English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified twitterfacebookgoogle plusrss feedemail

Korupsi jangan dijadikan budaya! Pilih pemimpin yang cinta rakyat, bukan cinta kekuasaan! Bagian Iklan Hubungi (021)27101381 - 081385386583


Dariyanto, S.Kom. Anggota DPRD Kota Bekasi 2014-2019

Informasi tentang kandidat caleg, pemilukada & pilpres Indonesia

Rabu, 06 Juli 2011

Ketua DPRD Kota Bekasi, Azhar Laena Meninggal Dunia

DISHOLATKAN JAM 08.00 WIB, KAMIS 7-JULI-2011
di Masjid DPRD Kota Bekasi

Selamat Jalan Bang Aal, sahabatku
Kota Bekasi - bekasi-online.com
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bekasi Azhar Laena meninggal dunia saat berobat di Penang, Malaysia, Rabu (6/7/2011) sekitar pukul 05.00 WIB.

Demikian diutarakan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi Sutriyono. "Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan keluarga dan pemerintah terkait protokoler penjemputan jenazah dan pemberian penghormatan," katanya.

Azhar Laena, Ketua DPRD Kota Bekasi
Sutriyono mengatakan, Azhar pernah dirawat di rumah sakit di Jakarta karena sakit pada ginjal. Seminggu terakhir hingga meninggal dunia, Azhar yang kader Partai Demokrat berada di Penang untuk berobat.

"Kami di DPRD merasa kehilangan dan berduka cita," kata Sutriyono.

Jenazah mantan Ketua DPRD Kota Bekasi, Azhar Laena, akan dilepas secara resmi oleh DPRD Kota nanti sore, Rabu, (06/07/2011).

Sutriyono mengantar kepergian Azhar Laena
“Badan Musyawarah akan membicarakan prosesi pelepasan terakhir ketua DPRD almarhum Azhar Laena,” kata Enie Widhiastuti anggota DPRD Kota Bekasi.

Menurut Enie, jenazah Azhar Laena akan tiba sekitar pukul 14.00 – 15.00 WIB dari Malaysia lewat Bandara Soekorno Hatta. Jenazah akan dibawa ke Gedung DPRD untuk dilakukan upacara prosesi pelepasan jenazah.

Sidik Rizal beserta Istri almarhum Azhar Laena
“Kami sangat kehilangan saudara ketua. Beliau adalah figure politisi yang lues dan punya komitmen,” kata Enie. Setelah prosesi di gedung DPRD, jenazah akan dibawa ke rumah duka di Rumah Duka Grand Wisata Cluster River Town Blok C6 Nomor 7 Tambun Selatan Kabupaten Bekasi.

Hj. Bunda Ratu, anggota DPRD Kota Bekasi juga mengatakan, "Ya nanti jenazah almarhum akan disholatkan di masjid DPRD Kota Bekasi pada jam 08.00 WIB Kamis pagi ini,"

H. Azhar Laena, SE Ketua DPRD Kota Bekasi yang wafat di rumah sakit malaysia dini hari tadi akibat sakit ginjal. Sedianya jasad almarhum akan sampai di Kota Bekasi sore ini dan langsung di sholatkan di masjid DPRD Kota Bekasi pada jam 08.00 WIB hari Kamis 7 Juli 2011.

Sidik Rizal - bekasi-online.com

SERING ALAMI SAKIT DI TEMPAT KERJA, PERNAH DIVONIS SAKIT JANTUNG 

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bekasi, Azhar Laena meninggal dunia Rabu 6 Juli 2011.  Politikus Partai Demokrat itu meninggal di Rumah Sakit Penang, Malaysia setelah dirawat karena sakit infeksi ginjal.

Azhar Laena Selalu menyenangkan rekan
Jenazah Azhar rencananya akan diterbangkan dari Negeri Jiran sore nanti menggunakan pesawat Malaysia Air Lines. Azhar akan dimakamkan Kamis, 7 Juli 2011 setelah upacara penghormatan terakhir di halaman kantor DPRD Kota Bekasi, Jawa Barat.

Sejumlah karangan bunga telah terpampang di depan kantor Dewan, di antaranya dari para pedagang pasar Family Mart, Harapan Indah.

Sekretaris Majelis Pertimbangan Partai Demokrat Kota Bekasi, Slamet Siahaan, mengatakan sakit ginjal yang diderita kadernya itu sudah mencapai stadium 4. “Cuma dia tidak pernah periksa ke dokter,” kata Slamet.

Andi Zabidi Menangisi kepergian Azhar Laena
Sakit Azhar terdeteksi setelah melayat rekannya yang meninggal dunia beberapa bulan lalu. Saat itu, anggota keluarga rekannya menceritakan gejala sakit ginjal yang diderita sebelum meninggal.

Salah satu kebiasaannya adalah sering meminta di pijit bagian punggung. Istri Azhar Laena, Yayu Haniyanti Azhar, lantas memintanya memeriksakan kesehatan di Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Timur.

Dokter memvonis Azhar menderita sakit jantung. Karena kurang yakin, Azhar mencari second opinion dengan memeriksakan sakitnya ke Rumah Sakit Metropolitan Medical Center (MMC), Kuningan. Dia sempat dirawat beberapa hari di RS MMC, sebelum berobat ke Malaysia.

Zaiman Affan dan Sodikin, sahabat sekali kolega Azhar Laena
Anggota DPRD Kota Bekasi, Ariyanto Hendrata, mengatakan Azhar Laena sering mengeluh sakit di tempat kerja. Oleh rekan-rekannya, calon Wali Kota Bekasi periode 2014-2019 itu disarankan berobat ke luar negeri. “Dia sering cerita soal sakitnya,” katanya.

Selama mempimpin DPRD Kota Bekasi sejak 2009 lalu, kariernya tidak terlalu mulus. Dia dinilai kurang mampu memimpin Dewan, bahkan sempat mendapat mosi tidak percaya oleh sesama kader Demokrat di DPRD Kota Bekasi.

Usianya yang masih muda, baru saja berulang-tahun ke-39, dinilai sebagai salah satu faktor Azhar Laena mlempem dalam hal pengambilan kebijakan. “Dia dinilai kurang mampu, tetapi mosi itu tidak seharusnya terjadi,” kata Slamet.

Ucapan turut belasungkawa dari kolega dan sahabat Azhar Laena, Awing Asmawi
Di bawah kepemimpinan Azhar juga, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelidiki perkara suap berupa fee atau upeti sebesar dua persen atau sekitar Rp 2,4 miliar dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi 2010 sebesar Rp 1,6 triliun.

Sejumlah anggota Dewan dikabarkan menerima fee tersebut dari Wali Kota Bekasi non-aktif, Mochtar Mohamad, yang kini masih menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Bandung, Jawa Barat. Fee tersebut diberikan untuk memuluskan pengesahan APBD di Dewan yang saat itu pembahasannya molor hingga tiga bulan (Tempo-interaktif, Rabu, 06 Juli 2011 | 11:11 WIB).

SidikRizal - webrizal.com

Tidak ada komentar:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

GlestRadio-Bekasi

Iklan Display Bekasi

Google+ Followers

Iklan Baris Global

Distributor Madu & Propolis Murni