English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified twitterfacebookgoogle plusrss feedemail

Korupsi jangan dijadikan budaya! Pilih pemimpin yang cinta rakyat, bukan cinta kekuasaan! Bagian Iklan Hubungi (021)27101381 - 081385386583


Dariyanto, S.Kom. Anggota DPRD Kota Bekasi 2014-2019

Informasi tentang kandidat caleg, pemilukada & pilpres Indonesia

Selasa, 05 Juli 2011

Kasi Pidsus : Agus Sofyan Segera Disidangkan

Bekasi Selatan - bekasi-online.com
Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Bekasi, Andre Abraham mengatakan bahwa berkas pemeriksaan terhadap mantan Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Air Kota Bekasi, Agus Sofyan sudah sampai pada tahap P21.

“Berkasnya sudah P21 dan sudah diantar ke Pengadilan Tipikor Bandung. Sekarang tinggal menunggu jadwal persidangan,” kata Andere, Selasa, (05/07/2011).


Andre menjelaskan, Agus Sofyan diduga telah menerima suap dari seorang pengusaha bernama Tungkir. Dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh Kejaksaan, Agus Sofyan diduga kuat telah melakukan tindak pidana korupsi dalam bentuk gratifikasi sebesar Rp 150 juta rupiah yang diterimanya dari Tungkir ketika masih menjabat sebagai Kepala Bidang Prasarana dan Permukiman Dinas Tata Ruang dan Permukiman Kota Bekasi pada tahun 2006.

“Sidang Agus Sofyan masih menunggu sidang tersangka Tungkir. Hal ini penting untuk mengungkap fakta yang terjadi sebenarnya,” kata Andre.

Menurut Andre, meskupun dalam sidang Praperadilan di Pengadilan Tipikor Bandung, Agus Sofyan memenangkan gugatannya. Namun status Agus tetap menjadi tersangka Kejaksaan Negeri Bekasi.

“Proses hukumnya tetap jalan terus. Sebentar lagi akan segera disidangkan,” kata Andre.

Andre mengatakan, Agus Sofyan dijerat dengan pasal 12 atau pasal 5 dengan sangkaan terbukti menerima hadiah karena yang bersangkutan adalah seorang pejabat PNS Pemkot Bekasi.

Mantan Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Air Kota Bekasi, Agus Sofyan resmi ditahan Kejaksaan Negeri Bekasi. Penahanan Agus Sofyan tertuang dalam surat yang dikeluarkan Kepala Kejaksaan Negeri Bekasi, print – 1862/0.2.25/Fd.1/05/2011 tertanggal 6 Mei 2011. Agus dibawa dari Kejari Bekasi pukul 16.30, dan langsung ditahan di Lapas Bulak Kapal, Bekasi Timur.

Namun penahanan Agus ditangguhkan sementara setelah gugatan praperadilannya dikabulkan hakim Tipikor Bandung. Agus bebas pada Selasa malam, (24/05/2011).(brat)
--------------------------------------

Penahanan Kepala Dinas Binamarga Kota Bekasi Ricuh

Kepala Dinas Binamarga dan Tata Air (Disbimarta) Kota Bekasi Agus Sofyan resmi dijebloskan ke dalam rumah tahanan Bulak Kapal, Jumat (6/5). Tersangka dijerat pasal berlapis UU Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman 15 tahun penjara.

Sebelumnya, Jumat (6/5), usai menjalani pemeriksaan selama lima jam di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi, beberapa simpatisan dan kuasa hukum tersangka nyaris terlibat baku hantam dengan penyidik.


Hal ini membuat para jaksa wanita berhamburan keluar untuk menyelematkan diri. Beruntung sejumlah aparat Polres Metro Bekasi sigap sehingga mampu melerai perselisihan.

Keributan kembali terjadi lantaran Refer Harianja, kuasa hukum tersangka, dilarang masuk ke dalam ruangan Kepala Kejari Bekasi. "Tidak benar peningkatan status saksi menjadi tersangka berlangsung hanya lima menit. Mana penerapan KUHAP yang benar," tanya dia.

Menurut Refer, Agus tidak menerima suap senilai Rp150 juta seperti yang disangkakan penyidik. Kata dia, uang tersebut diterima dari Direktur CV Arizona AT Situngkir sebagai penyertaan modal bisnis palawija di Purwakarta. AT Situngkir sendiri lebih dulu ditahan di LP Bulak Kapal pada Jumat (22/4).

Sementara itu, Kasi Tindak Pidana Khusus Kejari Bekasi Andre Abraham Aruan mengaku pihaknya telah memiliki cukup bukti untuk menahan tersangka.

Bukti yang dimaksud terekam dalam dua lembar cek masing bertuliskan Rp100 juta dan Rp50 juta, yang ditujukan kepada Agus. Cek diberikan pada Maret 2006 atau saat Agus menjabat sebagai Kepala Bidang Sarana dan Prasarana pada Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Distarkim).

"Tersangka dikenakan pasal berlapis yakni pasal 12 huruf (a) dan (b), pasal 5 ayat 2 dan pasal 11 UU Tipikor dengan ancaman di atas 15 tahun," jelas Andre.

Kasus ini mencuat saat AT Situngkir ditengarai memberikan ratusan juta kepada Agus. Uang tersebut diduga uang pelicin untuk mendapatkan proyek di instansi terkait. Kesal janji yang diamanatkan tidak terealisasi, AT Situngkir melaporkan perkara itu kepada Kejari Bekasi hingga akhirnya dia ikut ditahan dengan tuduhan gratifikasi. (GG/OL-9)

1 komentar:

Sidik Rizal mengatakan...

BEKASI INDEPENDEN. Kadis Bina Marga dan Tata Air Agus Sofyan divonis bebas dalam sidang pra peradilan yang dilaksanakan di Bandung, kemarin. Dalam sidang tersebut, hakim tunggal Sumantono telah memutuskan penahanan Agus Sofyan yang dilakukan Kejari Bekasi dianggap tidak sah.

Pengacara Agus Sofyan, Refer Harianja membenarkan vonis hakim PN Tipikor ini. Dia mengatakan bahwa penahanan kliennya itu cacat hukum. “Seseorang yang ditahan itu kan untuk kepentingan penyidikan, menghilangkan barang bukti dan mengulangi kejahatan. Nah, kalau klien kami ini tidak ada dalam unsur-unsur itu, sehingga kami melihat tidak profesionalnya penyidik,” ungkapnya.

Keputusan bebas Agus Sofyan tertuang dalam surat putusan bernomor : 2/pra.per/TPK/2011/PN.BDG tertanggal 24/5. Ditambahkan Refer, hakim memutuskan untuk segera membebaskan kliennya itu dari lapas Bulak Kapal mulai saat ini (semalam). “Putusan pra peradilan itu berisi untuk segera membebaskan kliennya itu dari lapas Bulak Kapal, mulai saat ini,” jelasnya sambil menambahkan sidang pra peradilan itu dijalankan selama 7 hari tanpa henti.

Pria yang pernah mencalonkan diri sebagai Bupati Karawang ini sebelumnya mengatakan akan terus mengikuti sidang pra peradilan di Bandung. Dirinya menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum yang berlaku. “Kita ikuti saja perkembangan, soal gratifikasi saya tidak merasa menerima itu,” tutur Agus Sofyan.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Bekasi Andre Abraham mengaku kecewa dengan putusan hakim PN Tipikor. Meski kecewa dirinya tetap menghormati putusan tersebut. “Ya, kami kecewa dengan putusan itu, tapi kami sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) tetap menghormati putusan pengadilan. Kami tidak tahu kenapa hakim memutuskan pembebasan Agus Sofyan, padahal si pemberi (Tungkir) ditahan, tapi penerimanya bebas,” terangnya.

Meski menghirup udara bebas, Andre mengaku status tersangka Agus Sofyan tidak dicabut. Perkara dugaan gratifikasi, juga terus dijalankan. “Putusan bebasnya Agus Sofyan itu bukan otomatis status tersangkanya hilang. Status dia (Agus Sofyan) tetap sebagai tersangka, dan perkara gratifikasinya juga jalan terus. Karena proses pra peradilan diputuskan untuk dilepaskan, kami menghormati keputusan itu. Kami lihat perkembangannya,” ungkapnyanya kepada Radar Bekasi, semalam. (jie/Radar Bekadi, 25 Mei 2011).

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

GlestRadio-Bekasi

Iklan Display Bekasi

Google+ Followers

Iklan Baris Global

Distributor Madu & Propolis Murni