pijat dan refleksi tidak berizin menjamur di Kota Bekasi. Keberadaan panti pijat ilegal ini meresahkan masyarakat, karena diduga kerap dijadikan tempat maksiat. Ironisnya, kondisi itu terkesan dibiarkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi. Ketua DPRD Kota Bekasi, Azhar Laena, mengatakan banyaknya panti pijat dan refleksi yang tidak berizin di Kota Bekasi, mencerminkan lemahnya pengawasan dari aparat Pemkot Bekasi.

Maraknya panti pijat ilegal, kata Azhar, justru dapat menimbulkan keresahan warga, karena panti pijat tersebut berpotensi dijadikan sebagai tempat maksiat. “Sehingga sulit untuk membedakan mana panti pijat yang murni untuk kesehatan dan mana yang menawarkan jasa kemaksiatan,” ujar Azhar, Jum'at (18/12).
Selain berpotensi dijadikan tempat maksiat, kata Azhar, panti pijat tidak berizin juga melanggar Peraturan Daerah (Perda) no 9 tahun 2007 Tentang Usaha Kepariwisataan. “Dari sisi pelanggaran Perda seharusnya sudah bisa ditindak dan tertibkan,” kata Azhar.

Semantara itu, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda, Olah Raga, Budaya, dan Pariwisata (Disporbudapar) Kota Bekasi, Arief, mengakui ratusan panti pijat dan refleksi yang ada di Kota Bekasi tidak berizin atau ilegal.

Menurut Arief, tidak berizinnya ratusan panti pijat itu, lantaran tingginya biaya pengurusan perijinan yang diberlakukan oleh Pemerintah Kota Bekasi. “Sehingga para pemilik panti pijat enggan mengurus perizinannya,” ujarnya.

Terkait banyaknya panti pijat dan refleksi tidak berizin di Kota Bekasi, Arief berkilah, Disporbudpar Kota Bekasi hanya sekedar memberikan rekomendasi. “Sedangkan yang mengeluarkan izinnya Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT),” ujar Arief.

Selain itu, Arief mengaku kesulitan untuk menertibkan panti pijat yang tidak berizin, karena hal itu bukan menjadi kewenangan Disporbudpar, melainkan kewenangan Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Kota Bekasi. “Kita hanya instansi teknis saja,” tuturnya.

Sedangkan upaya pengawasan, kata Arief, telah dilakukan dengan mengumpulkan para camat dan lurah se-Kota Bekasi untuk memberikan informasi panti pijat dan kegiatan kepariwisataan di wilayahnya yang tidak memiliki izin. “Kalau perlu jika ada yang baru muncul tapi tidak berizin, segera ditertibkan,” ujar Arief. c14/pur

Kamis, 17 Desember 2009

PERAYAAN SEDERHANA TAHUN BARU HIJRIAH DI BEKASI

Sebanyak 1.500 umat Muslim dari Yayasan Darut Taqwa Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, menggelar pawai keliling dalam rangka tahun baru Islam 1431 Hijriah.

Peserta pawai yang berseragam putih-putih berjalan kaki sejauh lima kilometer mulai dari Masjid Darut Taqwa Pekayon menuju Gelanggang Olah Raga (GOR) Stadion Bekasi menyusuri ruas Jalan Raya Ahmad Yani sekitar pukul 20.00 WIB.

Kemeriahan ditandai dengan penampilan bedug, dan marching band yang dilakukan santri bersama sejumlah pelajar di wilayah setempat. Sementara warga lainnya berjalan dengan membawa obor.

Ketua Panitia Pelaksana, Ust KH. Abdul Hadi Ketua Yayasan Darut Taqwa, di Bekasi, Kamis, mengatakan kegiatan itu rutin diselenggarakan setiap tahun pada malam pergantian tahun baru Islam.

"Kegiatan ini kami lakukan sejak tahun 1990. Alhamdulillah sampai kini perayaan tahun baru Islam terbina dengan baik, terbukti jumlah peserta yang terus mengalami peningkatan," ujarnya.

Pantauan ANTARA di lokasi, peserta berasal dari kalangan anak-anak hingga usia lanjut. Mayoritas merupakan warga Kelurahan Pekayon dan sebagian berasal dari Kecamatan Pondok Gede dan Bekasi Barat.

Dudi Rustandi (12), perwakilan peserta merasa senang dengan kegiatan tersebut. "Seru bisa ramai-ramai sama teman membawa obor keliling kota. Obornya saya buat sendiri dari bambu," ujarnya.

Sementara itu, Tri Saptohadi (54) mengaku hampir setiap tahun mengikuti kegiatan tersebut sebagai bentuk suka cita menghadapi tahun baru Islam. "Saya selalu merasa memiliki semangat baru saat memasuki tahun baru Islam. Biasanya momentum seperti ini saya manfaatkan untuk mengkoreksi apa yang menjadi kekurangan dalam diri saya untuk diperbaiki pada tahun selanjutnya," kata Tri.

Kegiatan pawai sempat mengakibatkan kepadatan lalu lintas di ruas Jalan Protokol AHmad Yani, mulai dari simpang Pekayon hingga simpang GOR Stadion Bekasi.

"Khusus untuk malam ini, kami telah menerjunkan 50 anggota untuk mengamankan jalannya perayaan malam tahun baru Islam. Tidak ada penutupan jalan, sebab massa berjalan hanya menggunakan bahu jalan sehingga kendaraan masih dapat melintas di badan jalan," ujar Kasatlantas Polrestro Bekasi, AKP Tommy. (*)

Rabu, 16 Desember 2009

APBD 2010 Harus Pro Rakyat, DPRD Kota Bekasi Belum Ketok Palu

MASIH BANYAK DINAS AJUKAN ANGGARAN IRASIONAL

Bekasi, dobeldobel.com
Menunggu kinerja dari Badan Anggaran yang akan menentukan seberapa besar anggaran yang akan diseujui oleh DPRD Kota dalam RAPBD 2010, seperti menunggu bunyi petasan raksasa. Saat dobeldobel.com menghubungi Yusuf Nasih, Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi, dia menegaskan bahwa sekarang ini DPRD, khususnya Badan Anggaran akan menentukan dan kami sudah sepakat untuk lebih mengalokasikan sebagian besar anggaran kepada belanja publik.


"Memang masih banyak sekali usulan anggaran dari dinas yang keami cermati tidak proporsional, misalnya saja dari Dinas PU, yang menganggarkan Pemeliharaan Jalan hingga 35 milyar, sedangkan Kecamatan yang ada di Kota Bekasi hanya ada 12. Seandainya setiap Kecamatan mendapat jatah anggaran pemeliharaan jalan sebesar 1 milyar saja, maka kira-kira anggaran yang dibutuhkan kan cuma 12 milyar atau paling mentok hanya 15 milyar. Sedangkan yang diajukan malah 35 milyar, mending sisa 20 milyar dialokasikan buat sekotr pendidikan ata sektor kesehatan masyarakat," ungkap Yusuf Nasih.


Mencermati bahwa saat penentuan finalisasi anggaran banyak sekali calo (makelar) anggaran dinas, beberapa anggota dewan menyikapi beragam.Eny Widhyastuti dari fraksi PDIP, menegaskan tak benar adanya Makelar Anggaran Dinas yang disinyalir datangnya dari tokoh-tokoh tertentu. Seandainya itu ada, segera komunikasikan dan kasih tahu kepada kami agar segera kami tindak lanjuti, tegasnya.


Lain halnya dengan Ratu Tau, anggota DPRD dari Fraksi Demokrat, yang mengatakan bahwa praktik pencaloan (makelar) anggaran Dinas sangat disayangkan bila itu terjadi di lingkungan DPRD Kota Bekasi. Apalagi bila itu terjadi di antara tokoh-tokoh partai politik yang sering mempunyai akses dengan dinas-dinas yang dimaksud, jawab sang politisi tentang maraknya tokoh-tokoh politisi yang mencoba menjadi makelar anggaran dinas agar dipermudah dan disetujui oleh DPRD. Kebanyakan dari makelar itu disinyalir datang dari tokoh parpol tertentu yang pernah menjabat jadi anggota dewan pada periode sebelumnya.
Sidik Rizal - dobeldobel.com





Berita terkait tentang RAPBD 2010 Kota Bekasi.


Jakarta, RMOL. Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kota Bekasi, untuk tahun 2010 oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bekasi, yang ditargetkan selesai Januari 2009, masih berlangsung alot dan palu belum diputuskan.

Pasalnya, masih ada sejumlah anggaran yang perlu ditinjau ulang, dan setiap item APBD itu harus dibahas detail dan tuntas. Pada prinsipnya, peruntukan APBD itu, harus pro kepentingan masyarakat, bukan kepentingan pejabat atau oknum di Pemerintahan Kota (Pemkot) Bekasi ” ujar Ketua DPRD Kota Bekasi, Ahar Laena kepada Rakyat Merdeka Online, Rabu (16/12).

“Saya yakin, penetapan APBD yang semula direncanakan selesai akhir Desember 2009 ini tidak akan terealisasi. Karena, sangat banyak ke-pentingan yang harus dibahas bersama, antara Badan Anggaran (Banang) Dewan dengan pihak legislatif,” terangnya.

Bahkan kata Azhar yang merupakan Ketua DPC Partai Demokrat di Kota Bekasi ini, masih ada angka yang perlu dievaluasi, seperti anggaran pembangunan Universitas Bekasi, yang mencapai Rp 4 miliar.

“Kami melihat, ada anggaran yang diusulan Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi, Tjandra Utama Efendi, mencapai Rp 4 miliar, untuk pembangunan Universitas Bekasi, masih terlalu tinggi. Ditambah lagi, adanya rencana perpanjangan jabatan Tjandra sebagai Sekda, masih ditentang sejumlah anggota dewan dari berbagai fraksi yang ada di DPRD,” terangnya.

Kembali soal target pembahasan APBD, Azhar mengakui, berdasarkan ketentuan APBD 2010, sudah harus ditetapkan akhir 2009. Tetapi, kenyataan tidak demikian. Yang jelas, tambahnya, setiap item APBD harus dibahas detail dan tuntas. Pada prinsipnya, peruntukan APBD itu, harus pro kepentingan masyarakat, tandas Azhar.

Sebelumnya, Azhar mengemukakan, pihaknya menargetkan, pertengahan Desember 2009, APBD Kota Bekasi tahun 2010 sudah ditetapkan. “Kami jadwalkan tanggal 20 Desember 2009, APBD sudah ketok palu, sehingga  akhir Januari 2010 sudah dapat dilaksanakan,”  katanya saat itu. 

Ternyata, dalam perjalanan, pembahasannya tidak semudah yang dibayangkannya. Lam-batnya pembahasan APBD itu, terkait juga dengan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diusulkan eksekutif. Dewan melihat  target PAD itu  harus ditingkatkan.

Perbandingannya, tahun anggaran 2010 legislatif  hanya menargetkan PAD Rp 252 miliar, sedangkan Dewan  menetapkan PAD menjadi Rp 262 miliar.  Artinya, Pemerintah Kota Bekasi (Pemkot), harus mampu menggali potensi daerah untuk peningkatan PAD. “Selain membahas secara detail dari mana saja sumber PAD itu, anggaran yang diajukan anggota legislatif, masih perlu direvisi kembali, “ kata Azhar.

Ia mencontohkan, seperti pembangunan Universitas Bekasi, yang mencapai Rp 4 miliar, diniai terlalu memberatkan APBD. Selain itu, masih ada potensi daerah yang belum tergali secara maksimal di Kota Bekasi, di antaranya pajak parkir yang dikelola pihak swasta.

Selama ini, parkir  yang dikelola swasta, seperti pada pusat-pusat perbelanjaan, pelaksanaannya tidak transparan. pembagian hasilnya juga terlalu kecil. Oleh karenanya, dewan memandang  perlu ada revisi peraturan daerah (Perda) yang mengatur pajak parkir, sehingga bagi hasilnya bisa 50:50 persen, antara pihak swasta yang menarik pajak dari masyarakat dengan Pemkot Bekasi, tandas Azhar. [bis]

Selasa, 15 Desember 2009

Azhar Laena: Kami Akan Segera Panggil Walikota

Jakarta, RMOL. Tampaknya, Walikota Bekasi, Mochtar Muhamad, tidak menggubris himbauan sejumlah anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) kota Bekasi, termasuk kecaman Ketua DPRD, Azhar Laena, terkait rencana perpanjangan jabatan Sekertaris Daerah (Sekda),  Tjandra Utama Effendi, untuk yang ketiga kalinya.

Hal ini dikatakan Azhar saat dihubungi Rakyat Merdeka Online, Selasa (15/12) sore. Padahal menurutnya, perpanjangan jabatan Sekda itu, maksimal dua kali, apalagi Tjandra itu-kan sebelumnya sudah pensiun, tetapi kok masih diperpanjang lagi sebagai Sekda? tanya Azhar yang diusung dari Partai Demokrat ini,

Azhar menjelaskan, sebagai Ketua Dewan di DPRD Kota Bekasi, dirinya masih menunggu masukan dan laporan dari berbagai anggota fraksi, untuk mengajukan tiga hak progratif yang dimiliki anggota dewan, yaitu hak angket, interpelasi dan pemanggilan serta menanyakan langsung kepada Walikota, alasan perpanjangan Tjandra sebagai Sekda.

Namun, jika Walikota masih ngotot melakukan perpanjangan jabatan Sekda, “Tidak menutup kemungkinan, kami akan memanggil Walikota, kalau perlu menggunakan hak angket, interpelasi dan budgeting,” paparnya.

Sejauh ini, lanjutnya, sudah banyak anggota DPRD yang sudah memberikan dukungan tertulis agar DPRD Bekasi menggunakan hak interpelasi dan  memanggil Mochtar atau yang sering dipanggil M2 ini. “Tapi posisinya masih menunggu karena pengangkatan sekda itukan belum terjadi,” tandasnya.

“Jika Walikota Bekasi, tetap memaksakan kehendak memperpanjang Tjandra sebagai Sekda untuk ketiga kalinya hingga Maret 2010, itu artinya, sama dengan memandeg-kan kaderisasi PNS dan sistem birokrasi di Kota Bekasi tidak berjalan sebagai mestinya, bahkan menimbulkan kecemburuan di kalangan pejabat eselon,”  pungkas Azhar.

Sementara, baik Mochtar Muhamad yang akrab disapa M2, maupun Tjandra, ketika diminta komentarnya seputar perpanjangan Tjandra sebagai Sekda, hinga berita ini diturunkan, tidak mengangkat teleponnya dan tidak pula membalas beberapa pertanyaan yang dikirim melalui pesan pendek (SMS).  [bis]

Ratusan Orang Demo di Kantor Wali Kota Bekasi

BEKASI, (PRLM).- Ratusan orang dari Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Kota Bekasi dan Gerakan Cinta Indonesia Cinta KPK (Cicak) berunjukrasa di depan Kantor Wali Kota Bekasi, Jln., Ahmad Yani Kota Bekasi, Selasa (15/12). Massa dari GMBI mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi untuk membatasi perizinan pasar modern (swalayan terwaralaba) yang mulai menjamur di Kota Bekasi sedangkan massa dari Gerakan Cicak meminta penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan korupsi sejumlah projek yang ada di Kota Bekasi.

Dalam orasinya, Ketua GMBI Distrik Kota Bekasi, Zakaria mengatakan jika saat ini sejumlah swalayan terwaralaba (pasar modern) di Kota Bekasi telah mencapai ke tingkat kelurahan dan perkampungan. Hal ini, kata Zakaria mematikan usaha para pedagang kecil. Terlebih, ketika para pedagang kecil tersebut sering terkena penggusuran dan razia sedangkan perizinan pasar modern dibuka luas. 


"Semua yang pakai embel-embel -mart di belakangnya sudah mencapai seluruh wilayah di Kota Bekasi. Bahkan, di tingkat RT pun telah menjamur. Hal ini merugikan para pedagang kecil yang malah sering kena gusur," katanya. Diungkapkan Zakaria, sejak bisnis pasar modern menjamur di Kota Bekasi, penghasilan para pedagang kecil merosot hingga 50 persen. "Pendirian pasar modern itu ada aturannya, berapa jarak yang ideal dengan warung kecil, toko kelontong serta pasar tradisional sehingga keberadaannya tidak mematikan pedagang warung serta pasar tradisional," kata Zakaria dalam orasinya. 


Disebutkan Zakaria sejumlah aturan yang seharusnya ditindaklanjuti dengan peraturan daerah (perda) pembatasan pasar modern, misalnya PP No 12 tahun 2007 serta Permen Perdagangan RI tgl 12 desember 2008 No 53/117-DAG/PER/12/2008. Namun, Zakaria menilai Pemkot melalui sejumlah dinas terkait terlalu longgar dalam memberikan izin pendirian pasar modern sehingga mematikan padagang kecil. "Langkah Pemkot menunjukkan bahwa mereka memihak kepada kaum kapitalis," tambahnya. 


Meski tidak berhasil menemui walikota, sejumkah perwakilan GMBI ditemui oleh beberapa pejabat Pemkot Bekasi. Dalam pertemuan tersebut, Pemkot Bekasi berjanji akan menutup sementara perizinan pendirian pasar moderns ebelum ada perda yang mengaturnya dengan jelas, menutup bisnis pasar modern terwaralaba yang tidak mempunyai perizinan yang lengkap, serta akan menindaklanjuti tuntutan GMBI ini kepada dinas terkait. "Kami akan melalukan investigasi, jika sampai ada toko dengan embel-embel -mart yang tidak berizin, maka kami meminta agar Pemkot Bekasi menutup toko tersebut," ungkap salah seorang peserta unjuk rasa, Hendra. 


Sementara itu, massa Gerakan Cicak yang menumpang 11 minibus melakukan aksi berjalan mundur di halaman kantor walikota."Aksi ini sebagai simbol mundurnya sistem pemerintahan yang bersih di Kota Bekasi," kata koordinator aksi, Sugeng Wiyono. Massa berjalan mundur hampir sejauh 20 meter dan melakukan orasi.

Menurut Sugeng, Gerakan Cicak Bekasi telah melaporkan dugaan korupsi pejabat daerah ke Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi dan Kejaksaan Negeri Bekasi. Namun, hingga saat ini belum ada respon. Mereka pun berencana melakukan aksi di Gedung KPK seusai aksinya di Kantor Walikota Bekasi. 


Sugeng menyebutkan beberapa indikasi korupsi dalam projek revitalisasi Pasar Baru senilai lebih dari Rp 83 miliar, penghapusan aset Pasar Baru, dugaan korupsi dana KPR KORPRI Bekasi senilai Rp 4 miliar, serta projek TPA  Bantargebang. Selain itu, massa juga menolak perpanjangan masa jabatan Sekda Kota Bekasi untuk ketiga kalinya. Mereka menilai perpanjangan jabatan ini bermuatan KKN. (A-155/A-120)***

Senin, 14 Desember 2009

PERSIPASI MENANG ATAS SEMEN PADANG 1-0


Big Match antara PERSIPASI (Persatuan Sepak Bola Indonesia Kota Bekasi) peringkat 2 Divisi Utama Wilayah 1, melawan Semen Padang berlangsung secara ketat. Persipasi tampil impresif dihadapan pendukungnya. Motor serangan Persipasi, Steven Mennoh beberapa kali melakukan shotting langsung ke gawang Semen Padang yang di jaga Ahmad Kurniawan. Ahmad Kurniawan yang pernah membela Persita, Persik dan Arema masih mampu menangkap dan memblok bola.

Begitu juga Semen Padang pada babak pertama melakukan serangan gencar dengan menempatkan Marcio Sousa dan Edward Wilson Yunior sebagai tombak penyerang. Pada menit 25 Marcio Sousa melakukan pergerakan disisi kanan Persipasi dengan mengecoh Erick F. Senaen lalu melakukan shotting keras ke gawang Persipasi yang dikawal Dedi Suparman. Dedi berhasil menepis bola dan hanya menghasilkan tendangan penjuru.

Ketegangan pertandingan sangat terasa dibabak kedua. Kerasnya pertandingan selain ditunjukkan dilapangan pada menit ke 57 berpindah ke tribune penonton ketika terjadi hands ball dan Persipasi dihadiahi Penalti. Di Tribun Barat pendukung yang tak terkendali sempat melemparkan botol aqua ke arah pemain Semen Padang yang tidak puas keputusan wasit dan mengejarnya sampai ke pinggir lapangan.

Setelah sepuluh menit aksiden protes pemain Semen Padang berlangsung, keputusan wasit tetap dilaksanakan tendangan penalti. Pelatih Warta Kusuma menunjuk Steven Mennoh untuk melakukan eksekusi. Dengan impresif Mennoh berhasil menjalankan tugasnya. Persipasi unggul 1-0. Persipasi naik peringkat diklasemen menjadi peringkat 1 dengan nilai 12, sedangkan
Semen Padang turun Peringkat 2.

Pertandingan yang panas memaksa wasit mengeluarkan 2 kartu kuning yang diberikan kepada pemain kedua tim. Agus Supriyanto (Persipasi) dan Nico Susanto (Semen Padang) diganjar kartu kuning setelah melakukan pelanggaran. Selain itu, Arcan Iurie Pelatih Semen Padang dan
Asdian selaku manajer menyampaikan kekecewaannya secara lisan. Hal itu terkait kepemimpinan wasit, terutama keputusan memberikan hadiah pinalti. Protes tertulis dalam bentuk laporan batal dilakukan kubu Semen Padang. (*)

Arcan juga mempertanyakan keberadaan pengawas pertandingan yang tidak ada ditempat. Sehingga berbagai protes penalti dan perpanjangan waktu tidak bisa dilakukan karena kekurangsigapan pengawas pertandingan. Arcan juga bingung pada siapa dia akan membuat laporan protes diakhir pertandingan karena pengawas tidak ada ditempat. Ditambah insiden
pemukulan yang diterima pemain Semen Padang pasca pertandingan, karena saat akan didiskusikan dengan pengawas situasi malah memanas.


REHAB STADION PATRIOT

Salah satu faktor yang mendukung suksesnya pertandingan juga ditentukan oleh keberadaan stadion. Stadion Patriot dilihat dari fisik diakui manajer Persipasi Tjandra Utama Effendi masih kokoh berdiri. Hanya diakui kapasitas 5.000 penonton dirasa perlu untuk adanya rehabilitasi stadion. "Stadion Patriot mungkin perlu dipercantik tribun, setel ban, lampu dan
rumputnya agar lebih representatif", ujarnya.

Terlihat di tribun barat banyak plafon yang sudah jebol dan lampunya mati. Bahkan pada pertandingan Persipasi vs Semen Padang terlihat tribun "goyah" tidak mampu menahan berjubelnya penonton. Pagar Pembatas perlu ditingkatkan kualitasnya. Sehingga Bekasi lebih siap menatap SLI. (Don).

Ayam Goreng Tulang Lunak

Renyah sampai ke tulang-tulangnya.




 
Pertumbuhan bisnis makanan dan minuman di berbagai daerah memang tak bisa dipandang sebelah mata. Tingginya minat pasar dan besarnya keuntungan yang dijanjikan, membuat sebagian masyarakat mulai tertarik untuk menekuni bisnis makanan dan minuman sebagai peluang usaha yang cukup potensial. Tidaklah heran bilakini berbagai macam menu makanan serta minuman kreatif mulai disajikan pelaku usaha untuk memanjakan lidah para konsumennya.
Saat ini tidak hanya restoran-restoran besar saja yang mulai bermunculan untuk mengusai pasar di bisnisfood and beverage. Para pedagang tendakakilimapun tidak mau kalah bersaing, sehingga tak jarang kita menemui berbagai macam makanan dan minuman menarik yang sengaja dijajakan para pedagang di sepanjang jalan raya yang ramai dilalui warga. Biasanya  para pelaku bisnis kuliner di Indonesia menjajakan aneka jenis makanan ringan (camilan), aneka macam kue, masakan tradisional maupun internasional, sampai beragam variasi minuman dingin ataupun panas yang diangkat sebagai produk unggulan untuk mendapatkan untung besar setiap bulannya.
Nah, bagi Anda yang tertarik menekuni bisnis makanan dan minuman yang peluangnya semakin mantap. Pada pekan ini sengaja kami informasikan salah satu peluang bisnis makanan yang memiliki banyak penggemar, yaitu menu ayam goreng tulang lunak.
Konsumen
Berbagai masakan dan makanan hasil olahan ayam menjadi kegemaran hampir semua orang. Selain ayam gorengkentuckydan ayam bakar, saat ini olahan ayam goreng tulang lunak menjadi salah satu menu baru yang banyak diminati konsumen. Wajar adanya bila menu ini digemari banyak pelanggan, sebab tidak hanya tekstur dagingnya saja yang terasa lembut namun tulang ayamnya juga bisa dimakan karena lunak dan empuk.
Kalau anda ingin mencoba membuat Ayam Goreng Tulang Sendiri ini ada resepnya coba praktekan sendiri.  Untuk Resep AGTL lihat di bawah ini.
Bahan-bahan/bumbu-bumbu :
1 ekor ayam kampung, dibelah dua tidak putus, tekan melebar
1 bungkus ragi instan
1 batang serai, diambil putihnya, dimemarkan
2 lembar daun salam
2 cm lengkuas, dimemarkan
400 ml santan dari 1/2 butir kelapa
minyak untuk menggoreng

Bumbu Halus:
5 butir bawang merah
3 siung bawang putih
1 sendok teh ketumbar
4 butir kemiri
2 cm kunyit
2 cm jahe
1 sendok makan garam
Cara Pengolahan :
  1. Tusuk-tusuk ayam dengan garpu. Taburi ragi instan dan bumbu halus. Diamkan 2 jam.
  2. Masukkan ayam ke panci presto. Tuang santan, serai, daun salam, dan lengkuas. Masak 1 jam dengan api kecil.
  3. Keluarkan ayam dari panci presto. Dinginkan.
  4. Goreng dalam minyak yang sudah dipanaskan sampai matang
Jika Anda Malas Mecoba silahkan Pesan (Order) +62-81385386583

Rabu, 09 Desember 2009

Demo Anti Korupsi Bekasi


Pada Hari Anti Korupsi sedunia Gedung DPRD Kota Bekasi diguncang 2 Demo. demo pertama berasal dari HMI Cabang Kota Bekasi, mereka menyuarakan agar Korupsi dapat diberangus dari Kota Bekasi. Namun pada demo HMI ini perwakilan Mahasiswa tidak diterima oleh Anggota Dewan hingga mereka membubarkan diri.
 
 
 

Demo yang kedua datang dari Kelompok Anti Korupsi pimpinan Paranormal Ki Kusumo. Turut serta dalam rombongan demo tersebut beberapa artis sinetron. Dalam demo kedua ini Anggota Dewan berkenan untuk menerima para pendemo tersebut. 
 
 

Minggu, 06 Desember 2009

Hasil Renungan SBY, Akan Ada Makar


JAKARTA--Presiden SBY kembali menyatakan tudingan aliran dana skandal Bank Century yang dialamatkan ke kader Partai Demokrat - termasuk dirinya - adalah musibah dan semata-mata fitnah. Dalam renungan malamnya, sebut SBY, motif di balik tudingan itu hanyalah pelengseran dirinya dan penghancuran Partai Demokrat. Dia pun menyatakan ada motif politik dalam gerakan memperingati hari anti-korupsi, 9 Desember 2009.

''Tepat ketika partai kita memperingati sewindu berdirinya, musibah dan cobaan ini saya harus katakan seperti halilintar di siang hari, ketika cuaca kita terang benderang. Apa itu? Partai Demokrat dan sejumlah kadernya termasuk saya sendiri mendapatkan fitnah dan pembunuhan karakter yang luar biasa,'' kata SBY dalam rapimnas Partai Demokrat, Ahad (6/12) siang. Partai Demokrat dan kadernya, ujar dia, difitnah menerima aliran dana dari Bank Century dengan jumlah yang sangat besar.

''(Sementara) yang kita tahu, Allah tahu, sejarah tahu, tidak satu rupiah pun jika tidak halal harus menjadi bagian dari pendanaan perjuangan partai,'' ujar Presiden. Soal kehalalan dana ini, ujar dia, adalah doktrin itu falsafah dan praktek yang mereka lakukan. Jika sampai hal tu dilanggar kadernya, maka akan menerima sanksi yang keras dan tidak pandang bulu.

''Saya sungguh prihatin. Akal sehat saya mengatakan bahwa perilaku politik seperti ini, paling tidak untuk jangka pendek ingin mendiskreditkan, ingin menggoyang, kalau bisa menjatuhkan SBY dan pemerintahan yang dipimpinnya. Jangka menengah dan jangka panjang, dengan fitnah dan pembunuhan karakter itu, ingin menghancurkan reputasi dan nama baik Partai Demokrat di muka rakyat, agar pemilu 2014 Partai Demokrat dilupakan dan diharapkan kalah total,'' ungkap SBY. Menurut dia kesimpulan tersebut merupakan hasil dari renungan dan olah pikir dia.

Kepada seluruh kader Partai Demokrat, SBY yang menjadi ketua dewan pembina partai ini menginstruksikan fitnah jangan dibalas dengan fitnah. Pembunuhan karakter pun jangan dihadapi dengan pembunuhan karakter. Demikian pula politik adu domba dan intrik jangan dibalas dengan politik adu domba dan intrik. ''Pendek kata, di dalam memerangi kemungkaran, jangan digunakan cara-cara yang sama-sama mungkarnya atau lebih mungkar dari cara yang kita terima dari pihak yang tidak bertanggung jawab,'' kata dia.

SBY mengatakan negara kita adalah negara hukum. ''Karena itu mari kita menempuh cara yang tersedia dalam ruang hukum, untuk mendapatkan keadilan yang sejati. Tentu pula kita juga menggunakan cara lain yang tetap positif dan memdidik. Mari kita jauhi kekerasan,'' ujar dia.

Terkait skandal Bank Century ini, SBY mengatakan sebagai Presiden sikapnya jelas dan terang. ''Yaitu agar dibikin terang, yang disebut kasus bank century itu. Agar rakyat mendapatkan kejelasan sejati. Bikin terang. Apa adanya. Sambil saya mengingatkan pada bulan itu sesungguhnnya September - Desember 2008, dunia teramsuk negara kita berada dalam situasi krisis perekonomian,'' ujar dia.

Konflik kepentingan yang menjadi keingintahuan rakyat, kata SBY, menurutnya juga menjadi keinginannya untuk terjawab. ''Conflict of interest itu baik di Bank Century maupun kasus lain. Apakah di pengambil keputusan, kebijakan, dan langkah-langkah nyata itu punya sesuatu yang diinginkan ? '' ujar dia. SBY mempersilahkan dilihat apakah betu ada konflik kepentingan itu, termasuk ada atau tidaknya korupsi dalam skandal ini. ''Silahkan pula dilihat, dicek, apakah ada aliran dana yang tidak semesttinya sebagaiaman fitnah kejam yg dialamatkan kepada kami. Buka. Ada PPATK, LPS, Bank Century dengan kepemimpinan baru, semua pihak, buka. Jangan ada dusta di antara kita,'' kata dia.

Kepada kader partainya yang masuk dalam panitia angket skandal ini di DPR, SBY pun meminta mereka dengan terang menjawab ketidakmengertian dan rasa ingin tahu rakyat. ''Itu Bank Century, kita bikin terang. Tegakkan kebenaran dan keadilan. Fakta dan realitas, dan bukan fitnah,'' tegas dia.

Rabu, 02 Desember 2009

Pemenang Pasanggiri Mojang Jajaka Belum Terima Hadiah

BEKASI,(PRLM).- Sejumlah pemenang Pasanggiri Mojang Jajaka (Pemilihan Abang-Mpok) Kabupaten Bekasi mengeluhkan karena hadiah berupa uang pembinaan belum diterima sejak enam bulan lalu. Mereka menduga ada penyelewengan dana dalam penyelenggaraan kegiatan tahunan ini.
"Sejak awal penyelenggaraan kami melihat Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda, dan Olahraga tidak profesional. Kami menduga penyelenggraan pemilihan Abang-Mpok tidak transaparan," kata Ketua Paguyuban Abang-Mpok (IAM) Kabupaten Bekasi, Mahdi Soekarta ketika ditemui "PRLM" di Cikarang, Rabu (2/12).
Mahdi mengatakan, penyelenggaraan Pemilihan Abang-Mpok 2009 menghabiskan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi 2009 sebesar Rp 175 juta.
Kasi Pariwisata Disporbudpar Kabupaten Bekasi, Yat Elly Soefiatna, saat dikonfirmasi membantah jika penyelenggaraan Pemilihan Abang-Mpok Kabupaten Bekasi tidak transparan. Elly juga menampik anggapan kalau anggaran kegiatan telah habis. "Dananya belum cair seluruhnya," kilahnya. (A-186/A-50)***

Uji Emisi Butuh Dana Rp200 Juta


BEKASI - Kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang akan menerapkan sanksi uji emisi tahun depan membuat Pemkot Bekasi melakukan antisipasi. Pemkot Bekasi mengajukan usulan anggaran Rp200 juta dalam RAPBD 2010 untuk melaksanakan uji emisi massal.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi Tri Ardianto mengatakan, rencana Pemprov DKI Jakarta yang akan memberikan sanksi terhadap kendaraan roda empat yang tak memiliki stiker lulus uji emisi, secara langsung memberikan dampak bagi masyarakat Kota Bekasi.

Pemkot Bekasi khawatir kebijakan ini akan membuat masyarakat Kota Bekasi enggan untuk mendatangi bengkel-bengkel resmi kendaraan roda empat yang ada di Kota Bekasi. Sebab bengkel-bengkel resmi di Kota Bekasi belum mendapatkan kewenangan mengeluarkan stiker lulus uji emisi.

"Kalau masyarakat Kota Bekasi beralih ke bengkel-bengkel di Jakarta, tentunya akan mengkhawatirkan tenaga kerja yang sudah ada di bengkel resmi yang ada di Kota Bekasi," kata Tri Ardianto kemarin.

Sedangkan bagi masyarakat Kota Bekasi ada kebingungan, apakah kendaraan yang bernomor polisi B Bekasi juga harus memasang stiker lulus uji emisi tersebut. Apalagi penerapan sanksi uji emisi ini dilakukan Januari dan belum ada bengkel resmi di Kota Bekasi yang mendapat kewenangan memberikan stiker lulus uji emisi.

Oleh karena itu, melalui RAPBD 2010 Dishub Kota Bekasi mengajukan usulan anggaran Rp200 juta untuk pelaksanaan uji emisi massal kendaraan pelat B Bekasi. Usulan anggaran uji emisi massal ini untuk membantu masyarakat Kota Bekasi yang mempunyai kendaraan roda empat dalam menjalankan aktivitasnya di Jakarta.

Dalam waktu dekat Dishub akan melakukan koordinasi dengan Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLHD) Kota Bekasi untuk menggandeng pihak swasta dan bengkel-bengkel resmi untuk diberi kewenangan melakukan uji emisi dan mengeluarkan stiker uji emisi. Koordinasi ini harus secepatnya sebelum kebijakan sanksi uji emisi dilaksanakan di Jakarta.

"Kami tidak ingin, Januari mendatang justru banyak warga Kota Bekasi yang terkena sanksi uji emisi ini dan tentunya secara tak langsung membuat malu Pemkot Bekasi," tuturnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi Tumai mendukung rencana tersebut. Sebab dengan cara itulah pemkot dapat membantu masyarakat pemilik kendaraan roda empat yang melakukan aktivitas sehari-hari di Jakarta.

"Untuk usulan RAPBD 2010, DPRD akan berupaya untuk merealisasikan usulan tersebut karena demi kepentingan masyarakat Kota Bekasi yang membayar pajak di Kota Bekasi ini," paparnya.(hri)
(Koran SI/Koran SI/lsi)

Hawa Panas Keluar dari Rumah Astuti


BEKASI, KOMPAS.com — Warga Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dikejutkan dengan munculnya semburan gas bumi dari dalam tanah yang menimbulkan hawa panas.

"Fenomena munculnya semburan gas itu terjadi sejak Selasa pagi dari ruang tamu, yang saya duga berasal dari sambungan tiang listrik di depan rumah," kata Astuti Irani (31), warga Kavling Kahuripan II RT 14/ RW 6, Babelan, Rabu (2/12) malam.

Titik semburan gas terjadi pada radius kira-kira 15 meter di sekitar wilayah setempat. "Sejak pagi tadi, hawa itu semakin terasa panas. Bahkan setelah saklar listrik dimatikan, hawa panas masih juga terasa, bahkan suhunya semakin meningkat," ujarnya.

Astuti kemudian melaporkan kejadian kepada ketua RT setempat. Aparat RT, Sekdes, dan Kapolsek sepakat rumah tersebut dipasangi garis polisi untuk keamanan.

Akibat situasi itu, Astuti beserta keluarga terpaksa mengungsi ke rumah saudara karena takut bila tiba-tiba ada semburan.

"Polisi juga menyarankan untuk mengungsi demi keselamatan sampai ada pengecekan dari BMKG dan Pertamina," katanya.

Astuti menambahkan, rumah tipe 30 miliknya berdiri di sekitar wilayah eksplorasi minyak dari Pertamina. Air yang biasa dikonsumsinya kini seperti berminyak.

Hal senada juga disampaikan Risdarman (45), warga setempat. Menurutnya, sejak enam bulan yang lalu, Pertamina sudah melakukan uji seismik.

"Jaraknya dekat rumah saya atau kira-kira 300 meter dari rumah yang dihuni Astuti," ujarnya.

Bahkan, kabel uji seismik berada sekitar empat meter dari rumah yang mengeluarkan hawa tersebut. "Kami sudah tahu jika area ini memang area eksplorasi. Namun, pihak Pertamina belum mensosialisasikan lebih jauh mengenai hal tersebut," katanya.

Kepala Polsek Babelan AKP M Rosyid mengatakan, pemasangan garis kuning dilakukan untuk mengantisipasi hal buruk sampai polisi mendapatkan konfirmasi dan pengecekan dari pihak terkait.

Akibat kemunculan gas panas, ratusan warga sekitar mendatangi rumah Astuti. Sebagian warga menganggap hal tersebut sebagai fenomena alam yang unik. "Beberapa warga mempercayai, semburan hawa panas tersebut mampu mengobati penyakit," katanya.

Dialek Bekasi Perlu Diajarkan di Sekolah

BEKASI, KOMPAS.com — Bahasa Melayu dialek Bekasi, yang mirip bahasa Melayu dialek Betawi, semakin jarang dipergunakan dalam percakapan warga Bekasi. Agar tidak sampai kehilangan penutur, bahasa Melayu dialek Bekasi perlu diajarkan di sekolah-sekolah di Kota Bekasi.

Hal itu terungkap dalam Sarasehan Bahasa Bekasi yang difasilitasi Badan Kekeluargaan Masyarakat (BKM) Kota Bekasi bersama Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Kepariwisataan Kota Bekasi, Rabu (11/11). Sarasehan ini dibuka Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad dan diikuti pengurus BKM Kota Bekasi, guru, dan pemerhati budaya di Kota Bekasi.

Bahasa Melayu dialek Bekasi merupakan anak bahasa Melayu Betawi yang mendapat pengaruh unsur bahasa Sunda, bahasa Bali, dan bahasa China Selatan, khususnya dialek Hokkian. Dialek Bekasi disebut pula sebagai dialek Betawi pinggiran.

Bahasa Melayu dialek Bekasi semula hidup dan digunakan oleh penduduk asli Bekasi, baik mereka yang tinggal di Kota Bekasi maupun di Kabupaten Bekasi. Dalam sarasehan, Kepala Pusat Kajian Kebijakan dan Sosial Budaya FISIP Universitas Islam 45 Bekasi Andi Sopandi mengatakan, berkurangnya pemakaian bahasa Melayu dialek Bekasi juga dipengaruhi stigma bahwa bahasa dialek Bekasi adalah bahasa yang tidak sopan dan norak. Karena stigma tersebut, bahasa Melayu dialek Bekasi kemudian dibatasi pemakaiannya, termasuk di lingkungan keluarga.

Surutnya pemakaian bahasa Melayu dialek Bekasi juga dipengaruhi oleh berkurangnya pementasan seni dan kegiatan budaya Bekasi di Bekasi. Padahal, kata Andi, kegiatan seni dan budaya Bekasi, di antaranya lenong dan tanjidor atau wayang, merupakan sarana sosialiasi bahasa Melayu dialek Bekasi.

Penulis Kamus Dialek Bekasi, Abdul Khoir, mengakui bahwa bahasa Melayu dialek Bekasi kini jarang dipergunakan oleh kalangan generasi muda. Adapun bahasa daerah yang diajarkan di sekolah-sekolah di Bekasi saat ini adalah bahasa Sunda.

COK

Editor: latief

Selasa, 01 Desember 2009

Kota Bekasi Direndam Banjir

BEKASI, (PRLM).- Akibat sistem drainase yang masih buruk, sejumlah jalan utama di Kota Bekasi terendam genangan air dengan ketinggian bervariasi antara 30 cm hingga 50 cm setelah hujan selama hampir satu jam, Selasa (1/12).
Selain menyebankan banjir di jalan, air hujan yang tidak dapat mengalir dengan baik itu juga menyebabkan kemacetan karena kendaraan harus berhati-hati melewati jalan tersebut, takut tercebur ke selokan.
Sejumlah jalan yang tergenang air di Kota Bekasi, misalnya Jln. Pondok Gede, sebagian Jln. K.H Noer Alie, sebagian Jln. Caman Raya, serta Jln. Jatimakmur, Kota Bekasi.
Menurut warga Pondok Gede, Makmur (55), jalan di sekitar Pasar Pondok Gede ini memang selalu tergenang air hingga ketinggian hampir 50 cm. "Hujan dikit, langsung banjir," katanya. Hal itu diduga karena tidak adanya sistem drainase yang baik di sekitar jalan yang menjadi perbatasan antara Kota Bekasi dengan Jakarta Timur ini.
Pantauan "PRLM" di lokasi, air tidak dapat tertampung di saluran air yang ada di sisi kiri jalan dari arah Kota Bekasi. Bahkan sejumlah sampah menyumbat saluran air tersebut. Selain itu, di sisi kanannya tidak ada saluran air untuk membuang air dari jalan. Dengan demikian, air hanya bisa menggenang di tengah jalan.
Warga lainnya, Idrus (47), mengatakan peojek perbaikan jalan di sekitar Pondok gede kurang memerhatikan sistem drainase. AKibatnya, tidak ada saluran pembuangan air dari jalan. Bahkan, saluran air yang tadinya ada malah tertutup aspal. "Kalaupun ada, ya jadi menciut. Mana sampahnya banyak sehingga menyumbat aliran air. Kalau mau dibersihin sulit, soalnya lubangnya kecil sejak diaspal," kata Idrus.
Ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Air, Kota Bekasi, Agus Syofyan mengakui jika sistem drainase di Kota Bekasi masih buruk. Untuk itu, perbaikan saluran air di Kota Bekasi akan menjadi prioritas dari program Dinas Bina Marga pada 2010 nanti.
"Memang ada beberapa ruas jalan yang drainasenya kecil dan dangkal sehingga perlu perbaikan. Kita harapkan tahun depan semuanya kelar sehingga tidak ada lagi banjir di jalan utama Kota Bekasi," katanya.
Dikatakan Agus, pada 2010 nanti, dari dana APBD sebesar Rp 200 miliar, sekitar Rp 140 miliar akan digunakan untuk bina marga dan sebagian dari jumlah itu akan digunakan untuk perbaikan drainase.
Wakil Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, mengatakan jika Kota Bekasi masih akan dihantui oleh banjir, selama sistem saluran airnya masih buruk. "Selain banjir kiriman dari wilayah Bogor, Kota Bekasi juga terancam genangan air akibat sistem drainase yang buruk," katanya.
Untuk itu, dia menilai perlunya prioritas perbaikan sistem saluran air ini. Tujuannya agar jalan-jalan di Kota Bekasi tidak lagi terendam air hujan. "Selain itu, juga bisa menambah awet jalan yang ada," tambahnya.
Hal ini juga sejalan dengan program peraihan piala Adipura 2010 Kota Bekasi. "Diharapkan, perbaikan jalan yang ada nantinya akan dibarengi oleh perbaikan saluran air. (A-155/A-50)***

Untuk Kab. Bandung dan Bekasi BOS Provinsi Segera Cair

RADJIMAN,(GM)-
Pencairan dana bantuan operasional sekolah (BOS) provinsi bagi Kab. Bandung dan Bekasi diperkirakan awal Desember ini. Demikian diungkapkan Kasi Pembinan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dinas Pendidikan Jabar, Dra. Lilis Rosita, M.Si. yang ditemui di ruang kerjanya, Senin (30/11).

Menurut Lilis, Keputusan Gubernur (Kepgub) Jabar tentang revisi dana BOS provinsi bagi kedua kabupaten ini sudah ditandatangani dan sudah diserahkan ke Biro Keuangan Pemprov Jabar untuk diteruskan ke Kantor Kas Daerah (Kasda) Provinsi. "Kami sekarang tinggal menunggu keluarnya surat perintah pencairan daerah (SP2D) dari Biro Keuangan ke Kasda Provinsi dan Kasda Kabupaten Bandung dan Bekasi," paparnya.

Lilis berharap, pencairan dana BOS provinsi di kedua kabupaten tersebut bisa dilaksanaka tepat waktu (awal Desember, red). Namun Lilis tidak menjanjikan dana BOS provinsi bisa cair tepat waktu.

"Proses keluarnya SP2D saja memakan waktu kuran lebih dua sampai tiga hari, belum pencairan di Kasda Provinsi ke Kasda Kabupaten. Tetapi saya kira pencairan BOS provinsi ini tidak boleh lewat bulan Desember 2009," tambahnya.

Dana BOS provinsi bagi kedua daerah tersebut, untuk Kab. Bandung Rp 40.390.222.500 dan Kab. Bekasi Rp 32.950.170.000.

Disebutkan Lilis, dari 26 kabupaten kota di Jabar, proses pencairan dana BOS provinsi yang mengalami kendala hanya dialami di Kab. Bandung dan Bekasi. Sedangkan di daerah lain, berjalan lancar sekalipun ada 9 daerah yang belum mencairkan dana BOS provinsi tersebut.

"Proses pencairan dana BOS provinsi tergantung kebijakan pemerintah daerah setempat. Pasalnya, seluruh persyaratan pencairan dari provinsi sudah dikirim semua," ujarnya.

Begitu pun dengan mekanisme pendistribusian dana BOS provinsi ke setiap sekolah, menurut Lilis, semuanya wewenang pemerintah kabupaten kota. "Hingga kini baru ada beberapa daerah yang sudah melaporkan ke Disdik Jabar," tandasnya.

Sedangkan mengenai evaluasi pencairan dana BOS provinsi, Lilis mengemukakan, akan dilakukan akhir bulan Desember ini. Hal itu dilakukan karena belum semua daerah melakukan proses pencairan dana BOS provinsi dan menidstribusikan ke sekolah-sekolah.

"Evaluasi dilakuakn akhir Desember ini, untuk melihat sejauh mana daya serap BOS provinsi ini diterima oleh sekolah yang berhak," katanya. (iin.job/B.81)**

Kamis, 26 November 2009

Bekasi Buat Perda Kawasan Bebas Rokok

Bekasi, 26 November 2009 10:54
Pemkot Bekasi akan membuat peraturan daerah (perda) untuk menetapkan kawasan-kawasan tertentu sebagai daerah bebas asap rokok, sebagai tindak lanjut pemberlakuan Peraturan Wali Kota Bekasi Nomor 89 tahun 2008.

Kepala Badan Pengedalian Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bekasi Dudy Setyabudhi, di Bekasi, Kamis (26/11), mengatakan, pemberlakuan kawasan bebas asap rokok baru terwujud di kantor pemerintahan setempat, meski belum semua kantor menyediakan ruangan untuk merokok.

"Hingga kini kita melihat masih terus menggugah PNS dan pejabat untuk tidak merokok di ruang kerja dan sekitar lingkungan kantor pemerintah," katanya.

Untuk ruangan dengan pendingin serta yang ada pegawai wanita, menurut dia, biasanya sudah bebas asap rokok. "Kita maunya tidak ada lagi asap rokok di ruang publik, termasuk kantor pemerintahan," ujarnya.

Ia juga menyatakan, ratusan PNS akan menjalani pemeriksaan paru-paru, terutama bagi perokok berat.

Menurut Dudy, Pada 2010 akan diupayakan Rancangan Peraturan Daerah yang memuat ketentuan larangan merokok di tempat umum, seperti puskesmas, ruang kerja, dan sekolah. Rancangan yang akan diajukan ke dewan itu juga akan menyebut nilai nominal denda.

Bila Perda itu sudah diberlakukan, kata dia, nantinya tempat umum seperti mal, kantor perusahaan swasta, dan fasilitas umum harus menyediakan ruang khusus merokok.

Di kota Bekasi, ruang khusus merokok baru ada 24, tersebar di Kantor Wali Kota, Kantor Kecamatan serta Kelurahan.

Seorang wanita pegiat organisasi Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT), Mira (34), menyambut baik keinginan Pemda membuat perda larangan merokok di tempat umum.

Ia menyatakan, wanita menjadi orang yang paling dirugikan dengan kebiasan orang merokok sembarangan, seperti dalam angkutan kota atau dalam ruangan.

"Wanita akhirnya jadi perokok pasif dan dampak asap rokok terhadap kesehatan mereka tidak kalah beratnya dengan perokok itu sendiri, padahal yang menikmati rokok adalah kaum pria," ujarnya.

Menurut dia, wanita harus dilindungi hak-haknya untuk tidak tercemar dari asap rokok, termasuk di tempat terbuka. [TMA, Ant]

Rabu, 25 November 2009

Pemda Kembangkan Wisata Bekasi

Gatra - Bekasi, 25 November 2009 13:22
Pemerintah Kota Bekasi terus mengembangkan budaya setempat, sebagai upaya untuk menarik wisatawan, dalam rangka memajukan industri pariwisata di daerah itu.

"Antara budaya dan pariwisata saling berhubungan. Apabila potensi budaya kita kembangkan maka akan berdampak signifikan terhadap kunjungan wisatawan," kata kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Bekasi, Alexander Zulkarnain, di Bekasi, Rabu (25/11).

Budaya yang hidup di tengah masyarakat Kota Bekasi, kata dia, sangat heterogen. Ada budaya Bekasi asli ditambah dengan akulturasi antara budaya asli dengan budaya daerah lain, serta budaya daerah asal yang tetap dipertahankan.

"Semua budaya berkembang di Kota Bekasi dan mendapatkan porsi seimbang dalam setiap kegiatan. Keanekaragaman produk budaya itu sangat menunjang pengembangan pariwisata," ujarnya.

Ia mengatakan, penggalian potensi budaya penting dilakukan dalam rangka meningkatkan sektor pariwisata. Ke depan, pariwisata akan didukung pengembangan budaya yang kuat dengan menampilkan aneka budaya setempat dalam setiap kegiatan pariwisata.

Ia menambahkan, beberapa contoh budaya Bekasi yang mempunyai nilai jual adalah Topeng Bekasi dan tari Blantek.

"Bila di Jakarta ada lenong Betawi, kita memiliki topeng Bekasi, belum lagi asimilasi antara budaya Bekasi dengan Sunda," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga tengah menginventarisasi kuliner khas daerah itu. Orang yang datang ke Bekasi harus memiliki banyak alternatif makanan agar tamu jadi terkesan dan berkeinginan kembali ke daerah itu untuk mencicipi makanannya.

"Kita masih punya makanan khas seperti tape uli, pucung gabus, nasi uduk, dodol Bekasi dan akar kelapa, namun tentunya perlu lagi penggalian agar keragaman kuliner daerah bisa ditampilkan secara utuh kepada wisatawan," ujarnya.

Ia mengakui alternatif makanan khas Kota Bekasi masih minim dan yang ada sekarang juga belum terlalu dikenal seperti makanan khas daerah lain.

Meski begitu, lanjut dia, dengan inventarisasi serta diikuti sosialisasi dan penyediaan sarana untuk penjualan makanan khas secara bertahap orang akan makin akrab dengan makanan khas daerah itu.

Sebagai kota transit dan kurang memiliki objek-objek wisata alam yang bisa dijual ke wisatawan, daerah itu lebih mengandalkan kuliner bagi tamu yang berkunjung.

"Ada banyak makanan yang bisa dihasilkan dari paduan berbagai bahan makanan. Dengan keterampilan yang dimiliki dengan mengkombinasikan resep masakan nenek moyang akan bisa dihasilkan kuliner yang enak di lidah," ujarnya. [TMA, Ant]

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

GlestRadio-Bekasi

Iklan Display Bekasi

Google+ Followers

Iklan Baris Global

Distributor Madu & Propolis Murni