English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified twitterfacebookgoogle plusrss feedemail

Korupsi jangan dijadikan budaya! Pilih pemimpin yang cinta rakyat, bukan cinta kekuasaan! Bagian Iklan Hubungi (021)27101381 - 081385386583


Dariyanto, S.Kom. Anggota DPRD Kota Bekasi 2014-2019

Informasi tentang kandidat caleg, pemilukada & pilpres Indonesia

Rabu, 08 Desember 2010

Pisahkan Masalah Pribadi Walikota dengan Adipura Milik Warga Bekasi

BAGAIMANA RESPON MASYARAKAT SEHARUSNYA

H. Bambang S.: Biarlah Waktu Berlalu yang Menentukannya
H. Awing Asmawi: Bukan Wewenang Kita untuk Halangi apalagi Mengatur Tindakan KPK

H. Awing Asmawi, SE. MM.
Jawa Barat, bekasi-online.com
Menyikapi kejadian beberapa pekan terakhir ini beberapa tokoh masyarakat mengeluarkan beberapa pendapatnya kepada bekasi-online.com. Saya sendiri menemui tokoh multi partai agar mendapat berita berimbang untuk memberikan pendapat mereka tentang isyu kriminalisasi perolehan Adipura. Meski kata kriminalisasi Adipura tidak tepat, karena Adipura adalah objek tak punya motivasi. Jauh lebih tepat kata kriminalisasi disandingkan dengan kata walikota.


Itupun bila KPK mau menerima tudingan beberapa pihak yang menyatakan bahwa KPK telah melakukan kriminalisasi walikota Bekasi pada sangkaan kasus suap kepada para penilai dari Kementrian KLH.

Tapi rupanya dukungan buat pribadi Mochtar Mohamad selaku penjabat walikota Bekasi tidaklah sedikit. Di beberapa tempat terpasang spanduk yang bertulisan pesan-pesan berbunyi "Hentikan Kriminalisasi Adipura" dari Kelompok Pencinta Mochtar Mohamad. Juga dari beberapa LSM seperti GPK, Gerakan Pembela Keadilan yang memasang spanduk di beberapa tempat bertulisan "Adipura adalah Hasil Keringat Warga Bekasi".

Semua pesan pada spanduk-spanduk ini memang sangat eksplosif dan sangat mengajak untuk mendukung Mochtar Mohamad. Tapi di lain pihak sekelompok LSM justru melakukan tindakan yang sebaliknya. Mereka melakukan demo-demo langsung ke KPK dan menuntut agar M2 segera diusut untuk beberapa kasus sangkaan korupsi dan suap.

Bagaimanakah para tokoh masyarakat dan partai menyikapinya?

H. Bambang Supriyadi, Bendahara PPP DPC Kota Bekasi memberikan komentar yang sangat hati-hati sekali, karena sebagai tokoh partai, PPP kebetulan adalah partai koalisi PDIP di DPRD Kota Bekasi.

"Sebagai warga Bekasi, kami lebih bersikap untuk tidak mengeluarkan pernyataan apapun," ujar H. Bambang kepada bekasi-online.com beberapa hari lalu (5/Des).

"Biarlah urusan sangkaan korupsi itu wewenang pihak yang berkompeten, dalam hal ini KPK," tambahnya lagi. Jangan menjadikannya sebagai wacana publik yang bisa menimbulkan fitnah di kemudian hari, apalagi kita tidak tahu banyak permasalahannya, tukas lelaki berkumis ini di kediamannya di Harapan Baru Regency.

Dirinya pun berpendapat bahwa masalah Adipura tidak bisa dikaitkan dengan apa yang tengah dialami oleh Mochtar Mohamad sebagai walikota Bekasi. Di satu pihak sangkaan KPK terhadap Mochtar adalah masalah hukum yang tidak bisa mempengaruhi ketetapan pemberian piala Adipura kepada seluruh warga Bekasi.
"Yang jelas biarkan kita menunggu proses yang berjalan selesai tanpa kita ganggu, karena itu bukanlah wewenang kita" jelasnya tersenyum.

Sementara itu di lain kesempatan, H. Awing Asmawi, SE. tokoh dari Partai Demokrat yang juga pengusaha koperasi ini, mengatakan, "Tak pantaslah kita mencampur-adukkan kepentingan rakyat dengan masalah pribadi walikota Bekasi," papar lelaki yang akrab dipanggil Bang Haji Awing ini dan direktur utama dari PT BMJ ini kepada bekasi-online melalui telepon selulernya di tengah kesibukannya sebagai anggota dewan kemarin (08/Nov).


"Kita harus bisa memisahkan mana yang kepentingan orang banyak dan jadi urusan masyarakat Bekasi dengan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu," tambah tokoh berkepala plontos ini. "Sebagai warga Bekasi tentunya bangga dengan hasil usaha kerja keras kita sehingga mendapatkan piala Adipura yang memang pantas untuk kita dapatkan. Tapi apalah artinya kebanggaan, bila yang kita peroleh itu hasil dari tindakan suap," sela anggota DPRD Provinsi Jabar ini lagi.

Bang Haji Awing Saat sholat shubuh bersama M2
"Tapi selama kasus dan sangkaan itu (red.: suap) belum terbukti, kita jangan terburu-buru berprasangka buruk dan gegabah apalagi sampai mengeluarkan wacana bahwa perolehan Adipura bisa dianulir karena ada proses suap yang dilakukan oleh walikota. Sungguh ceroboh dan bisa menimbulkan keresahan karenanya," beber lelaki pengusaha yang sukses di bidang forwarding ini.

"Jangan sampai kita menyebarkan isyu bahwa seolah-olah Adipura bisa dibatalkan, bila sang walikota memang terbukti terlibat kasus suap kepada para pihak terkait Adipura." pungkas lelaki yang juga termasuk dekat dengan Mochtar Mohamad sang walikota.

Sidik Rizal - webrizal.com

Tidak ada komentar:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

GlestRadio-Bekasi

Iklan Display Bekasi

Google+ Followers

Iklan Baris Global

Distributor Madu & Propolis Murni