English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified twitterfacebookgoogle plusrss feedemail

Korupsi jangan dijadikan budaya! Pilih pemimpin yang cinta rakyat, bukan cinta kekuasaan! Bagian Iklan Hubungi (021)27101381 - 081385386583


Dariyanto, S.Kom. Anggota DPRD Kota Bekasi 2014-2019

Informasi tentang kandidat caleg, pemilukada & pilpres Indonesia

Kamis, 09 Juni 2011

Sidang Tipikor Mochtar Mohamad (M2) Walikota Bekasi non aktif telah memasuki masa persidangan ke 8 di Pengadilan Tipikor Bandung pada Kamis (09/6). Sidang yang menghadirkan saksi antara lain Mahmud dan Agus Staff Bapeda, Aris Staff Pendamping Badan Anggaran DPRD Kota Bekasi, Iis  Anggota Tim Tekhnis TPAD (Tim Pembahas Anggaran Daerah).
Saksi Agus, Mahmud dan Iis memberikan keterangan di depan sidang bahwa mereka sebagai Tim TPAD telah berada di rumah bernomor 111 Komplek Villa 200 Jalan Kemakmuran, Bekasi Selatan dari tanggal 21 hingga 23 Desember 2009.  Mahmud menyatakan pada malam tanggal 23 Desember 2009 sekitar pukul 19.00 Wib, dia diminta Tjandra Utama Effendi (mantan Sekda) untuk membantu menurunkan sebuah tas hitam besar dari mobil CR-V warna hitam milik Tjandra Utama Effendi.


Iis dalam keterangan di depan sidang membenarkan kejadian dari Mahmud tersebut. “Saya melihat Mahmud menyeret tas besar berwarna hitam memasuki pintu tempat kami berkumpul, setelah lorong di depan pintu, tas tersebut diberikan kepada Lilik Haryoso (Ketua Harian Badan Anggaran DPRD Kota Bekasi) lalu tas tersebut di seret oleh Pak Lilik memasuki salah satu kamar di rumah tersebut” papar Iis.

Ketika ditanyakan oleh Majelis Hakim, ada berapa anggota dewan yang saat itu berada di ruangan tersebut. Iis mengaku tak ingat, “yang jelas pada saat itu banyak anggota dewan di rumah tersebut,” terangnya lagi. Iis mengaku mengenal sebagian dari anggota dewan yang hadir pada saat itu, antara lain Lilik Haryoso, Andi Zabidi, Said, Tumai, Sutriyono, Choiroman, Ahmad Uschturi namun sebenarnya lebih banyak dari yang saya sebutkan namun saya tidak mengenal nama-nama mereka.

Iis mengaku tak mengetahui pasti apa isi tas besar berwarna hitam yang di bawa oleh Lilik Haryoso ke dalam salah satu kamar di rumah itu. Namun dari obrolan teman-teman yang ada di sana, menyatakan tas tersebut berisi uang. Sekitar 15 menit kemudian, satu per satu anggota dewan yang ada mengikuti Lilik untuk masuk ke dalam kamar tersebut. “Anggota dewan yang masuk lalu keluar dengan membawa kantong  kresek  ukuran kecil, mereka hampir semuanya membawa kantong kresek ketika keluar,” jelas Iis lagi.

Kesaksian dari Agus mengungkapkan bahwa dia mendengar dialog antara Ahmad Uchturi dengan Lilik Haryoso. Agus menyatakan bahwa saat itu Uchturi bertanya kepada Lilik,”Bagaimana nih, Danta ngga dari eksektutif?”.  Masih menurut versi Agus, saat itu Lilik menjawab,”Ini sedang diusahakan”. Dialog tersebut diperkirakan terjadi sebelum datangnya tas besar berwarna hitam.

Saat berita ini diturunkan, sidang di break untuk makan siang dan sholat. Rencana sidang akan dilanjutkan pukul 15.00 untuk mendengarkan kesaksian dari Dadang mantan Ketua Bapeda serta Najiri mantan Kepala DPPKAD. [Ch]

Tidak ada komentar:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

GlestRadio-Bekasi

Iklan Display Bekasi

Google+ Followers

Iklan Baris Global

Distributor Madu & Propolis Murni