English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified twitterfacebookgoogle plusrss feedemail

Korupsi jangan dijadikan budaya! Pilih pemimpin yang cinta rakyat, bukan cinta kekuasaan! Bagian Iklan Hubungi (021)27101381 - 081385386583


Dariyanto, S.Kom. Anggota DPRD Kota Bekasi 2014-2019

Informasi tentang kandidat caleg, pemilukada & pilpres Indonesia

Jumat, 17 Desember 2010

Dites Urine Setelah Digerebek di Diskotik

PEJABAT KOTA BEKASI PESTA DI GOLDEN CROWN

ANTARA/Hasan Sakri Ghozali
TEMPO Interaktif, Bekasi
Pejabat Kota Bekasi yang terlibat pesta dengan perempuan muda di diskotik Golden Crown, Jakarta Barat, Selasa (14/12) dini hari lalu, hari ini menjalani tes urine. Pengambilan sampel air kencing mereka dilakukan secara tertutup di ruang Wakil Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. Apakah mereka positif mengonsumsi narkoba atau tidak diperkirakan baru diketahui besok.


Ketua Pelaksana Harian Badan Narkotika (BNK) Kota Bekasi Sopandi Budiman, membantah tes urine dilakukan tertutup. Menurutnya, tes urine dilakukan di ruang Wakil Wali Kota Rahmat, supaya pelaksanaan dipantau langsung Rahmat. Rahmat kini merangkap jabatan sebagai pejabat fungsional menggantikan Wali Kota Mochtar Mohamad, tersangka kasus korupsi yang kini ditahan di Salemba, Jakarta Pusat. "Ada orang tujuh pejabat dites urine," kata Sopandi, kepada wartawan, Jumat (17/12). Namun Sopandi enggan menyebut ketujuh pejabat itu, alasannya tidak hapal nama-nama mereka.
Tes urine terhadap para pejabat itu dilakukan setelah anggota Satuan Narkoba Polres Jakarta Barat, menemukan 1/4 butir pil ekstasi di sofa dalam kamar 701 yang mereka sewa. Di antara pejabat yang tertangkap kamera saat digrebek adalah Kepala Dinas Pengawasan dan Penataan Bangunan (P2B) Rayendra Sukarmadji, dan Asisten Daerah I Gunung Hilman.
Sementara itu, sekitar 50 massa dari Laskar Merah Putih, menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Wali Kota, Jumat siang. Mereka mengecam pejabat yangg terlibat dalam pesta dan diduga mengonsumsi narkoba.
"Kami minta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Bekasi, memecat para pejabat tidak bermoral itu," kata Budi Ariyanto, koordinator aksi.Massa aksi juga mendesak aparat kepolisian memproses pejabat tersebut, dengan barang bukti pil ekstasi yang disita.

Selain berorasi, massa juga membentangkan spanduk dalam ukuran besar. Isi spanduk memuat 9 foto para pejabat saat digeledah polisi, di antaranya Rayendra Sukarmadji bersama 2 wanita muda.
Di atas foto tertulis 'Ekstasi Gate, mengaku gak datang, ni... Buktinya'.

Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi Sardi Effendi, menilai pemerintah daerah seperti melindungi pejabat yang terlibat pesta itu. "Kami minta kepala daerah konsisten, melakukan tes penyalahgunaan narkoba dan hasilnya diumumkan secara terbuka kepada masyarakat," usul Sardi.

Tes yang dilakukan secara transparan, Sardi melanjutkan, setidaknya memberikan penjelasan kepada masyarakat bahwa pemberantasan narkoba tidak hanya kepada warga biasa tetapi juga kepada pejabat.
Anggota Fraksai PKS itu mengusulkan dua hal, selain tes urine, juga dilakukan tes darah. "Kalau terbukti mereka mengonsumsi narkoba, harus dipecat," katanya.

Sebelumnya, Rayendra Sukarmadji membatah terlibat. Dia bahkan bersumpa, "Demi Allah, saya tidak ikut," katanya. Namun dalih Rayendra itu terbantahkan oleh foto yang menampilkan dirinya secara jelas, dan dimuat di beberapa media lokal di Bekasi.
HAMLUDDIN

Tidak ada komentar:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

GlestRadio-Bekasi

Iklan Display Bekasi

Google+ Followers

Iklan Baris Global

Distributor Madu & Propolis Murni