English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified twitterfacebookgoogle plusrss feedemail

Korupsi jangan dijadikan budaya! Pilih pemimpin yang cinta rakyat, bukan cinta kekuasaan! Bagian Iklan Hubungi (021)27101381 - 081385386583


Dariyanto, S.Kom. Anggota DPRD Kota Bekasi 2014-2019

Informasi tentang kandidat caleg, pemilukada & pilpres Indonesia

Sabtu, 15 Januari 2011

BPS Salurkan 30 juta Asuransi Pegawainya Yang Meninggal Dalam Tugas

Bekasi - bekasi-online.com
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bekasi sudah memproses dana bantuan untuk petugas pencacah lapangan (PCL),  Agus Busyaeri (37) warga Kampung Gandu RT 02/01 Desa Sukamulya, Sukatani yang meninggal saat tugas. Berdasarkan perjanjian dengan pihak asuransi Bumi Putera, uang sudah bisa dicairkan satu minggu setelah pengajuan. Jika tidak ada kendala uang udah bisa dicairkan pada hari Senin (8/6) mendatang. Jumlah besaran yang bakalan diterima sekitar RP 30 juta.

Umi Hajar kepala BPS Kabupaten Bekasi menyatakan pihak BPS sudah bekerja sama dengan asuransi untuk menghindari kalau terjadi musibah yang menimpa pada petugasnya di lapangan. Untuk besaran asuransi tentunya tergantung dengan tingkat kecelakaan yang terjadi. “kalau meninggal 30 juta” papar perempuan asli Solo Jawa Tengah tersebut.

Umi menyatakan untuk penyerahan uang asuransi nantinya akan diserahkan langsung pada kelurganya. Ia tidak mau mempersulit hak yang harus diterima petugasnya. Dengan uang dari asuransi tersebut diharapkan nantinya bisa dijadikaan modal untuk berusaha keluarga yang ditinggalkan. “terserah mau dipakai apa, semoga aja dipakai yang bermanfaat” jelas ibu dua anak tersebut.

Untuk pencairan dana ini Umi pun mengaku bertanggung jawab penuh. Sebab petugas tersebut meninggal di saat jam dinas. Ia tidak mau melepas tangan begitu saja dengan musibah yang menimpa petugasnya ini. Apalagi ia bertugas untuk urusan daerah, tentunya jasa yang dilakukannya patut untuk dikenang dan diberikan penghargaan yang setimpal. “Gak bisa lepas tangan begitu aja nanti dibilang gak bertanggung jawab” tutur perempuan yang tinggal di Bekasi Barat tersebut.

Ia pun mengaku musibah ini akan dijadikan pelajaran untuk kedepan. Ia juga menyadari kalau kesulitan yang dialami petugasnya di lapangan sangat berat. Apalagi penduduk di kabupaten Bekasi ini sebagian besar karyawan pabrik. Tentunya untuk mensensus mereka membutuhkan tenaga yang cukup ekstra. “saya akui cukup susah mendata warga di sini” beber alumni Universita Gajah Mada tersebut.

Agus Busyari sendiri meninggal pada tanggal 27/5 saat merekap ulang hasil sensus di rumahnya dengan posisi terlungkup serta kertas lembar sensus penduduk yang dihasilkannya masih berserakan di sampingnya. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, Agus sengaja lembur karena hasil sensus akan segera diserahkan pada kordinator tim sebelum lewat waktu yang telah ditetapkan.

reporter: Dharma HG - editor: dikrizal

Tidak ada komentar:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

GlestRadio-Bekasi

Iklan Display Bekasi

Google+ Followers

Iklan Baris Global

Distributor Madu & Propolis Murni