English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified twitterfacebookgoogle plusrss feedemail

Korupsi jangan dijadikan budaya! Pilih pemimpin yang cinta rakyat, bukan cinta kekuasaan! Bagian Iklan Hubungi (021)27101381 - 081385386583


Dariyanto, S.Kom. Anggota DPRD Kota Bekasi 2014-2019

Informasi tentang kandidat caleg, pemilukada & pilpres Indonesia

Rabu, 28 April 2010

PELUANG BISNIS PROPERTI di Kota Bekasi tahun 2010

Masuknya Summarecon di Bekasi Pengaruhi Pasar Properti

Kota Bekasi kini menjadi batu berlian bagi sektor properti. Maraknya sektor properti tahun 2010 di Kota Bekasi sudah mulai tampak sejak seperempat awal tahun pertama.

Disebabkan krisis pada tahun 2008, usaha properti pernah mengalami perubahan. Bukan karena pembangunan yang tertunda, beberapa pengembang mengaku penjualan mereka sempat menurun karena kondisi tersebut. Yang lebih miris lagi, pengembang harus menjadwal ulang pembangunan propertinya dengan terpaksa. Barulah setelah krisis global berlalu, tahun 2010, bisnis properti kembali berkembang. Pengembang menatap usaha properti semakin optimis.


Bekasi sebagai contoh, di daerah ini yang disebut penyangga Kota Jakarta ini terdapat beberapa pengembang untuk pembukaan lahan baru. Mereka menyediakan berbagai properti untuk tempat tinggal lengkap dengan area komersialnnya. "Pada saat krisis saja, omset kami meningkat. Tahun ini kami akan lebih optimis!" ujar Budiman, Manager Marketing Kota Harapan Indah (KHI). Rencananya di triwulan pertama 2010,  KHI akan mengeluarkan hunian baru yakni Cluster Asia Tropis.

Karyanto Basuki, Marketing Manager Grand Bima Mansion, juga mengakui peluang bisnis di sektor properti pada tahun 2010 sangat terbuka lebar. Hal ini dikarenakan oleh sokongan pemerintah melalui kebijakan-kebijakan yang ditetapkan dengan kaitannya pada bisnis properti. Sebagai contoh, suku bunga pinjaman diturunkan dan aturan memiliki properti semakin mudah. Kebijakan tersebut semakin menambah kepercayaan pangsa pasar.

Semakin bersemangatnya sektor properti di tahun 2010 sudah dirasakan pada kwartal pertama. Margarita, Manager Marketing Kota Delta Mas mengatakanpenjualan properti Kota Delta Mas meningkat hingga 20 persen. "Semakin naiknya bisnis properti telah tampak sejak akhir tahun lalu, sehingga kami para pengelola optimis sektor properti bangkit. Tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya," tegas Margarita.

Kota Hrapan Indah juga merasakan gurihnya pasar properti tahun 2010. Karena itu pengembang KHI menaikkan target penjualan. Pada tahun lalu target dipatok Rp 750 milyar. Pada tahun ini meningkat menjadi Rp 900 milyar hingga Rp 1 trilyun. Budiman, Manager Marketing Hasana Damai Putra mengakui kenaikan penjualan tak lepas dari kebijakan pemerintah menurunkan suku bunga.

Di sektor properti, Bekasi memang bagaikan intan berlian. Sedikitnya lahan di Kota Jakarta, sebagai akibat dampak pembangunan kota menjadikan Bekasi sebagai daerah pilihan tinggal. Di samping lahan yang tersedia di Jakarta terbatas, harga tanah juga terhitung mahal. Hasilnya tinggal di kota-kota penyangga seperti Bekasi, jauh lebih beralasan dibanding memaksakan diri bertempat tinggal di Kota Jakarta.

Ramainya para pemain properti di kawasan Bekasi membuat pengembang terus bersolek untuk meraih konsumen. PT Hasana Damai Putra, Pengembang Kota Harapan Indah, terus membangun fasilitas penunjang. Di antaranya kawasan komersial, pusat pendidikan, rumah sakit dan fasilitas umum lainnya. "Kami optimis Kota Harapan Indah akan menjadi Kota Mandiri," ujar Minarni, Planning Manager KHI.

Kota Delta Mas yang juga berusaha jadi Kota Mandiri. Berbagai fasilitas tersedia di perumahan yang dibangun di atas seluas 3000 hektar ini. Di antaranya, hunian, education, area commercial dan kantor pemerintahan. "Dengan luas ribuan hektar Kota Delta Mas sama luas dengan kota Bogor," jelas Margarita. Kota Delta Mas dikembangkan oleh Sinarmas Developer and Real Estate.

Prospek properti yang terus menerus membaik juga dimanfaatkan PT Dwikarya Langgengsukses. Pengembang yang lahir dari konsorsium tiga perusahaan besar ini (Suryamas Dutamakmur, Duta Putera Mahkota dan Ketanix Supra International) melahirkan Harvest City. Perumahan elite ini berdiri di atas lahan 1.050 hektar di bilangan timur Cibubur. Harvest City terdiri dari empat cluster, yakni Dianthus, Bromelia Durio I dan II.

PT. Dwikarya meluncurkan Edelweis dengan mengusung tema pengembangan hijau. Cluster yang merupakan bagian dari Harvest City ini merupakan konsep hunian yang memadukan keharmonisan alam yang asri dengan nuansa rumah minimalis modern. Tahap pertama dibangun sebanyak 160 unit. Lokasi hunian ini berdekatan dengan rencana pembangunan water park. Hunian ini juda dipadukan dengan Taman Bermain, Water Joy Club House.

Leonard S., Sales and Marketing Manager PT Dwikarya Langgengsukses mengatakan penggabungan ketiga pengembang ini merupakan sinergi positif bagi perkembangan bisnis properti, "Dengan bergabungnya tiga pengembang, diharapkan Harvest City daat menjadi katalisator pertumbuhan properti khususnya dan ekonomi pada umumnya, pungkasnya.

Sidik Rizal

Tidak ada komentar:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

GlestRadio-Bekasi

Iklan Display Bekasi

Google+ Followers

Iklan Baris Global

Distributor Madu & Propolis Murni