English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified twitterfacebookgoogle plusrss feedemail

Korupsi jangan dijadikan budaya! Pilih pemimpin yang cinta rakyat, bukan cinta kekuasaan! Bagian Iklan Hubungi (021)27101381 - 081385386583


Dariyanto, S.Kom. Anggota DPRD Kota Bekasi 2014-2019

Informasi tentang kandidat caleg, pemilukada & pilpres Indonesia

Selasa, 03 Mei 2011

Sidang TipikorJabar: Kata Mochtar "DPRD Jadi Lembaga Pemeras"

M2 membacakan eksepsinya di sidang Tipikor. (Photo : Henk)
Portal Kita-Bandung.
Lembaga DPRD yang selama ini berfungsi sebagai legislasi, fungsi anggaran dan pengawasan menjadi lembaga yang yang bersifat pemeras. Hal tersebut dilontarkan oleh Mochtar Mohamad Walikota Bekasi non aktif saat membacakan eksepsi atau nota keberatan terhadap dakwaan jaksa KPK pada sidang di PN Tipikor Bandung, Selasa (03/5)


Mochtar yang membacakan eksepsi pribadinya setebal 22 halaman itu juga mengungkapkan bahwa dirinya bingung dengan segala dakwaan yang dilontarkan oleh Jaksa. “Dakwaan ke satu, yaitu mengenai kegiatan fiktif dan mark up anggaran pada kegiatan dialog dengan tokoh masyarakat, yang dituduhkan adalah dokumen fiktif bukan pada kegiatannya. Jadi yang fiktif adalah dokumennya bukan kegiatannya, seharusnya yang duduk menjadi terdakwa adalah orang-orang yang membuat dokumen tersebut,” papar Mochtar.

Mochtar yang siang itu menggunakan kemeja kotak-kota warna gelap ini membacakan eksepsinya dengan berdiri selama hampir setengah jam. Walau pun Hakim Ketua Azharyadi Pria Kusuma sebelumnya menawarkan untuk duduk atau berdiri dalam membacakan eksepsi.

Sementara itu pengacara Mochtar, Sirra Prayuna dalam eksepsi yang dibacakan terpisah menuduh bahwa dakwaan yang dilontarkan oleh Jaksa telah kabur atau abscuur libelle. “Oleh karena itu dakwaan harus dinyatakan batal demi hukum atau van rechtsweg nitieg”, jelasnya.

Mochtar yang didakwa dengan 4 dakwaan mengenai, laporan fiktif dan mark up anggaran, fee 2 persen pada pengesahan APBD tahun 2010, Suap Adipura, Insiator suap BPK Jawa Barat. Diperkirakan total kerugian negara mencapai 5,8 miliar rupiah, dengan ancaman hukuman maksimla 20 tahun penjara.

Politikus PDI Perjuangan itu dijerat Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 dan atau Pasal 5 Ayat (1) atau Pasal 12 huruf e atau Pasal 13 jo Pasal 15 Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Juga Pasal 55 Ayat (1) ke-1 dan Pasal 65 Ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Keterlibatan Anggota Dewan

Surat dakwaan No.DAK-12/24/IV/2011 mencakup juga tentang peranan sejumlah anggota dewan pada saat penerimaan fee 2 persen. Dalam dakwaan jaksa tercatat terjadinya penyerahan uang untuk proses percepatan pengesahan APBD tahun 2010 di salah satu rumah dalam Komplek Villa 200, Kelurahan Margajaya.

Uang sebesar 4 milyar tersebut dalam reka ulang yang diadakan oleh KPK beberapa bulan yang lalu diserahterimakan oleh Tjandra Utama Effendi yang saat itu menjabat sebaagai Sekda Kota Bekasi dengan Lilik Haryoso Ketua Harian Badan Anggaran DPRD Kota Bekasi serta Andi Zabidi Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Bekasi.

Namun dalam surat dakwan tersebut ternyata nama Andi Zabidi menghilang. Dalam dakwaan hanya disebutkan penyerahan uang tersebut disaksikan oleh Choiroman J Putro, Sutriyono, Zaid, Tumai dan Lilik Haryoso sebagai penerima. Mengenai hilangnya nama Andi Zabidi, Ketut Sumedena salah satu dari tiga Jaksa dari KPK menyatakan bahwa saat ini persidangan belum memasuki pokok perkara.

“Pengacara terdakwa mengajukan eksepsi namun mereka telah masuk pada materi pokok perkara, jadi nanti kita akan langsung ke dalam pokok perkara”, ujarnya. Mengenai nama-nama yang ada, untuk detailnya ada pada pengajuan saksi-saki, jadi kita ikuti saja proses persidangan ini jelas Putu lagi. Persidangannya akan dilanjutkan pada Selasa Pekan depan tanggal 10 Mei 2011, dengan agenda menjawab eksepsi terdakwa. [Ch]

Tidak ada komentar:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

GlestRadio-Bekasi

Iklan Display Bekasi

Google+ Followers

Iklan Baris Global

Distributor Madu & Propolis Murni