English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified twitterfacebookgoogle plusrss feedemail

Korupsi jangan dijadikan budaya! Pilih pemimpin yang cinta rakyat, bukan cinta kekuasaan! Bagian Iklan Hubungi (021)27101381 - 081385386583


Dariyanto, S.Kom. Anggota DPRD Kota Bekasi 2014-2019

Informasi tentang kandidat caleg, pemilukada & pilpres Indonesia

Jumat, 24 September 2010

HKBP Akhirnya Terima Pilihan Tawaran Pemkot Bekasi

Bekasi Timur - bekasionlinenews.com
Menyikapi konflik yang terjadi di Ciketing antara waga setempat dengan para jemaat HKBP menjadi perhatian khusus Damin Sada, salah seorang tokoh LSM yang dikenal cukup vokal dengan urusan Kota dan Kabupaten Bekasi. Menurut lelaki tinggi besar ini bahwa kasus yang terjadi pada belakang hari ini hingga ditangkapnya beberapa pelaku oleh pihak kepolisian memang harus diselesaikan secara hukum
.

"Negara kita kan negara hukum, jadi biarlah segala sesuatunya diselesaikan secara hukum." ungkapnya via telepon genggam kepada kotabekasi-news. Damin Sada pun menambahkan, misalnya warga yang kemarin ditangkap oleh pihak kepolisian biarlah itu diproses secara hukum. Tapi di lain pihak, HKBP sendiri harus mematuhi hukum yang sudah ditetapkan dalam keputusan Walikota Bekasi dan keputusan bersama tiga menteri. Bila di tempat itu dilarang dijadikan tempat peribadatan, dan pemdakota Bekasi sudah memebrikan tempat pengganti, ya sebaiknya itu pun diikuti. "Itu kalau mau mengiktui koridor hukum secara bersama oleh semua pihak," tegasnya dengan nada tinggi.

Keseriusan setiap anggota masyarakat yang terlibat konflik untuk mematuhi koridor hukum adalah mutlak. "Bagi kita sebagai bangsa Indonesia," Damin Sada mengulangi, "Hukum adalah sebagai panglima! Siapapun mereka yang memang warga negara Indonesia, harus menuruti hukum sebagai penyelesai masalah yang terjadi. Termasuk konflik yang terjadi kemarin," pungkas Damin.

Berikut liputan serupa tentang kasus pertikaian warga dengan jemaat HKBP.

BEKASI, (PRLM).-Jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pondok Timur Indah Kota Bekasi, akhirnya menyetujui pilihan yang ditawarkan Pemerintah Kota Bekasi untuk beribadat sementara di gedung eks organisasi peserta pemilu (OPP), Jln. Chairil Anwar Margahayu, Bekasi Timur. Peribadatan yang akan dimulai Minggu (26/9) ini tetap akan diberi pengamanan yang ekstra ketat baik dari Pemkot Bekasi maupun aparat kepolisian untuk menghindari hal-hal buruk yang mungkin terjadi. Hal tersebut dibenarkan Pengacara HKBP, Saor Siagian, Jumat (24/9). 

Menurut dia, keputusan ini berdasarkan hasil rapat internal yang dipimpin oleh Pendeta Luspida Simanjuntak beberapa waktu lalu. "Hasil rapat, seluruh jemaat ikhlas menerima tawaran Pemkot Bekasi untuk menempati gedung baru untuk beribadat sementara waktu," katanya. Selain itu, para jemaat juga sepakat untuk tidak lagi menggunakan lahan kosong di Jln. Ciketing Asem RT 003 RW 06, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi setelah berulang kali menimbulkan konflik.

Lebih lanjut Saor menyatakan, pihaknya juga menerima pilihan lahan untuk pendirian rumah ibadah permanen di lahan fasos/fasum milik Pemkot Bekasi di PT Timah di RT 02 RW 02 Kelurahan Mustikasari Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi. Jemaat menilai lahan yang disediakan berada tidak jauh dari lokasi semula yakni hanya berjarak sekitar 2,5 km. meski demikian, pihak HKBP dan Pemkot Bekasi juga masih akan melakukan pembahasan administratif yang lebih rinci terkait pendirian rumah ibadat tersebut.

Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Dudy Setiabudhi yang dihubungi membenarkan jika mulai Minggu (26/9) nanti lokasi ibadat jemaat HKBP akan menempati lokasi baru yakni di gedung bekas OPP di daerah Bekasi Timur.

Menurut Dudy, keputusan jemaat HKBP tersebut perlu disambut baik dengan harapan lokasi yang baru tidak akan memicu konflik yang lebih berkepanjangan. Pihaknya juga telah menyiapkan segala pengamananan guna mengantisipasi kemungkinan apa saja yang bakal terjadi dibantu oleh aparat kepolisian. "Tentunya keputusan mereka harus kita hargai. Harapannya konflik tersebut sudah sampai di sini dan jangan sampai ada konflik yang berbau SARA lagi di Kota Bekasi," lanjut Dudy. (A-155/kur)
Sumber PikiranRakyatOnline

Tidak ada komentar:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

GlestRadio-Bekasi

Iklan Display Bekasi

Google+ Followers

Iklan Baris Global

Distributor Madu & Propolis Murni