English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified twitterfacebookgoogle plusrss feedemail

Korupsi jangan dijadikan budaya! Pilih pemimpin yang cinta rakyat, bukan cinta kekuasaan! Bagian Iklan Hubungi (021)27101381 - 081385386583


Dariyanto, S.Kom. Anggota DPRD Kota Bekasi 2014-2019

Informasi tentang kandidat caleg, pemilukada & pilpres Indonesia

Rabu, 20 April 2011

Sukono Heru Setianto: Perlunya Sosialisasi Pemilahan Jenis-Jenis Sampah untuk Daur Ulang

MESKI BEKASI MERAIH ADIPURA
 MASIH BANYAK WARGA BEKASI YANG KURANG SADAR LINGKUNGAN HIDUP

Heru Sukono Setianto
Bekasi - bekasi-online.com
Saat ditemui di kediamannya, H. Sukono Heru Setianto, SH mantan anggota dewan dari Partai Demokrat periode 2004-2009, kini aktif menjabat Manajer Umum dan Keuangan di perusahaan daerah mitra patriot, PT Simpang Jaya Dua yang mengurusi masalah pupuk dari olahan limbah rumah tangga.

Meski telah meraih Piala Adipura tahun ini, tumpukan sampah masih menghiasi sejumlah lokasi strategis di Kota Bekasi, bahkan di lingkungan kantor Wali Kota Bekasi, Jln. Ahmad Yani, Bekasi Selatan
Lelaki beranak empat orang ini membuka wawancara dengan menceritakan kepeduliannya kepada warga Bekasi dengan mengenang aktivitasnya membangun berdirinya partai bintang biru merah pendukung SBY di awal tahun 2004 lalu.

"Bagaimana beratnya merintis pendirian DPC partai Demokrat di Kota Bekasi dan mengajak orang untuk duduk menjadi pengurus dan pimpinan, menjadi kenangan manis saya yang bisa saya ceritakan kepada anak cucu saya kelak nanti di masa tua." kenang lelaki yang kini sudah mulai kelihatan lebih gemuk dibandingkan saat dia masih aktif di partai saat merintis dulu.


Tak perduli usia dalam perjuangkan rakyat
Baginya pengabdian dengan peduli kepada masyarakat dan warga Bekasi, tidak pernah berhenti karena sudah tidak menjadi anggota dewan, "Kalau perlu saya akan terus memperjuangkan kepentingan orang banyak hingga saya tua hingga ke liang lahat," paparnya meyakinkan. Perjuangan demi kepentingan rakyat, sama dengan belajar, tambahnya lagi, "Kita tak boleh berhenti belajar, mulai dari buaian hingga menjelang ke liang lahat, bukan?"

Kesadaran lingkungan hidup warga Bekasi, memang masih belum bisa dibilang tinggi. Meski pernah meraih piala Adipura, namun masih banyak warga tertentu yang membuang sampah sembarangan di kali-kali sehingga membuat bencana banjir bisa datang kapanpun terutama saat musim hujan tiba.

Apalagi jika warga Bekasi diberi pemahaman tentang pentingnya memilah sampah ke dalam beberapa jenis limbah. Limbah organik kering, organik basah dan nonorganik. Karena hal ini akan sangat mempermudah proses pemisahan limbah ke tempat pembuangan sampah sementara untuk selanjutnya nanti akan didaur ulang menjadi sesuatu dalam bentuk yang berdayaguna.

Masih dibutuhkan partisipasi warga masyarakat untuk lingkungan
"Bahkan nanti kita akan bekerja sama dengan pemerintahan Jepang (Hiroshima Electric Company), termasuk perusahaan swasta lainnya, dan pemerintah daerah serta pusat dalam mengolah limbah menjadi energi listrik. Dengan teknologi canggih dari luar negeri itu, kita bisa memproduksi listrik yang dihasilkan dari gas metana keluaran olahan sampah yang berjumlah ton-tonan per harinya itu.

Jadi pengolahan sampah di provinsi Jawa Barat yang sedianya nanti akan dipusatkan pada 4 titik, salah satunya adalah Kota Bekasi, di TPA Bantar Gebang akan menerapkan teknologi canggih Jepang tersebut. "Namun sebelum itu diperlukan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan hidup untuk turut membantu proses pemilahan limbah rumah tangga secara mandiri," imbuh pendiri DPC Partai Demokrat di kota Bekasi ini kepada bekasi-online.com

Hal ini memang harus disosialisasikan dan digalakkan melalui instansi terkait, bukan hanya saat kampanye peduli lingkungan untuk meraih piala Adipura semata, tapi juga kapanpun mulai dari sekarang hingga Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi bisa bebas dari banjir dan bersih serta sehat lingkungan.

Lebih jauh lagi, Heru menegaskan, bahwa sebagian besar limbah rumah tangga juga bisa menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi lingkungan. Tentunya hal ini butuh keseriusan instansi terkait dan tentunya andil masyarakat warga Bekasi yang sudah sepatutnya peduli dengan kebersihan dan lingkungan hidup demi anak cucu di masa depan.

Bahkan dalam salah satu liputan media online Bekasi Satu, masih banyak sekali pojokan lokasi di kota Bekasi yang belum terawat dan terjaga kebersihan serta kerapihannya. Lihat saja tulisan berikut ini:

Meski telah meraih Piala Adipura tahun ini, tumpukan sampah masih menghiasi sejumlah lokasi strategis di Kota Bekasi, bahkan di lingkungan kantor Wali Kota Bekasi, Jln. Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Padahal, mesin pencacah sampah telah disediakan di bagian belakang kantor Wali Kota atau tepatnya di samping pintu keluar sepeda motor. sampah yang menumpuk dan berserak itu ada di samping kantor Dinas Tenaga Kerja atau tepatnya di halaman kantor yang biasa digunakan untuk mengantre kartu kuning. Sampah yang berserakan ini berada di samping sebuah bak sampah yang terisi sebagian. Sementara, kurang dari sepuluh meter dari lokasi tersebut mesin pengolah sampah terbungkus plastik dengan rapi.

Sidik Rizal - webrizal.com

Tidak ada komentar:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

GlestRadio-Bekasi

Iklan Display Bekasi

Google+ Followers

Iklan Baris Global

Distributor Madu & Propolis Murni