English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified twitterfacebookgoogle plusrss feedemail

Korupsi jangan dijadikan budaya! Pilih pemimpin yang cinta rakyat, bukan cinta kekuasaan! Bagian Iklan Hubungi (021)27101381 - 081385386583


Dariyanto, S.Kom. Anggota DPRD Kota Bekasi 2014-2019

Informasi tentang kandidat caleg, pemilukada & pilpres Indonesia

Kamis, 19 Januari 2012

Bekasi workers block Cikarang toll gates

The protesters united in the Bekasi Workers Movement
Bekasi workers numbering in the tens of thousands staged a massive protest on Thursday, blocking seven toll gates along the Jakarta–Cikarang toll road with motorcycles, causing a long traffic jam.

The protesters, united under the title of the Indonesia Metal Workers Union (SPMI), rallied along Jl. Industri and demanded a minimum wage increase in Bekasi.

“Tens of thousands of workers are now blocking all toll in the industrial area, including Jababeka 1, Jababeka 2, MM2100 Cibitung, Lippo Cikarang, Ejip and Hyundai,” said Bekasi regency traffic police chief Adj. Comr. Tri Yulianto in Cikarang, as quoted by Antara news agency.


Workers block Cikarang Toll gate (courtesy WartaPersada.com)
Tri said that the laborers rallied because they could not meet with representatives of the Indonesia Employers’ Association’s (Apindo) Bekasi chapter at the association’s office at the Ejip industrial area.

Tri added that he deployed 200 traffic officers to cope with traffic jams on the main roads around the area.

Bekasi workers’ union chairman Obon Tabroni said that up to 20,000 workers from four unions in Bekasi had decided to block the toll road because Apindo did not implement the agreement both parties had negotiated, including a requirement that Apindo would withdraw its lawsuit challenging the Bekasi administration's minimum wage increase.

Apindo's Bekasi chapter had lodged a lawsuit to challenge the ruling issued by the West Java governor to set the minimum wage at Rp 1,491,866 (US$164.10) in Bekasi.

Hundreds of vehicles were reportedly stuck on the toll road and were forced to turn off their vehicles.

“I have to turn off my car as I don’t know how long the protest will last. I’ve been stuck here for almost two hours,” Mario, a Jakarta resident who was taking the toll road to go to Bandung, told The Jakarta Post on Thursday afternoon. (swd/dic)

Source: the Jakarta Posrt

Buruh Bekasi tutup tujuh pintu tol Cikarang



Buruh Bekasi Bergerakmemblokir pintu tol Cikarang
Cikarang, Bekasi (ANTARA News)
Ribuan buruh Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menutup sekitar tujuh akses pintu tol kawasan industri hingga mengakibatkan kepadatan lalu lintas di Tol Jakarta-Cikampek maupun sejumlah jalan utama setempat, Kamis.

ANTARA di pintu tol Cikarang Barat, melaporkan aksi unjuk rasa itu berlangsung sejak pukul 15.00 WIB. Massa memblokade akses pintu tol menggunakan puluhan sepeda motor yang dibiarkan berjajar di badan jalan.

Akibatnya, terjadi kepadatan hingga 3 kilometer di Jalan Industri arah kawasan Industrio Lippo Cikarang dan Jababeka 1 dan 2.

Ribuan buruh dengan menggunakan bendera Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPMI) nampak berjalan kaki menyusuri badan Jalan Industri. Mereka berasal dari sejumlah pabrik di Lippo Cikarang, Ejip, Jababeka 1 dan 2.

Sementara sejumlah kendaraan bertonase berat, bus dan kendaraan pribadi terpaksa mematikan mesin akibat terjebak di tengah kepadatan lalu lintas. Bahkan, sepeda motor pun sulit untuk melintas.

"Informasi yang kami himpun, puluhan ribu buruh menyumbat pintu tol di seluruh kawasan industri. Yakni, kawasan Jababeka 1, Jababeka 2, MM2100 Cibitung, Lippo Cikarang, Ejip, dan Hyundai," ujar Kasatlantas Polresta Bekasi Kabupaten, AKP Tri Yulianto, di Cikarang.

Menurut Tri, aksi ini dilakukan akibat pihak buruh kecewa tidak bisa menemui perwakilan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di kantornya, Kawasan Industri Ejip.

Pihaknya mengaku telah menerjunkan sedikitnya 200 personel lalu lintas untuk memperlancar arus lalu lintas di titik kemacetan dalam kota.

Secara terpisah, Ketua Buruh Bekasi Bergerak Obon Tabroni, mengatakan sekitar 20.000 dari empat seikat pekerja setempat melumpuhkan kawasan industri di Cikarang terkait sikap Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) setempat yang tak melaksanakan kesepakatan.

"EJIP, Jababeka 1 dan 2 serta Lippo Cikarang sudah kami lumpuhkan saat ini oleh aksi demo puluhan ribu buruh se Kabupaten Bekasi," ujarnya.

Menurut dia, aksi buruh itu diakibatkan pihak Apindo yang batal menandatangani perjanjian akan menarik gugatannya di Pengadilan Tata Usaha (PTUN) Bandung terkait pengesahan Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2012 yang sedianya dilakukan hari ini.

Kesepakatan Apindo akan mencabut gugatannya itu didapat berdasarkan hasil pertemuan tiga pihak antara perwakilan buruh, Apindo, dan Kementerian tenaga Kerja dan Transmigrasi pada Minggu (15/1), di Hotel Sahid, Jakarta.

"Dengan tidak dicabutnya gugatan terhadap Gubernur Jawa Barat itu, seluruh pengusaha tidak akan membayar UMK 2012 sebelum ada putusan hukum," katanya.

Sementara, melalui SK Gubernur Jabar NO.561/Kep.1540-Bansos/2011 yang menetapkan UMK Bekasi sebesar Rp 1.491.866,-,Upah kelompok II Rp 1.715.645,- dan Kelompok I Rp 1.849.913,- melalui Pengadilan Tata Usaha Negara atau PTUN Bandung.


Tidak ada komentar:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

GlestRadio-Bekasi

Iklan Display Bekasi

Google+ Followers

Iklan Baris Global

Distributor Madu & Propolis Murni