English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified twitterfacebookgoogle plusrss feedemail

Korupsi jangan dijadikan budaya! Pilih pemimpin yang cinta rakyat, bukan cinta kekuasaan! Bagian Iklan Hubungi (021)27101381 - 081385386583


Dariyanto, S.Kom. Anggota DPRD Kota Bekasi 2014-2019

Informasi tentang kandidat caleg, pemilukada & pilpres Indonesia

Jumat, 09 Juli 2010

Sekda Tjandra Tersangka Suap BPK

JAKARTA SELATAN - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi Tjandra Utama Effendi resmi tersangka dalam kasus dugaan suap menyuap terhadap pejabat BPK Jawa Barat, kemarin.


Penetapan status tersangka ini hanya berselang sehari setelah pemeriksaan Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad pada Rabu (7/7). Mochtar sendiri masih berstatus saksi.

Hal itu disampaikan Deputi Penindakan KPK Ade Rahardja kepada wartawan di press room KPK kemarin. ’’Status sekda Tjandra Utama sekarang naik jadi tersangka,’’ cetusnya. Sekda dijerat pasal 5 ayat 1 atau pasal 13 Undang-Undang No 31 tahun 1999, UU No 20 tahun 2001 juncto KUHP Pasal 55 ayat ke-1. Hingga pukul 21.00 tadi malam, Tjandra tampak belum keluar dari ruang penyidikan.

Tjandra mendatangi kantor KPK bersama dua ajudanya. Dia menumpang mobil Ford hitam sekitar pukul sembilan pagi. Setelah mengisi datar hadir, pria berkumis itu langsung menuju ruang pemeriksaan di lantai tujuh.

Menjelang siang, isteri Tjandra, Tati Heryati dan anaknya menyusul datang ke kantor KPK. Diduga mereka sudah mengetahui nasib suami dan ayah mereka. Saat datang ke kantor komisi antikorupsi itulah mereka membawa pakaian ganti untuk Tjandra.

Setelah diperiksa lebih dari 10 jam, Tjandra Utama terlihat keluar dari gedung KPK pukul 22.03. Dia mengenakan kemeja putih lengan panjang bercelana hitam. Setelah menuruni tangga gedung, sekda yang juga manajer Persipasi ini langsung masuk taksi warna putih yang sudah menunggunya. Di belakangnya mengikuti 3-4 mobil-mobil pribadi.

Selain menetapkan Sekda Tjandra Utama Effendi sebagai tersangka, pada hari yang sama KPK melakukan penggeledahan kantor BPK Jawa Barat. Penggeledahan diduga dilakukan untuk mencari barang bukti dalam perkara yang melibatkan dua pejabat BPK. ’’Kami mengerahkan satu tim KPK ke kantor BPK Jawa Barat di Bandung,” ujar Humas KPK Johan Budi yang membenarkan adanya penggeledahan.

Diakui Johan, penggeledahan KPK telah berlangsung sejak siang hari. Namun, ketika ditanya apa yang dicari KPK dalam penggeledahan kali ini, Johan memilih hemat bicara. “Wah kalau itu saya tidak tahu,” akunya.

Tjandra sempat tak memenuhi panggilan KPK pada Senin (5/7) lalu. Saat itu, kepada KPK dia beralasan sedang ada tugas mendadak yang tidak bisa ditinggalkan. Di hari yang sama, DPRD Kota Bekasi juga memanggil pejabat eselon II ini terkait kasus suap dua pejabat Pemkot Bekasi ke BPK Jawa Barat. Namun, lagi-lagi dia juga tak hadir di forum dewan.

Pada hari yang sama, Radar Bekasi memergoki Tjandra tengah berada di Bandung. Saat itu, dia bercengkaram dengan atlet-atlet Catur yang tengah bertanding di ajang Pekan Olahraga Daerah (Porda) XI. Selain menjabat sebagai Sekda Kota Bekasi, Tjandra Utama juga menjadi pengurus KONI Kota Bekasi sekaligus manajer klub bola Persipasi.

Selain memeriksa pejabat di lingkungan Pemkot Bekasi, KPK juga memeriksa pengurus KONI dan Persipasi. Ketua II KONI Kota Bekasi Eddie Prihadie membenarkan pemeriksaan dirinya terkait sumber dana suap.

’’Penyidik tanya soal dana KONI. Materi pertanyaan ada enam,’’ ujar Eddie kepada wartawan di KPK, Rabu (30/6) lalu Penetapan status tersangka ini semakin menambah daftar pejabat Kota Bekasi yang terlibat kasus suap menyuap.

Sebelumnya, KPK menetapkan Kabid Aset dan Akutansi di Dinas Pengelolaan Pendapatan Aset dan Kekayaan Daerah (DPPKAD) Herry Supardjan dan Kepala Inspektorat Kota Bekasi Herry Lukman Tohari.

Sementara, di internal BPK Jawa Barat, KPK menetapkan dua tersangka, yaitu Kasub Auditoriat BPK Jawa Barat Suharto dan Auditor BPK Jawa Barat III Enang Hermawan. Sedangkan Kepala BPK Jawa Barat Gunawan Sidahuruk masih berstatus saksi.

Sebelumnya, KPK sudah memeriksa sekitar hampir 40 pejabat Pemkot Bekasi sejak terbongkarnya kasus ini pada Senin (21/6) malam pukul 19.00 di Bandung, Jawa Barat.

Saat itu, Kabid Aset dan Akutansi Herry Supardjan menyambangi kediaman Kasub Auditoriat BPK Jawa Barat Suharto di kawasan Lapangan Tembak Cikutra, Cibeunying, Bandung bersama sopir dan stafnya.

KPK memergoki mereka tengah bertransaksi dan menemukan barang bukti berupa uang tunai Rp272 juta. ’’Diduga uang suap untuk memuluskan laporan keuangan APBD 2009 menjadi Wajar Tanpa Pengecualiaan,’’ ujar Humas KPK Johan Budi, kala itu. (dul)

Tidak ada komentar:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

GlestRadio-Bekasi

Iklan Display Bekasi

Google+ Followers

Iklan Baris Global

Distributor Madu & Propolis Murni