English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified twitterfacebookgoogle plusrss feedemail

Korupsi jangan dijadikan budaya! Pilih pemimpin yang cinta rakyat, bukan cinta kekuasaan! Bagian Iklan Hubungi (021)27101381 - 081385386583


Dariyanto, S.Kom. Anggota DPRD Kota Bekasi 2014-2019

Informasi tentang kandidat caleg, pemilukada & pilpres Indonesia

Rabu, 01 Juni 2011

Dari Sidang Tipikor M2, BLT Untuk Dewan 4 Milyar

Portal Kita-Bandung.
Sidang ke lima kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Mochtar Mohamad kembali di gelar di PN.Tipikor Bandung, Selasa (31/5).  Pada sidang ini terungkap bahwa pemberian fee untuk para anggota dewan. Hal tersebut dinyatakan oleh Tjandra utama Effendi mantan Sekda Kota Bekasi yang saat ini menjadi saksi.

Anggota DPRD itu, selalu menanyakan BLT kepada saya, ungkap Tjandra.  “BLT itu apa?” tanya Majelis Hakim. “Bantuan Langsung Tunai, Pak,” Jawab Tjandra cepat. Lalu Ketua Mejelis Hakim melontarkan perkataan menyindir, “Jadi fakir miskin BLT nya 300 ribu, maka BLT untuk anggota dewan 4 Milyar ya”. Sontak ruang sidang penuh dengan gelak tawa.


Ketika uang tersebut di dapat dari mana maka Tjandra menjelaskan “Uang yang dikumpulkan dari para Kepala SKPD dan juga Kepala Dinas berjumlah kurang lebih 4,25 Milyar rupiah dan diberikan kepada Lilik haryoso selaku ketua Harian Panitia Anggaran DPRD kota Bekasi di villa 200”.

Ketika ditanya Majelis hakim dari mana jumlah uang sebesar tersebut, Tjandra menjelaskan bahwa uang tersebut didapat dari total anggaran pada tiap dinas dan SKPD dikurangi 30 persen, hasilnya dikalikan 2 persen. Maka jumlah 4,25 Milyar Rupiah itu berdasarkan hitungan tersebut.

Sirra Prayuna ketika diberi kesempatan untuk bertanya, menyatakan bahwa bukan rahasia lagi jika dewan menyandera eksekutif dalam pengesahan anggaran. Dan ketika Sirra menanyakan siapa yang memberikan ide jumlah 2 persen tersebut, Tjandra mengaku lupa, namun bukan Mochtar yang melontarkan jumlah tersebut namun salah satu Kepala SKPD namun dia lupa siapa orangnya.

“Mengenai besarnya nilai, saya lupa siapa yang mencentuskannya, namun yang memerintahkan pemberian fee tersebut adalah terdakwa (Mochtar),” papar Tjandra lagi.  Jaksa Penuntut dari KPK menanyakan dari siapa saja uang itu dikumpulkan, Tjandra membeberkan bahwa uang tersebut dari seluruh Kepala SKPD dan Kepala Dinas, namun yang paling besar berasalal dari Agus Sofyan Kepala Dinas Binamarta sebesar 2,8 Milyar Rupiah dan Rayendra Sukarmadji sebesar 1 Milyar Rupiah.

Sidang yang dijadwalkan meminta keterangan 10 saksi ternyata hanya berjalan memeriksa 6 saksi karena waktu yang tidak memungkinkan. Siding terbagi 2 bagian, dengan bagian pertama meminta keterangan 5 saksi yaitu Gunandar mantan Kabag Umum, Suharni Staf Bagian Umum, Agus Yulianto Sekretaris Pribadi Mochtar, Dani dan Ruruh Office Boy.

Pada bagian pertama ini Hakim meminta saksi untuk memberikan kesaksian  tentang tuduhan SPJ Fiktif anggaran makan minum Walikota Bekasi pada tahun anggaran 2009 dengan besaran 639 Juta Rupiah.  Menurut Suharni pada tahun anggaran 2009, daftar kegiatan Walikota tercantum sebesar 840 Juta rupiah dengan jumlah kegiatan sebanyak 24 kegiatan. Namun dari 24 kegiatan hanya dilakukan 9 kali dan fiktif 15 kali.

Suharni memberikan kesaksian bahwa dia menyetorkan uang sebesar 639 juta Rupiah kepada Agus Yulianto sebanyak 17 kali. Agus sendiri mengakui menerima uang tersebut dan menyuruh Deni dan Ruruh Office Boy nya untuk menyetorkan kepada rekening Mochtar di bank Jabar.

Pada sidang bagian kedua diagendakan memeriksa 5 saksi yaitu Dr.Muhamad Imam Direktur RSUD Bekasi, Tjandra utama Effendi mantan Sekda, Rayendra Sukarmadji Kepala P2B, Agus Sofyan Kepalad Dinas Binamarta dan Isnaeni Staf Sekda.

Namun karena keterbatasan waktu, sidang hanya dapat melaksanakan meminta keterangan dari Tjandra  Utama Effendi. Untuk pemeriksaan 4 orang saksi akan dijadwalkan pada siang berikutnya yaitu Senin tanggal 6 Juni 2011.

Mochtar yang pada sidang kali ini memakai kemeja bercorak kotak warna coklat, mengeluhkan rasa sakit di sekitar daerah dada sebelah kiri. Majelis hakim yang dipimpin oleh Azharyadi menyatakan akan memperhatikan kesehatan terdakwa.

“Untuk sidang kali ini kita bisa teruskan, karena Dokter telah siap diruangan sidang, namun Kami juga meminta agar terdakwa dan pengacara menjaga kesehatan,” ungkap Hakim Ketua ini.  Sidang seperti biasa dipenuhi oleh para pendukung pria yang akrab di sapa M2 ini. [Ch]

Tidak ada komentar:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

GlestRadio-Bekasi

Iklan Display Bekasi

Google+ Followers

Iklan Baris Global

Distributor Madu & Propolis Murni