English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified twitterfacebookgoogle plusrss feedemail

Korupsi jangan dijadikan budaya! Pilih pemimpin yang cinta rakyat, bukan cinta kekuasaan! Bagian Iklan Hubungi (021)27101381 - 081385386583


Dariyanto, S.Kom. Anggota DPRD Kota Bekasi 2014-2019

Informasi tentang kandidat caleg, pemilukada & pilpres Indonesia

Senin, 13 Desember 2010

Akhirnya Mochtar Mohamad Ditahan di Rutan Salemba

PENDUKUNG MOCHTAR HISTERIS

Jakarta - bekasi-online.com
KPK resmi melakukan penahanan Walikota Bekasi, Mochtar Mohamad (M2) selama 20 hari (titipan) ke Rutan Salemba Jakarta sejak pukul 17.00 wib (13/Des).

Diduga melakukan tindak pidana korupsi terkait pengelolaan APBD tahun 2009-2010. Akibat perbuatannya M2 diancam tiga pasal berlapis dengan hukuman maksimal 5 thn penjara.


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (13/12) sore tadi, resmi menahan Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad. Mochtar Mohamad ditahan karena diduga melakukan korupsi pengelolaan APBD 2009 dan dugaan penyuapan proses percepatan pengesahan APBD tahun 2010 sertapenyuapan penghargaan Adipura 2010.

Sebelum ditahan, Mochtar diperiksa lebih dari 8 jam oleh penyidik KPK. Mochtar kemudian langsung dibawa ke Rumah Tahanan Salemba Jakarta Pusat. Ia akan ditahan selama 20 hari untuk mempermudah proses pemeriksaan.

Dalam pemeriksaan terkuak tersangka menggelapkan dana APBD untuk kepentingan pribadi. Tersangka juga memerintahkan kepala dinas untuk memberikan kontribusi sebesar 2 persen dari alokasi dana proyek kedinasan untuk pemenangan Adipura tahun 2010.

Atas perbuataanya Mochtar akan dijerat Undang-Undang Pemberantasan Koruspi dengan ancaman minimal 5 tahun penjara
Dharma HG - bekasi-online.com

PENDUKUNG M2 GELAR AKSI SIMPATIK KE KPK

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI 
Sedikitnya 400 orang pendukung Mochtar Mohammad bergerak menuju Jakarta, Selasa (14/12), untuk menggelar aksi simpatik di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi terkait penahanan Wali Kota Bekasi tersebut. "Kami berencana mendatangi gedung KPK di Kuningan, Jakarta, serta melakukan silaturahmi dengan Mochtar di Rutan Salemba," ujar Wakil Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Bekasi Utara, Hermanda, usai melepas keberangkatan massa di aula Pemkot Bekasi.

Keberangkatan massa menuju Jakarta menggunakan empat mobil pribadi dan tiga bus akan dikawal Kanit Intel Polrestro Bekasi beserta anggota dan jajaran Satuan Unit Lalulintas. Massa mendesak Ketua KPK, Busyro Muqodas, menemui mereka untuk berdialog seputar kronologis dan pembuktian seputar kasus yang menjerat orang nomor satu di Bekasi itu.

"Tujuan kami datang ke gedung KPK adalah ingin mempertanyakan alasan yang jelas terhadap penahanan Mochtar Mohamad kepada pimpinan KPK. Kami meminta agar penahanan Mochtar ditangguhkan dulu," ujarnya.

Dikatakan Hermanda, aksi simpatik itu dilatarbelakangi dukungan moral terhadap tersangka dugaan kasus penyalahgunaan APBD 2010 dan suap Adhipura 2010 itu. "Aksi simpatik ini akan kita lanjutkan ke Rutan Salemba untuk memberikan dukungan moral terhadap Mochtar," katanya.

Hermanda mengklaim, massa yang dikerahkan menuju Jakarta baru sekitar lima persen dari para pendukung Mochtar di Kota Bekasi. "Ini baru lima persen dari yang simpati pada wali," kata Hermanda yang juga menjabat sebagai Sekjen Front Betawi Rempug (FBR) Kota Bekasi itu.

Pantauan di lokasi, massa dengan menggunakan berbagai atribut berupa spanduk bertuliskan 'Bebaskan Wali Kota Kami', 'Hidup Mochtar Mohamad', berkumpul di depan Rumah Dinas Wali Kota Bekasi di Jalan Ahmad Yani Nomor 1, Kota Bekasi.

MOCHTAR CENDERUNG TENANG PENDUKUNGNYA MALAH HISTERIS

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wali Kota Bekasi, Mochtar Mohammad, Senin (13/12) sore. Usai menjalani pemeriksaan selama kira-kira delapan jam, Mochtar langsung dibawa menuju Rutan Salemba, sekitar pukul 17.30. Mochtar enggan berkomentar tentang penahanannya ini. Dia buru-buru masuk ke dalam mobil tahanan dengan nomor polisi B 2040 BQ.

Jika Mochtar cenderung tenang, tidak demikian dengan pendukungnya. Para pendukungnya yang sejak pagi menunggu di halaman KPK menyambut Mochtar dengan teriakan histeris begitu mengetahui bahwa Mochtar akan ditahan.

Mereka menyalami Mochtar sebagai bentuk dukungan. "Kami dukung Bapak!" seru mereka. Mereka juga berteriak-teriak menghujat KPK karena menahan Mochtar. "KPK tidak adil! KPK tidak adil!," pekik salah seorang dari mereka.

"KPK pengecut, Century yang besar tidak diapa-apain, yang kecil berani!" timpal rekannya. Bahkan yang seorang lagi sempat mengancam akan menutup tempat pembuangan sampah di Bekasi, besok sebagai bentuk protes. Sementara itu, Kuasa Hukum Mochtar, Sirra Prayuna juga menyatakan keberatan atas penahanan kliennya.  "Ini sangat tidak adil dan diskriminatif," ujarnya.

Menurut Sirra, beberapa tersangka korupsi yang skala kerugian negaranya jauh lebih besar justru tidak ditahan karena yang bersangkutan berkorelasi dengan kekuasaan negara. Sementara Mochtar, kasusnya dinilai kecil. Karena itu pihaknya berencana untuk mengambil langkah hukum menyikapi penahanan ini. Bahkan, dia dan kliennya sengaja tidak menandatangani dokumen-dokumen yang disodorkan pihak KPK. "Kami akan kaji dulu, upaya hukum apa yang akan diambil," ujar dia.

Sebagaimana yang diberitakan, Wali Kota Bekasi, Mochtar Mohammad ditetapkan sebagai tersangka untuk tiga kasus sekaligus. Adapun tiga kasus yang dimaksudkan yakni kasus Adipura 2010, kasus suap dalam pengesahan APBD 2010 dan kasus pengelolaan/pertanggungjawaban APBD Kota Bekasi 2009.
Sumber : (rnl/jpnn)

Tidak ada komentar:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

GlestRadio-Bekasi

Iklan Display Bekasi

Google+ Followers

Iklan Baris Global

Distributor Madu & Propolis Murni