English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified twitterfacebookgoogle plusrss feedemail

Korupsi jangan dijadikan budaya! Pilih pemimpin yang cinta rakyat, bukan cinta kekuasaan! Bagian Iklan Hubungi (021)27101381 - 081385386583


Dariyanto, S.Kom. Anggota DPRD Kota Bekasi 2014-2019

Informasi tentang kandidat caleg, pemilukada & pilpres Indonesia

Jumat, 18 Februari 2011

Perayaan Cap Go Meh Kondusif adalah Bukti Masyarakat Bekasi Sangat Pluralis

Warga Bekasi Berbaur dalam Merayakan Cap Go Meh

Ki Kusumo, Yenny Wahid dan Ronny Hermawan
Bekasi - bekasi-online.com
Ramainya perayaan Cap Go Meh yang diikuti sebagian masyarakat Bekasi khususnya yang tinggal di daerah jalur jalan raya menuju Klenteng terbesar Kota Bekasi, Hok Lay Kiong. Pada pembukaan acara berupa parade Toa Pe Kong, barongsai dan arak-arakan naga kertas tidak sendirian. Karena ada pula tarian khas Jawa Timur, yakni Reog Ponorogo hingga arak-arakan musik khas Betawi, Tanjidor.


Klenteng Hok Lay Kiong sebagai pusat perayaan Cap Go Meh Bekasi
Tokoh masyarakat, Yenny Wahid, putri almarhum bapak pluralis nasional, Gus Dur turut hadir bersama beberapa tokoh masyarakat kota Bekasi, seperti Anggota DPRD Kota Bekasi, Ronny Hermawan dari Partai Demokrat, Ki Kusumo Ketua Umum Liong dan Barongsai dan jajaran muspida mulai dari Kapolres serta Dandim 0507 Bekasi.

Dalam perayaan akhir tutup tahun baru Cap Go Me 2035 / 2011 ini warga Bekasi menunjukkan berbaurnya beragam budaya dan etnis tanpa pergesekan. Bahkan kemacetan yang terjadi akibat arak-arakan Tapekong pun dianggap biasa seperti kesibukan harian kota Bekasi.

Budaya merayakan Imlek dan Cap Go Meh sendiri diketahui memang di Bekasi telah ada semenjak jaman VOC masih berkuasa. Akulturasi budaya dari negeri Tiongkok ini dengan budaya orang Bekasi asli begitu mudah menyatu karena seperti kebanyakan hari raya lainnya yang menyebarkan kegembiraan rakyat yang bisa dirasakan suasananya oleh siapa saja.

Ronny Hermawan memandu dan menggoyang Toa Pe Kong untuk Ruwat Bumi
Ronny Hermawan, anggota DPRD Kota Bekasi menegaskan, "Dalam perayaan ini tampak bahwa pluralisme di Bekasi sudah diterima jauh sebeblum Indonesia merdeka. Dan saat ini pun tampak, bahwa banyak warga di sekitar turut bergembira dan terhibur dengan kegiatan perayaan Cap Go Meh." Ronny menambahkan, "Perayaan Cap Go Meh kali ini diikuti bukan saja oleh masyarakat kota Bekasi, tapi juga Kabupaten Bekasi bahkan ada kesenian seperti Reog Ponorgo.

Sementara itu di tempat yang sama, Ki Kusumo yang juga berada satu panggung dengan Yenny Wahid mengatakan, "Setidaknya kita bisa merasakan semangat persatuan bagi warga masyarakat Kota Bekasi masih terlihat dalam perayaan Cap Go Meh kali ini. Dan untuk itu kita mendapatkan ilmu tentang keberagaman bangsa kita.  Cap Go Meh sendiri mempunyaimakna yang dalam, dimana diharapkan semoga kesejahteraan dan kemakmuran yang melimpah ruah diberikan kepada seluruh rakyat pada awal tahun ini."

Ramai disambut gembira semua warga sekitar Klenteng Hok Lay Kiong
Paranormal yang juga produser film ini menambahkan, "Untuk memahaminya kita memerlukan ilmu. Sedangkan ilmu untuk mendapatkan ilmu seperti ini salah satunya adalah kesantunan kita kepada lingkungan kita. Jika kita sopan dan santun dan bertenggang rasa, maka kita akan bisa memahami arti dan makna dari perayaan Cap Go Meh tahun ini,"

Hal ini bisa dimaklumi, karena pada arak-arakan Toa Pe Kong bisa diserupakan dengan acara Ruwat Bumi seperti budaya daerah lainnya dimana diharapkan keberkahan dan kesejahteraan bisa menyebar kepada seluruh rakyat dan bumi tanah tempat berpijak menjadi lebih subur menghasilkan dengan berlimpah.

Reog Ponorogo juga memeriahkan Cap Go Meh
Paranormal yang juga ahli beladiri kungfu aliran Winchun ini menambahkan, "Sesuai dengan tema perayaan Cap Go Meh tahun ini, dengan semangat perayaan Cap Go Meh, kita tingkatkan kebersamaan untuk mencapai manfaat bagi kehidupan bermasyarakat, dan masyarakat pasti bisa mendapatkan hikmahnya."

Pada parade barongsai dan liong, tokoh masyarakat, Ronny Hermawan juga ikut memanggul tapekong dan menggoyang-goyang tandu tapekong. Hal ini bermakna agar dewa akan menyebarkan kesejahteraan ke setiap warga masyarakat dan daerah yang dilalui parade barongsai dan liong. Semakin kencang ayunan tapekong, maka semakin tersebar luas berkah yang dibagikan. Itulah sebabnya, meski dengan sedikit kepayahan, Ronny menyempatkan diri untuk menggoyang tandu tapekong bersama peserta pengusung tandu Toa Pe Kong lainnya.

Warga berbaur dalam keramaian acara
Perayaan Cap Go Meh Bekasi kali ini memang cukup meriah, sedikitnya diikuti oleh lebih dari sepuluh barongsai, beberapa liong (naga) dan tentunya seni budaya daerah seperti Gambang Kromong (Tanjidor) Betawi atau Tanjidor dan juga Reog Ponorogo.


Sidik Rizal - webrizal.com

1 komentar:

Gugun mengatakan...

inilah potret kebersamaan dibekasi, yg dilambangkan para tokoh nasional dan tokoh setempat duduk bareng dalam satu panggung, mudah mudahan kota bekasi selalu dalam keadaan kondusif.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

GlestRadio-Bekasi

Iklan Display Bekasi

Google+ Followers

Iklan Baris Global

Distributor Madu & Propolis Murni