English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified twitterfacebookgoogle plusrss feedemail

Korupsi jangan dijadikan budaya! Pilih pemimpin yang cinta rakyat, bukan cinta kekuasaan! Bagian Iklan Hubungi (021)27101381 - 081385386583


Dariyanto, S.Kom. Anggota DPRD Kota Bekasi 2014-2019

Informasi tentang kandidat caleg, pemilukada & pilpres Indonesia

Selasa, 14 Desember 2010

Rahmat Effendi: Roda Pemerintahan Kota Bekasi Dijamin Tetap Berjalan

Wakil Walikota Bekasi Rahmat Effendi
"Jalin koordinasi antar Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) untuk menjalankan roda pemerintahan yang stabil"
Bekasi (ANTARA)
Kuasa Hukum Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad, membenarkan adanya kabar penahanan secara resmi terhadap kliennya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, Senin.

Hiu Hindiana, SH. Kuasa Hukum M2
"Benar bahwa Mochtar Mohamad telah resmi ditahan oleh KPK berdasarkan kabar yang saya terima pukul 15.30 WIB," ujar Kuasa Hukum Mochtar Mohamad, Hiu Hindiana, di Bekasi, Senin.

Menurut dia, Mochtar yang juga Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDIP Kota Bekasi itu ditahan setelah diperiksa pertama kali dengan status tersangka perkara penyalahgunaan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Bekasi 2010 dan kasus suap pemenangan Piala Adhipura 2010.

Menurut Hiu, pihaknya bersama dengan kader internal DPC PDIP Kota Bekasi masih menggunakan azas praduga tak bersalah terhadap Mochtar meski yang bersangkutan telah ditahan di Rutan Salemba, Jakarta.
"Mochtar diperiksa di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, selama kurang lebih tujuh jam," katanya.

Hingga saat ini, kata Hiu, tidak satu pun pengurus PDIP Kota Bekasi dan orang terdekat Mochtar memahami perkara hukum yang sebenarnya menjerat orang nomor satu di Kota Bekasi itu "Sehingga wajar kalau muncul kecurigaan bahwa masalah ini tidak semata-mata ranah hukum tetapi juga politis," katanya.

Mochtar Mohamad terlibat dalam dua perkara hukum, yaitu kasus suap Piala Adipura, dan penyalahgunaan Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi 2010.

Setelah kabar penahanan Mochtar beredar, sejumlah massa pendukung Mochtar bereaksi. Kader PDI Perjuangan di Kecamatan Bantar Gebang sempat mengancam akan menutup tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang yang menjadi lokasi pembuangan sampah warga DKI Jakarta.
Aksi itu dilatarbelakangi kekecewaan pendukung Mochtar terhadap KPK, yang seolah-olah memaksakan terjadi penahanan.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, menjamin sistem pemerintahan tetap berjalan meski Mochtar ditahan KPK.

"Pemerintahan akan terus berjalan sebagaimana mestinya tanpa harus bergantung pada satu individu saja," ujarnya.

Rahmat mengaku prihatin terhadap masalah yang sedang menimpa atasannya. "Kami akan tetap menjalin koordinasi antar Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) untuk menjalankan roda pemerintahan yang stabil," demikian Rahmat.

Sumber : Antara

3 komentar:

Sindula Gunawangsa mengatakan...

Turut berduka cita atas musibah yang menimpa jajaran Pemerintah Daerah Kota Bekasi, semoga pelayanan masyarakat di jajaran PemDa Kota Bekasi tetap dapat dijaga dan ditingkatkan kualitasnya, semua kebenaran dapat terungkap dan kesalahan dapat terkoreksi.
Tak ada manfaatnya menunjuk siapa yang salah kalau kita tidak memperbaiki kesalahan... yang terjadi, minimal mencegah kesalahan yang sama terulang kembali

Bekasi Satu mengatakan...

KPK hari ini memeriksa Encu Hermana staf ahli Walikota,Cucu M Syamsudin sekretaris DPRD Kota Bekasi ,Agus Darma Kadis Perhubungan dan Endar staff, semua diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi.

Bekasi Satu mengatakan...

Massa Pendukung Walikota Bekasi meminta KPK Membebaskan M2. Mereka Berdemo di depan Kantor KPK, Mereka jg mengancam Kalau dalam satu kali 24 jam tidak dikabulkan KPK, kami akan tutup Bantar Gebang.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

GlestRadio-Bekasi

Iklan Display Bekasi

Google+ Followers

Iklan Baris Global

Distributor Madu & Propolis Murni