English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified twitterfacebookgoogle plusrss feedemail

Korupsi jangan dijadikan budaya! Pilih pemimpin yang cinta rakyat, bukan cinta kekuasaan! Bagian Iklan Hubungi (021)27101381 - 081385386583


Dariyanto, S.Kom. Anggota DPRD Kota Bekasi 2014-2019

Informasi tentang kandidat caleg, pemilukada & pilpres Indonesia

Selasa, 17 Juli 2012

Cara Bekasi Tekan Angka Golput Saat Pilkada

Penyelenggara keagamaan rohani Islam diminta membantu menekan golput

VIVAnews - Tingginya angka golongan putih atau golput karena warga tidak memberikan hak pilihnya pada Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bekasi tahun 2008 silam, menjadi pelajaran berharga bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi.

Pada Pilkada 16 Desember 2012 mendatang, KPU Kota Bekasi bertekad menekan angka golput, sehingga pemimpin yang dihasilkan bisa legitimate atau diakui dan dipercaya masyarakat.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh KPU Kota Bekasi untuk menekan angka golput adalah dengan melibatkan unsur penyelenggara keagamaan rohani Islam. Seperti dari Kantor Urusan Agama (KUA), Kementrian Agama, Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), Aliyah serta pengurus Yayasan.


"Mereka kita anggap sebagai tokoh agama yang bisa turut serta membantu sosialisasi tentang penyelenggaraan Pilkada Kota Bekasi. Bisa dilakukan ketika mereka melakukan ceramah atau memberikan pendidikan agama," ujar Ketua KPU Kota Bekasi, Tb Hendy Irawan, dalam acara Peranan Pemuka Agama Dalam Mensukseskan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bekasi Tahun 2012-2013 Yang Legitimate, di Islamic Center Bekasi, Selasa 17 Juli 2012.

Pemuka agama memiliki peranan besar untuk menekan angka golput. Mereka dianggap mampu memberi pemahaman kepada kelompok tertentu yang selama ini kurang informasi mengenai penyelenggaraan Pilkada.

Dalam waktu dekat ini, pihaknya juga akan melakukan kegiatan serupa dengan melibatkan Badan Kemakmuran Masjid (BKM) se Kota Bekasi. "Supaya mereka bisa juga melakukan sosialisasi melalui mimbar-mibar keagamaan, seperti saat salat Jumat," katanya.

Wakil Kepala KUA Kecamatan Bekasi Utara, Encep Badrun mengapresiasi upaya dari KPU Kota Bekasi untuk menekan angka Golput. Menurutnya, unsur penyelenggara keagamaan rohani Islam seperti KUA, mempunyai peran yang cukup strategis untuk membantu upaya KPU tersebut.

"Setelah kegiatan ini, kita akan giat melakukan sosialisasi. Bukan untuk mengarahkan masyarakat memilih calon tertentu, tetapi untuk memberikan kriteria pemimpin yang baik secara islami,” katanya.

Kantor Urusan Agama yang memiliki tugas mengkoordinir majelis taklim dan penyuluh agama honorer, juga akan mengawal fatwa MUI. Fatwa tersebut diantaranya haram memilih pemimpin yang tidak amanah.

Di Pilkada Kota Bekasi tahun 2008 silam, dari 1.168.785 jiwa yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT), hanya 68 persen saja memberikan hak suaranya.

"Diharapkan Pilkada 2012 ini, partisipasi pemilih minimal bisa mencapai 75 persen. Agar Pilkada bisa lebih berkualitas, sehingga menghasilkan pemimpin yang legitimate atau diakui dan dipercaya bisa mensejahterakan masyarakat," kata Ketua KPU Kota Bekasi, ketika memberikan sambutan.

Acara Peranan Pemuka Agama Dalam Mensukseskan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bekasi Tahun 2012-2013 Yang Legitimate, di Islamic Center Bekasi dihadiri oleh puluhan undangan dari unsur penyelenggara keagamaan rohani islam. Kegiatan tersebut digagas oleh KPU Kota Bekasi, sebagai upaya untuk mensukseskan penyelenggaraan Pilkada Kota Bekasi tahun 2012. (umi)

Tidak ada komentar:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

GlestRadio-Bekasi

Iklan Display Bekasi

Google+ Followers

Iklan Baris Global

Distributor Madu & Propolis Murni